<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Bantah Ada Adu Domba di Makassar</title><description>Kapolri menegaskan polisi tidak permah mengadu domba masyarakat dengan mahasiswa, terkait bentrokan di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/08/337/310147/kapolri-bantah-ada-adu-domba-di-makassar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/08/337/310147/kapolri-bantah-ada-adu-domba-di-makassar"/><item><title>Kapolri Bantah Ada Adu Domba di Makassar</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/08/337/310147/kapolri-bantah-ada-adu-domba-di-makassar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/08/337/310147/kapolri-bantah-ada-adu-domba-di-makassar</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2010 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/08/337/310147/YliIjR1K12.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/08/337/310147/YliIjR1K12.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menegaskan bahwa polisi tidak permah mengadu domba masyarakat dengan mahasiswa terkait bentrokan di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu.&amp;ldquo;Polri tidak benar melakukan upaya-upaya dengan mengerahkan masyarakat, tidak sama sekali. Justru sekarang ini kita ber-patner dengan semua komponen bangsa. Tidak ada tugas Polri dengan mengadu domba dan mengajak masyarakat memerangi mahasiswa. Itu bisa saya pertanggungjawabkan,&amp;rdquo; tegas Bambang sebelum menandatangani MoU dengan menteri Pendidikan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2010).Bambang menambahkan, pihaknya sudah duduk bersama, baik dengan pihak mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam, pendidikan, dan MUI.&amp;ldquo;Saya hari Sabtu lalu, menyampaikan sudah duduk bersama dengan pengurus yang bersifat kolektif dengan teman-teman dari HMI, telepon langsung dengan Pak Akbar Tandjung. Kemudian kami koordinasi dengan Ketua MUI Sulsel. Itu duduk bersama menyikapi masalah-masalah yang terjadi di Sulsel dan mencari akar masalah,&amp;rdquo; jelas Bambang.Dia menambahkan, siap menindak tegas tanpa pandang bulu jika anggotanya terindikasi terlibat.&amp;ldquo;Jika ada indikasi keterlibatan anggota Polri, tentunya pasti akan kami tindak. Ini tidak lips service,&amp;rdquo; tegas dia.Polri, lanjutnya, juga sudah menyampaikan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk berkerja sama lebih lanjut menangani kekerasan yang melibatkan mahasiswa. &amp;ldquo;Khususnya teman-teman yang ada di HMI dan juga di kampus pada umumnya atau sekolah umum untuk bisa berkerja sama menyikapi demo ini. Untuk tidak mudah terprovokasi, melakukan tindakan-tindakan yang tidak akan mencederai harkat dan martabat bangsa kita sendiri,&amp;rdquo; tambah dia.Bambang juga menegaskan masalah-masalah yang timbul di Sulsel pekan lalu terkait dengan masalah perorangan.&amp;ldquo;Yang kita ketahui kaitannya dengan seseorang yang akhirnya berkembang ini bukan hal yang harus digeneralisir, seolah-olah ada sesuatu. Ini yang dalam proses. Alhamdulillah teman-teman, pengurus kolektif HMI, turun dan kita juga sudah koordinasi di Sulsel. Alhamdulillah, sepenuhnya bisa kita selesaikan dan ke depan semoga bisa lebih baik,&amp;rdquo; harap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menegaskan bahwa polisi tidak permah mengadu domba masyarakat dengan mahasiswa terkait bentrokan di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu.&amp;ldquo;Polri tidak benar melakukan upaya-upaya dengan mengerahkan masyarakat, tidak sama sekali. Justru sekarang ini kita ber-patner dengan semua komponen bangsa. Tidak ada tugas Polri dengan mengadu domba dan mengajak masyarakat memerangi mahasiswa. Itu bisa saya pertanggungjawabkan,&amp;rdquo; tegas Bambang sebelum menandatangani MoU dengan menteri Pendidikan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2010).Bambang menambahkan, pihaknya sudah duduk bersama, baik dengan pihak mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam, pendidikan, dan MUI.&amp;ldquo;Saya hari Sabtu lalu, menyampaikan sudah duduk bersama dengan pengurus yang bersifat kolektif dengan teman-teman dari HMI, telepon langsung dengan Pak Akbar Tandjung. Kemudian kami koordinasi dengan Ketua MUI Sulsel. Itu duduk bersama menyikapi masalah-masalah yang terjadi di Sulsel dan mencari akar masalah,&amp;rdquo; jelas Bambang.Dia menambahkan, siap menindak tegas tanpa pandang bulu jika anggotanya terindikasi terlibat.&amp;ldquo;Jika ada indikasi keterlibatan anggota Polri, tentunya pasti akan kami tindak. Ini tidak lips service,&amp;rdquo; tegas dia.Polri, lanjutnya, juga sudah menyampaikan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk berkerja sama lebih lanjut menangani kekerasan yang melibatkan mahasiswa. &amp;ldquo;Khususnya teman-teman yang ada di HMI dan juga di kampus pada umumnya atau sekolah umum untuk bisa berkerja sama menyikapi demo ini. Untuk tidak mudah terprovokasi, melakukan tindakan-tindakan yang tidak akan mencederai harkat dan martabat bangsa kita sendiri,&amp;rdquo; tambah dia.Bambang juga menegaskan masalah-masalah yang timbul di Sulsel pekan lalu terkait dengan masalah perorangan.&amp;ldquo;Yang kita ketahui kaitannya dengan seseorang yang akhirnya berkembang ini bukan hal yang harus digeneralisir, seolah-olah ada sesuatu. Ini yang dalam proses. Alhamdulillah teman-teman, pengurus kolektif HMI, turun dan kita juga sudah koordinasi di Sulsel. Alhamdulillah, sepenuhnya bisa kita selesaikan dan ke depan semoga bisa lebih baik,&amp;rdquo; harap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
