<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua RT Belum Pastikan Warga Terima Dulmatin</title><description>Ketua RT 03/06 Dusun Tulakan, Polokarto, Sukoharjo, Muktar Subaridi menyerahkan sepenuhnya kepada warga jika Dulmatin akan dimakamkan di kampung itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/11/340/311379/ketua-rt-belum-pastikan-warga-terima-dulmatin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/11/340/311379/ketua-rt-belum-pastikan-warga-terima-dulmatin"/><item><title>Ketua RT Belum Pastikan Warga Terima Dulmatin</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/11/340/311379/ketua-rt-belum-pastikan-warga-terima-dulmatin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/11/340/311379/ketua-rt-belum-pastikan-warga-terima-dulmatin</guid><pubDate>Kamis 11 Maret 2010 04:36 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/11/340/311379/VI3y8TLRGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Rabu (10/3), mengumumkan salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang, Banten, adalah Dulmatin alias Joko Pitono alias Umar Usman. (Foto: Heru Haryono/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/11/340/311379/VI3y8TLRGo.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Rabu (10/3), mengumumkan salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang, Banten, adalah Dulmatin alias Joko Pitono alias Umar Usman. (Foto: Heru Haryono/okezone)</title></images><description>SOLO - Ketua RT 03/06 Dusun Tulakan, Polokarto, Sukoharjo, Muktar Subaridi menyerahkan sepenuhnya kepada warga jika Dulmatin akan dimakamkan di kampung itu.
&amp;nbsp;
Muktar mengaku belum mengetahu bagaimana respons warga jika Istiada Istiada H Oemar Sovie, istri Dulmatin, ingin memakamkan suaminya di dusun itu
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dulmatin itu kan bukan orang sini, saya serahkan kepada warga. Apakah menerima atau tidak,&amp;rdquo; tuturnya, Rabu kemarin.
&amp;nbsp;
Muktar menyatakan Istiada sendiri baru pindah dari Pemalang ke Sukoharjo. Selain warga baru, dokumen kepindahannya pun belum lengkap. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang saya tahu, anak bungsu Istiada itu kelahiran Mindano, Filipina. Sedangkan anak-anaknya yang lima lahir di Solo dan lainnya lahir di Pemalang,&amp;rdquo; tambah dia.
&amp;nbsp;
Muktar sendiri mengaku baru mengetahui suami Istiada adalah Dulmatin setelah dusunnya didatangi wartawan. Sebab, selama satu bulan sejak kedatangan di kampungnya, tidak ada orang asing yang memantau rumah Istiada. 
&amp;nbsp;
Sementara itu, kediaman Istiada sendiri tertutup rapat. Di pintu depan rumahnya terpasang tulisan &amp;ldquo;Tidak Melayani Wawancara Wartawan&amp;rdquo;. </description><content:encoded>SOLO - Ketua RT 03/06 Dusun Tulakan, Polokarto, Sukoharjo, Muktar Subaridi menyerahkan sepenuhnya kepada warga jika Dulmatin akan dimakamkan di kampung itu.
&amp;nbsp;
Muktar mengaku belum mengetahu bagaimana respons warga jika Istiada Istiada H Oemar Sovie, istri Dulmatin, ingin memakamkan suaminya di dusun itu
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dulmatin itu kan bukan orang sini, saya serahkan kepada warga. Apakah menerima atau tidak,&amp;rdquo; tuturnya, Rabu kemarin.
&amp;nbsp;
Muktar menyatakan Istiada sendiri baru pindah dari Pemalang ke Sukoharjo. Selain warga baru, dokumen kepindahannya pun belum lengkap. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang saya tahu, anak bungsu Istiada itu kelahiran Mindano, Filipina. Sedangkan anak-anaknya yang lima lahir di Solo dan lainnya lahir di Pemalang,&amp;rdquo; tambah dia.
&amp;nbsp;
Muktar sendiri mengaku baru mengetahui suami Istiada adalah Dulmatin setelah dusunnya didatangi wartawan. Sebab, selama satu bulan sejak kedatangan di kampungnya, tidak ada orang asing yang memantau rumah Istiada. 
&amp;nbsp;
Sementara itu, kediaman Istiada sendiri tertutup rapat. Di pintu depan rumahnya terpasang tulisan &amp;ldquo;Tidak Melayani Wawancara Wartawan&amp;rdquo;. </content:encoded></item></channel></rss>
