<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serigala Bagus untuk Taman Nasional AS</title><description>Serigala seharusnya kembali ada di taman-taman nasional Amerika Serikat untuk membantu perbaikan ekosistem yang rusak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/09/18/310510/serigala-bagus-untuk-taman-nasional-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/09/18/310510/serigala-bagus-untuk-taman-nasional-as"/><item><title>Serigala Bagus untuk Taman Nasional AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/09/18/310510/serigala-bagus-untuk-taman-nasional-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/09/18/310510/serigala-bagus-untuk-taman-nasional-as</guid><pubDate>Selasa 09 Maret 2010 09:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/09/18/310510/9RzIkPXrAL.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/09/18/310510/9RzIkPXrAL.jpg</image><title></title></images><description>WASHINGTON - Serigala seharusnya kembali ada di taman-taman nasional Amerika Serikat untuk membantu perbaikan ekosistem yang rusak. Demikian hasil rekomendasi sebuah pusat penelitian &quot;BiosScience&quot;. Tujuannya untuk meningkatkan keanekaragaman satwa dan hayati di wilayah Amerika Utara.Menurut Daniel Licht dari Badan Taman Nasional AS, pertumbuhan mamalia seperti rusa dan kijang, semakin banyak. Sedangkan, binatang yang menjadi predator tidak tersedia. &quot;Dengan semakin banyak serigala, maka jumlah mamalia akan sedikit berkurang,&quot; paparnya. Berdasarkan riset pada 2004 yang dilakukan W.J. Ripple dan R.L. Beschta di wilayah Montana barat daya, serigala mempengaruhi distribusi dan perilaku rusa yang mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan. Selain itu, populasi serigala mampu memberikan keuntungan ekonomi dan sebagai ajang rekreasi. Pada 2006, ada penelitian bahwa keberadaan serigala di taman nasional Yellowstone membuat jumlah pengunjuk melonjak dan pendapatan ekowisata meningkat menjadi USD35 juta pada 2005. Awalnya, rekomendasi kebijakan tersebut menimbulkan ketakutan, kebencian, dan berita utama, sehingga kebanyakan orang menganggap kembalinya serigala ke wilayah Barat sepenuhnya ditentang. Pada 2008, petugas margasatwa mengonfirmasi 569 kematian sapi dan domba sebagai korban serigala di seluruh wilayah barat Amerika. Pada tahun yang sama, 264 serigala dibunuh karena memangsa ternak di Montana, Idaho, dan Wyoming. Itu jumlah yang besar, tetapi jumlah itu diambil dari populasi serigala yang telah berkembang hingga sekitar 1.600 ekor. Serigala-serigala itu menjelajahi wilayah tersebut dalam lebih dari 200 kawanan. Populasi serigala seharusnya jumlahnya sedikit dan ditujukan untuk kepentingan perbaikan ekosistem saja. Mengenai kebijakan untuk melindungi agar serigala tidak bersentuhan langsung dengan manusia, dapat diatur lebih detail. Memang, publik sangat takut dengan serangan serigala. Bukan hanya manusia, binatang ternak juga menjadi ancaman. Untuk mengatasi hal tersebut, Daniel Licht menjelaskan, para petugas keamanan dapat mendeteksi serigala dengan teknologi global position system (gps). &quot;Ini bukan pertama kali, serigala dimanfaatkan demi kepentingan lingkungan,&quot; paparnya. Pada 1960, empat serigala dikenalkan kembali di Pulau Coronation di negara bagian Alaska untuk mengontrol populasi rusa. Kemudian, rencana tersebut sukses, populasi serigala tidak diperhatian, hingga akhirnya meningkat menjadi 13, sehingga terjadi kekacauan. Kini, publik memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan populasi serigala karena tidak diterapkannya penggunaan kontrasepsi. Meski pun langkah itu diterapkan, menurut Licht, solusi tersebut tetap etis dan memperhatikan aspek