<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 TKW di Malaysia Hilang Setelah Disiksa Majikan</title><description>Manja Yeni (20) warga&amp;nbsp; Desa Kauman, Kecamatan Kandangan, dan Atik (21) warga Desa Kwagean, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia mendadak tidak ada kabarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311339/2-tkw-di-malaysia-hilang-setelah-disiksa-majikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311339/2-tkw-di-malaysia-hilang-setelah-disiksa-majikan"/><item><title>2 TKW di Malaysia Hilang Setelah Disiksa Majikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311339/2-tkw-di-malaysia-hilang-setelah-disiksa-majikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311339/2-tkw-di-malaysia-hilang-setelah-disiksa-majikan</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2010 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/10/340/311339/4JZQFS5fWn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah seorang TKW yang pernah mengalami penyiksaan. (Foto: Sundoyo/Koran SI).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/10/340/311339/4JZQFS5fWn.jpg</image><title>Salah seorang TKW yang pernah mengalami penyiksaan. (Foto: Sundoyo/Koran SI).</title></images><description>KEDIRI - Manja Yeni (20) warga&amp;nbsp; Desa Kauman, Kecamatan Kandangan, dan Atik (21) warga Desa Kwagean, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia mendadak tidak ada kabarnya.Yang memprihatinkan, sebelum tak bisa dihubungi, kedua Pembantu Rumah Tangga ini sering mengeluhkan perlakuan kasar majikannya. Menurut keterangan Mariono, ayah Manja Yeni, anaknya kerap disiksa setiap melakukan kesalahan dalam pekerjaan.&quot;Itu disampaikan saat telepon ke rumah,&quot; ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/3/2010).Sekitar akhir tahun 2008, komunikasi melalui ponsel yang biasanya berlangsung rutin tiba-tiba terputus. Pihak keluarga sudah berusaha menghubungi balik ke nomor yang digunakan Yeni dan Atik. &quot;Namun nomor hp-nya sudah tidak bisa lagi dihubungi,&quot; terang Mariono.Yeni dan Atik menjadi&amp;nbsp; PRT di rumah Subrama, pemilik usaha dekorasi di Kuala Lumpur sejak Agustus 2007. Keduanya diduga menggunakan jalur ilegal. Sebab keduanya tidak dikenakan biaya sepeserpun, termasuk selembarpun dokumen. Yeni dan&amp;nbsp; Atik hanya dikenakan pemotongan gaji sebesar biaya pemberangkatan.&amp;nbsp; Karena saking khawatirnya, Mariono mengaku sempat menghubungi Subrama (majikan). Dari mulut Subrama diperoleh keterangan jika Yeni dan Atik melarikan diri setelah mendengar adanya operasi penertiban TKI ilegal.Namun Mariono tidak mempercayai keterangan itu, mengingat sebelumnya anaknya mengeluh kerap disiksa. Dia justru menduga anaknya kabur karena tidak tahan siksaan. &quot;Dan mungkin karena tidak memiliki dokumen akhirnya ditangkap polisi disana,&quot; terangnya.Kabar terakhir yang diterima Mariono dari Subrama, Yeni dan Atik saat ini tengah menjalani persidangan di Malaysia akibat statusnya yang illegal. Mariono hanya bisa berharap pemerintah bisa memberikan bantuan untuk memulangkan anaknya. &quot;Kalau memang benar siding, artinya anak saya masih hidup. Saya berharap pemerintah bisa membantu memulangkan,&quot; pungkasnya menambahkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.</description><content:encoded>KEDIRI - Manja Yeni (20) warga&amp;nbsp; Desa Kauman, Kecamatan Kandangan, dan Atik (21) warga Desa Kwagean, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia mendadak tidak ada kabarnya.Yang memprihatinkan, sebelum tak bisa dihubungi, kedua Pembantu Rumah Tangga ini sering mengeluhkan perlakuan kasar majikannya. Menurut keterangan Mariono, ayah Manja Yeni, anaknya kerap disiksa setiap melakukan kesalahan dalam pekerjaan.&quot;Itu disampaikan saat telepon ke rumah,&quot; ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/3/2010).Sekitar akhir tahun 2008, komunikasi melalui ponsel yang biasanya berlangsung rutin tiba-tiba terputus. Pihak keluarga sudah berusaha menghubungi balik ke nomor yang digunakan Yeni dan Atik. &quot;Namun nomor hp-nya sudah tidak bisa lagi dihubungi,&quot; terang Mariono.Yeni dan Atik menjadi&amp;nbsp; PRT di rumah Subrama, pemilik usaha dekorasi di Kuala Lumpur sejak Agustus 2007. Keduanya diduga menggunakan jalur ilegal. Sebab keduanya tidak dikenakan biaya sepeserpun, termasuk selembarpun dokumen. Yeni dan&amp;nbsp; Atik hanya dikenakan pemotongan gaji sebesar biaya pemberangkatan.&amp;nbsp; Karena saking khawatirnya, Mariono mengaku sempat menghubungi Subrama (majikan). Dari mulut Subrama diperoleh keterangan jika Yeni dan Atik melarikan diri setelah mendengar adanya operasi penertiban TKI ilegal.Namun Mariono tidak mempercayai keterangan itu, mengingat sebelumnya anaknya mengeluh kerap disiksa. Dia justru menduga anaknya kabur karena tidak tahan siksaan. &quot;Dan mungkin karena tidak memiliki dokumen akhirnya ditangkap polisi disana,&quot; terangnya.Kabar terakhir yang diterima Mariono dari Subrama, Yeni dan Atik saat ini tengah menjalani persidangan di Malaysia akibat statusnya yang illegal. Mariono hanya bisa berharap pemerintah bisa memberikan bantuan untuk memulangkan anaknya. &quot;Kalau memang benar siding, artinya anak saya masih hidup. Saya berharap pemerintah bisa membantu memulangkan,&quot; pungkasnya menambahkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.</content:encoded></item></channel></rss>
