<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Kedatangan Obama</title><description>SOSOK Barack Obama adalah tokoh yang kerap menjadi sentral perhatian dunia, terlebih di Indonesia. Pasalnya, selain menjabat orang nomor satu di Negeri Paman Sam, Obama juga pernah menganyam ilmu pendidikan di Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/08/59/310355/menanti-kedatangan-obama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/08/59/310355/menanti-kedatangan-obama"/><item><title>Menanti Kedatangan Obama</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/08/59/310355/menanti-kedatangan-obama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/08/59/310355/menanti-kedatangan-obama</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2010 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/08/59/310355/Inn6aGRUEM.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/08/59/310355/Inn6aGRUEM.jpg</image><title></title></images><description>SOSOK Barack Obama adalah tokoh yang kerap menjadi sentral perhatian dunia, terlebih di Indonesia. Pasalnya, selain menjabat orang nomor satu di Negeri Paman Sam, Obama juga pernah menganyam ilmu pendidikan di Tanah Air.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa Barry (sapaan kecil Obama) pernah merasakan bangku sekolah di SDN 01 Menteng dan SD Asisi. Kendati tidak sampai selesai, kenangan itu sangat membekas bagi Obama, terlebih para guru dan teman seangkatan kala itu.
&amp;nbsp;
Dalam waktu dekat, Obama akan kembali mengunjungi Indonesia. Nampaknya, kedatangan Obama tidak sekadar membahas soal hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tetapi Obama juga sepertinya akan bernostalgia dengan Kota Jakarta.
&amp;nbsp;
Segala penyambutan terhadap presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam ini, telah disiapkan banyak pihak. Baik pengamanan di Bandara Udara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, hingga di tempat Obama bermalam.
&amp;nbsp;
Persiapan tidak hanya dilakukan pemerintah. Sejumlah pihak juga nampak bersiap menyambut kedatangan Obama. Patung Obama, nasi goreng, bakso spesial, hingga buah rambutan, sudah disiapkan oleh rekan-rekan Obama sewaktu tinggal di Indonesia.
&amp;nbsp;
Namun, kedatangan Obama tidak mendapat dukungan penuh. Beberapa pihak secara tegas menolak kedatangan anak tiri Lolo Soetoro ini. Hizbut Tahrir Indonesia salah satunya. Ormas Islam tersebut menolak kehadiran Obama. Mereka menuding Obama adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di sejumlah negara Islam.
&amp;nbsp;
Bahkan, ribuan kader HTI bertekad akan mengepung Kantor Kedubes Amerika Serikat di Jakarta sebagai aksi solidaritas menolak kedatangan Obama. Aksi tersebut seakan rutin dilakukan setiap Indonesia dikunjungi orang nomor satu Amerika.
&amp;nbsp;
Pada 20 November 2006, Presiden George W Bush juga sempat mendatangi Tanah Air. Aksi demo bernada hujatan juga dialamatkan kepada Bush. Bahkan, kedatangan Bush tersebut sempat diwarnai aksi santet oleh Ki Gendeng Pamungkas. Belum lagi, kecaman dari warga Bogor karena harus menghentikan aktivitasnya mencari nafkah.
&amp;nbsp;
Kontroversi pun muncul di kepala masyarakat. Apakah orang sekelas Obama harus ditolak tiba ke Tanah Air karena Amerika selama ini menjadi penjahat perang, atau justru menyambut dengan segala keterbukaan, guna mengangkat derajat bangsa di pergaulan dunia. Terlebih, Obama bukanlah orang baru bagi Indonesia.
&amp;nbsp;
Bagi saya, kedatangan Obama seharusnya dijadikan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai dan menjunjung tinggi ramah tamah. Tidak bermaksud menjilat, namun memamerkan kelebihan kepada Amerika juga sesekali perlu demi harkat dan martabat sebuah bangsa.</description><content:encoded>SOSOK Barack Obama adalah tokoh yang kerap menjadi sentral perhatian dunia, terlebih di Indonesia. Pasalnya, selain menjabat orang nomor satu di Negeri Paman Sam, Obama juga pernah menganyam ilmu pendidikan di Tanah Air.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa Barry (sapaan kecil Obama) pernah merasakan bangku sekolah di SDN 01 Menteng dan SD Asisi. Kendati tidak sampai selesai, kenangan itu sangat membekas bagi Obama, terlebih para guru dan teman seangkatan kala itu.
&amp;nbsp;
Dalam waktu dekat, Obama akan kembali mengunjungi Indonesia. Nampaknya, kedatangan Obama tidak sekadar membahas soal hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tetapi Obama juga sepertinya akan bernostalgia dengan Kota Jakarta.
&amp;nbsp;
Segala penyambutan terhadap presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam ini, telah disiapkan banyak pihak. Baik pengamanan di Bandara Udara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, hingga di tempat Obama bermalam.
&amp;nbsp;
Persiapan tidak hanya dilakukan pemerintah. Sejumlah pihak juga nampak bersiap menyambut kedatangan Obama. Patung Obama, nasi goreng, bakso spesial, hingga buah rambutan, sudah disiapkan oleh rekan-rekan Obama sewaktu tinggal di Indonesia.
&amp;nbsp;
Namun, kedatangan Obama tidak mendapat dukungan penuh. Beberapa pihak secara tegas menolak kedatangan anak tiri Lolo Soetoro ini. Hizbut Tahrir Indonesia salah satunya. Ormas Islam tersebut menolak kehadiran Obama. Mereka menuding Obama adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di sejumlah negara Islam.
&amp;nbsp;
Bahkan, ribuan kader HTI bertekad akan mengepung Kantor Kedubes Amerika Serikat di Jakarta sebagai aksi solidaritas menolak kedatangan Obama. Aksi tersebut seakan rutin dilakukan setiap Indonesia dikunjungi orang nomor satu Amerika.
&amp;nbsp;
Pada 20 November 2006, Presiden George W Bush juga sempat mendatangi Tanah Air. Aksi demo bernada hujatan juga dialamatkan kepada Bush. Bahkan, kedatangan Bush tersebut sempat diwarnai aksi santet oleh Ki Gendeng Pamungkas. Belum lagi, kecaman dari warga Bogor karena harus menghentikan aktivitasnya mencari nafkah.
&amp;nbsp;
Kontroversi pun muncul di kepala masyarakat. Apakah orang sekelas Obama harus ditolak tiba ke Tanah Air karena Amerika selama ini menjadi penjahat perang, atau justru menyambut dengan segala keterbukaan, guna mengangkat derajat bangsa di pergaulan dunia. Terlebih, Obama bukanlah orang baru bagi Indonesia.
&amp;nbsp;
Bagi saya, kedatangan Obama seharusnya dijadikan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai dan menjunjung tinggi ramah tamah. Tidak bermaksud menjilat, namun memamerkan kelebihan kepada Amerika juga sesekali perlu demi harkat dan martabat sebuah bangsa.</content:encoded></item></channel></rss>
