<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Sumut Sweeping Teroris Aceh di Perbatasan</title><description>Kepolisian Resor Langkat melakukan sweeping di perbatasan Sumatera Utara dengan Nanggroe Aceh Darussalam di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311353/polisi-sumut-sweeping-teroris-aceh-di-perbatasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311353/polisi-sumut-sweeping-teroris-aceh-di-perbatasan"/><item><title>Polisi Sumut Sweeping Teroris Aceh di Perbatasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311353/polisi-sumut-sweeping-teroris-aceh-di-perbatasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/10/340/311353/polisi-sumut-sweeping-teroris-aceh-di-perbatasan</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2010 22:29 WIB</pubDate><dc:creator>Adela Eka Putra Marza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/10/340/311353/3jgnYLqmZ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/10/340/311353/3jgnYLqmZ6.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>MEDAN - Kepolisian Resor Langkat melakukan sweeping di perbatasan Sumatera Utara dengan Nanggroe Aceh Darussalam di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. 
&amp;nbsp;
Pemeriksaan dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok teroris dari NAD ke Sumut.  &amp;ldquo;Para teroris tersebut bisa saja keluar dari markas mereka di Aceh dan masuk ke Sumut. Makanya kita melakukan sweeping untuk memperketat keamanan. Selain itu juga untuk menjaga masuknya bantuan untuk para teroris dari luar,&amp;rdquo; ujar Kepala Polres Langkat AKBP Mardiyono saat dihubungi dari Medan, Rabu (10/3/2010).  Sekira 60 personel kepolisian diturunkan dalam sweeping hari ini. Mereka memeriksa seluruh kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas di perbatasan. Petugas juga memeriksa semua kartu indentitas para pengguna jalan dan barang bawaan mereka.  Tim gabungan dari Densus 88 dan Polda NAD sudah menangkap belasan orang yang diduga terlibat teroris di Kabupaten Aceh Besar sejak 20 Februari lalu. 
&amp;nbsp;
Dalam operasi tersebut, polisi menyita belasan ribu peluru, beberapa pucuk senjata jenis AK 47 dan M16, dan berbagai atribut militer. Hingga saat ini, polisi masih memburu sekira 30 terduga teroris lainnya. Diduga mereka masuk ke wilayah perkotaan setelah terpukul mundur dari hutan.</description><content:encoded>MEDAN - Kepolisian Resor Langkat melakukan sweeping di perbatasan Sumatera Utara dengan Nanggroe Aceh Darussalam di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. 
&amp;nbsp;
Pemeriksaan dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok teroris dari NAD ke Sumut.  &amp;ldquo;Para teroris tersebut bisa saja keluar dari markas mereka di Aceh dan masuk ke Sumut. Makanya kita melakukan sweeping untuk memperketat keamanan. Selain itu juga untuk menjaga masuknya bantuan untuk para teroris dari luar,&amp;rdquo; ujar Kepala Polres Langkat AKBP Mardiyono saat dihubungi dari Medan, Rabu (10/3/2010).  Sekira 60 personel kepolisian diturunkan dalam sweeping hari ini. Mereka memeriksa seluruh kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas di perbatasan. Petugas juga memeriksa semua kartu indentitas para pengguna jalan dan barang bawaan mereka.  Tim gabungan dari Densus 88 dan Polda NAD sudah menangkap belasan orang yang diduga terlibat teroris di Kabupaten Aceh Besar sejak 20 Februari lalu. 
&amp;nbsp;
Dalam operasi tersebut, polisi menyita belasan ribu peluru, beberapa pucuk senjata jenis AK 47 dan M16, dan berbagai atribut militer. Hingga saat ini, polisi masih memburu sekira 30 terduga teroris lainnya. Diduga mereka masuk ke wilayah perkotaan setelah terpukul mundur dari hutan.</content:encoded></item></channel></rss>
