<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Rendam Sawah di Bandung, Kerugian Rp2,6 M</title><description>Banjir di Bandung selama hampir 2 bulan membuat lahan pertanian seluas 754 hektare gagal panen. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,639 miliar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/06/340/309823/banjir-rendam-sawah-di-bandung-kerugian-rp2-6-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/06/340/309823/banjir-rendam-sawah-di-bandung-kerugian-rp2-6-m"/><item><title>Banjir Rendam Sawah di Bandung, Kerugian Rp2,6 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/06/340/309823/banjir-rendam-sawah-di-bandung-kerugian-rp2-6-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/06/340/309823/banjir-rendam-sawah-di-bandung-kerugian-rp2-6-m</guid><pubDate>Sabtu 06 Maret 2010 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/06/340/309823/DRAEd04nxI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/06/340/309823/DRAEd04nxI.jpg</image><title>Banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)</title></images><description>BANDUNG - Banjir di Kabupaten Bandung selama hampir 2 bulan membuat lahan pertanian seluas 754 hektare terendam dan gagal panen. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,639 miliar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan
(Disperhutbun) Kabupaten Bandung hingga 23 Februari, tercatat sekira 
754 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung dipastikan puso atau gagal panen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau dilihat dari umur tanamannya, rata-rata diperkirakan Rp3,5 juta per hektare. Dengan luas lahan yang puso mencapai 754 hektare, jumlahnya pasti besar,&amp;rdquo; ujar Kepala Disperhutbun Kabupaten Bandung, A Tisna Umaran, Sabtu (6/3/2010).
&amp;nbsp;
Terkait kerugian tersebut, pihaknya meminta bantuan ke pemerintah pusat agar memberikan bibit pengganti. Permintaan pun mendapat respons dan sudah dilakukan pengecekan serta klarifikasi ke lapangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Insya Allah mereka yang rugi akan diganti bibitnya. Karena dari departemen pun sudah kita bawa ke Baleendah dan Rancaekek (sebagai lokasi terparah puso). Sekarang masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera turun bantuannya,&amp;rdquo; jelas Tisna.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, pemberian bibit rencananya akan dilakukan saat musim tanam tiba. Sebab, tidak menutup kemungkinan banjir masih akan terjadi, sehingga dikhawatirkan bibit yang diberikan akan sia-sia dan terancam puso kembali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musim tanam padi biasanya dilakukan pada April hingga September.
Prosesnya melalui pemetaan wilayah. Kami akan meminta kecamatan untuk mengklarifikasi daerah mana saja yang mengalami puso serta berapa jumlahnya,&amp;rdquo; kata Tisna.</description><content:encoded>BANDUNG - Banjir di Kabupaten Bandung selama hampir 2 bulan membuat lahan pertanian seluas 754 hektare terendam dan gagal panen. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,639 miliar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan
(Disperhutbun) Kabupaten Bandung hingga 23 Februari, tercatat sekira 
754 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung dipastikan puso atau gagal panen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau dilihat dari umur tanamannya, rata-rata diperkirakan Rp3,5 juta per hektare. Dengan luas lahan yang puso mencapai 754 hektare, jumlahnya pasti besar,&amp;rdquo; ujar Kepala Disperhutbun Kabupaten Bandung, A Tisna Umaran, Sabtu (6/3/2010).
&amp;nbsp;
Terkait kerugian tersebut, pihaknya meminta bantuan ke pemerintah pusat agar memberikan bibit pengganti. Permintaan pun mendapat respons dan sudah dilakukan pengecekan serta klarifikasi ke lapangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Insya Allah mereka yang rugi akan diganti bibitnya. Karena dari departemen pun sudah kita bawa ke Baleendah dan Rancaekek (sebagai lokasi terparah puso). Sekarang masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera turun bantuannya,&amp;rdquo; jelas Tisna.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, pemberian bibit rencananya akan dilakukan saat musim tanam tiba. Sebab, tidak menutup kemungkinan banjir masih akan terjadi, sehingga dikhawatirkan bibit yang diberikan akan sia-sia dan terancam puso kembali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musim tanam padi biasanya dilakukan pada April hingga September.
Prosesnya melalui pemetaan wilayah. Kami akan meminta kecamatan untuk mengklarifikasi daerah mana saja yang mengalami puso serta berapa jumlahnya,&amp;rdquo; kata Tisna.</content:encoded></item></channel></rss>