lingkungan. Selain itu, Licht menyarankan penggunaan dinding yang ditempeli kabel listrik. Jadi, binatang yang melewati dindin tersebut dapat pingsang karena tersengat aliran listrik. &quot;Variasi dari konservasi serigala umumnya teratur dan sukses di seluruh dunia dibandingkan dengan singa dan anjing buas Afrika,&quot; ujar Licht. Sayangnya, sebagian besar warga Amerika memandang serigala adalah simbol kebuasan. (Koran SI/Koran SI)</description><content:encoded>WASHINGTON - Serigala seharusnya kembali ada di taman-taman nasional Amerika Serikat untuk membantu perbaikan ekosistem yang rusak. Demikian hasil rekomendasi sebuah pusat penelitian &quot;BiosScience&quot;. Tujuannya untuk meningkatkan keanekaragaman satwa dan hayati di wilayah Amerika Utara.Menurut Daniel Licht dari Badan Taman Nasional AS, pertumbuhan mamalia seperti rusa dan kijang, semakin banyak. Sedangkan, binatang yang menjadi predator tidak tersedia. &quot;Dengan semakin banyak serigala, maka jumlah mamalia akan sedikit berkurang,&quot; paparnya. Berdasarkan riset pada 2004 yang dilakukan W.J. Ripple dan R.L. Beschta di wilayah Montana barat daya, serigala mempengaruhi distribusi dan perilaku rusa yang mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan. Selain itu, populasi serigala mampu memberikan keuntungan ekonomi dan sebagai ajang rekreasi. Pada 2006, ada penelitian bahwa keberadaan serigala di taman nasional Yellowstone membuat jumlah pengunjuk melonjak dan pendapatan ekowisata meningkat menjadi USD35 juta pada 2005. Awalnya, rekomendasi kebijakan tersebut menimbulkan ketakutan, kebencian, dan berita utama, sehingga kebanyakan orang menganggap kembalinya serigala ke wilayah Barat sepenuhnya ditentang. Pada 2008, petugas margasatwa mengonfirmasi 569 kematian sapi dan domba sebagai korban serigala di seluruh wilayah barat Amerika. Pada tahun yang sama, 264 serigala dibunuh karena memangsa ternak di Montana, Idaho, dan Wyoming. Itu jumlah yang besar, tetapi jumlah itu diambil dari populasi serigala yang telah berkembang hingga sekitar 1.600 ekor. Serigala-serigala itu menjelajahi wilayah tersebut dalam lebih dari 200 kawanan. Populasi serigala seharusnya jumlahnya sedikit dan ditujukan untuk kepentingan perbaikan ekosistem saja. Mengenai kebijakan untuk melindungi agar serigala tidak bersentuhan langsung dengan manusia, dapat diatur lebih detail. Memang, publik sangat takut dengan serangan serigala. Bukan hanya manusia, binatang ternak juga menjadi ancaman. Untuk mengatasi hal tersebut, Daniel Licht menjelaskan, para petugas keamanan dapat mendeteksi serigala dengan teknologi global position system (gps). &quot;Ini bukan pertama kali, serigala dimanfaatkan demi kepentingan lingkungan,&quot; paparnya. Pada 1960, empat serigala dikenalkan kembali di Pulau Coronation di negara bagian Alaska untuk mengontrol populasi rusa. Kemudian, rencana tersebut sukses, populasi serigala tidak diperhatian, hingga akhirnya meningkat menjadi 13, sehingga terjadi kekacauan. Kini, publik memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan populasi serigala karena tidak diterapkannya penggunaan kontrasepsi. Meski pun langkah itu diterapkan, menurut Licht, solusi tersebut tetap etis dan memperhatikan aspek lingkungan. Selain itu, Licht menyarankan penggunaan dinding yang ditempeli kabel listrik. Jadi, binatang yang melewati dindin tersebut dapat pingsang karena tersengat aliran listrik. &quot;Variasi dari konservasi serigala umumnya teratur dan sukses di seluruh dunia dibandingkan dengan singa dan anjing buas Afrika,&quot; ujar Licht. Sayangnya, sebagian besar warga Amerika memandang serigala adalah simbol kebuasan. (Koran SI/Koran SI)</content:encoded></item></channel></rss>
