<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Sempat Mengira Tersangka Teroris Wanita</title><description>Salah satu dari dua tersangka teroris yang tewas tertembak di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan sempat dikira wanita.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/337/310926/warga-sempat-mengira-tersangka-teroris-wanita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/10/337/310926/warga-sempat-mengira-tersangka-teroris-wanita"/><item><title>Warga Sempat Mengira Tersangka Teroris Wanita</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/337/310926/warga-sempat-mengira-tersangka-teroris-wanita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/10/337/310926/warga-sempat-mengira-tersangka-teroris-wanita</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2010 09:47 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/10/337/310926/bu6T5dHzn7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penangkapan teroris Pamulang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/10/337/310926/bu6T5dHzn7.jpg</image><title>Penangkapan teroris Pamulang (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Salah satu dari dua tersangka teroris yang tewas tertembak di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan sempat dikira wanita oleh warga sekitar.
&amp;nbsp;
Hal ini dikarenakan, saat penggerebekan oleh Densus 88 Anti Teror, salah satu tersangka itu mengenakan pakaian gamis mirip wanita dan mengenakan penutup wajah yang menyerupai cadar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kira perempuan karena dia pakai pakaian jubah seperti wanita dan ditutupi mukanya semacam pakai cadar atau slayer, hanya keliatan mata,&amp;rdquo; ungkap Kamin, salah satu warga sekitar kepada okezone di lokasi, Rabu (10/3/2010).
&amp;nbsp;
Kamin bahkan melihat tersangka sempat terlihat linglung dan mencari jalan saat pengejaran polisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang itu tampak linglung dan berbalik arah tapi sudah terlebih dahulu dibekuk. Dia sempat melakukan perlawanan, sampai ada dua botol minuman di situ pecah kena peluru dan akhirnya dia tertembak,&amp;rdquo; tambah Kamin.
&amp;nbsp;
Berbeda dengan pengakuan Sipit, wanita penjual nasi yang rumahnya berdekatan dengan rumah mantri Fauzi, tempat yang digunakan sebagai persembunyian teroris. Sipit awalnya hanya mengira tetangganya berkelahi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Waktu itu sekitar pukul 14.00 WIB saya sedang memarut kelapa, kemudian sambil menunggu dagangan di warung. Tapi tiba-tiba di samping rumah saya dengar seperti orang berkelahi dan tidak lama tiba-tiba satu orang sudah tersungkur masuk ke dalam kolong meja, lalu ada lima kali suara tembakan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, tak berselang lama, tiba-tiba ada dua orang terkapar dengan luka tembak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya pikir orang sedang berkelahi makanya saya diamkan tapi saya kaget begitu melihat ada yang terkapar,&amp;rdquo; tutur Sipit.
&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi, saat ini rumah Fauzi masih dipasang police line. Warga sekitar pun masih terus berdatangan ke lokasi penembakan maupun ke rumah Fauzi untuk mengetahui cerita mengenai penembakan itu.
&amp;nbsp;
Tampak pula empat aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, baik mengenakan seragam maupun pakaian sipil.</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu dari dua tersangka teroris yang tewas tertembak di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan sempat dikira wanita oleh warga sekitar.
&amp;nbsp;
Hal ini dikarenakan, saat penggerebekan oleh Densus 88 Anti Teror, salah satu tersangka itu mengenakan pakaian gamis mirip wanita dan mengenakan penutup wajah yang menyerupai cadar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kira perempuan karena dia pakai pakaian jubah seperti wanita dan ditutupi mukanya semacam pakai cadar atau slayer, hanya keliatan mata,&amp;rdquo; ungkap Kamin, salah satu warga sekitar kepada okezone di lokasi, Rabu (10/3/2010).
&amp;nbsp;
Kamin bahkan melihat tersangka sempat terlihat linglung dan mencari jalan saat pengejaran polisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang itu tampak linglung dan berbalik arah tapi sudah terlebih dahulu dibekuk. Dia sempat melakukan perlawanan, sampai ada dua botol minuman di situ pecah kena peluru dan akhirnya dia tertembak,&amp;rdquo; tambah Kamin.
&amp;nbsp;
Berbeda dengan pengakuan Sipit, wanita penjual nasi yang rumahnya berdekatan dengan rumah mantri Fauzi, tempat yang digunakan sebagai persembunyian teroris. Sipit awalnya hanya mengira tetangganya berkelahi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Waktu itu sekitar pukul 14.00 WIB saya sedang memarut kelapa, kemudian sambil menunggu dagangan di warung. Tapi tiba-tiba di samping rumah saya dengar seperti orang berkelahi dan tidak lama tiba-tiba satu orang sudah tersungkur masuk ke dalam kolong meja, lalu ada lima kali suara tembakan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, tak berselang lama, tiba-tiba ada dua orang terkapar dengan luka tembak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya pikir orang sedang berkelahi makanya saya diamkan tapi saya kaget begitu melihat ada yang terkapar,&amp;rdquo; tutur Sipit.
&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi, saat ini rumah Fauzi masih dipasang police line. Warga sekitar pun masih terus berdatangan ke lokasi penembakan maupun ke rumah Fauzi untuk mengetahui cerita mengenai penembakan itu.
&amp;nbsp;
Tampak pula empat aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, baik mengenakan seragam maupun pakaian sipil.</content:encoded></item></channel></rss>
