<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembak Mati Ditempat Tak Bikin Teroris Gentar</title><description>Tindakan Densus 88 menembak mati sejumlah buron teroris tidak akan membuat takut para rekan dan anak buah mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311898/tembak-mati-ditempat-tak-bikin-teroris-gentar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311898/tembak-mati-ditempat-tak-bikin-teroris-gentar"/><item><title>Tembak Mati Ditempat Tak Bikin Teroris Gentar</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311898/tembak-mati-ditempat-tak-bikin-teroris-gentar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311898/tembak-mati-ditempat-tak-bikin-teroris-gentar</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2010 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/12/337/311898/uYhJpyQ7FX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/12/337/311898/uYhJpyQ7FX.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tindakan Densus 88 menembak mati sejumlah buron teroris tidak akan membuat takut para rekan dan anak buah mereka. Sebaliknya para teroris akan gembira karena bisa mati di medan tempur.&amp;ldquo;Karena mereka yakin bila mati tertembak akan masuk surga. Jadi tindakan Densus menembak mati teroris tidak menyelesaikan masalah. Bahkan memunculkan dendam-dendam baru,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra kepada okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).Tindakan main tembak, kata Yusron, juga sangat tidak strategis. Sebab buron teroris akan lebih berguna bila ditangkap dalam kondisi hidup. Tentu saja kecuali apabila mereka melakukan perlawanan yang membahayakan aparat.&amp;ldquo;Tapi di warnet Multiplus kemarin kan Dulmatin hanya sendirian, senjatanya juga cuma revolver, kenapa tidak bisa dibekuk hidup-hidup dan malah ditembak di dada,&amp;rdquo; tanyanya.Yusron melihat kebijakan tembak ditempat kepada para teroris tidak bersifat kasuistis. Buktinya hampir dalam setiap kesempatan, para gembong teroris pasti ditembak mati saat penggerebekan.Dalam kaitan ini, seolah-olah tidak berlaku asas praduga tak bersalah bagi orang-orang yang diduga sebagai teroris. &amp;ldquo;Para ahli dibidang hukum akan mengugat masalah ini dan bukan berarti mereka pro teroris,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tindakan Densus 88 menembak mati sejumlah buron teroris tidak akan membuat takut para rekan dan anak buah mereka. Sebaliknya para teroris akan gembira karena bisa mati di medan tempur.&amp;ldquo;Karena mereka yakin bila mati tertembak akan masuk surga. Jadi tindakan Densus menembak mati teroris tidak menyelesaikan masalah. Bahkan memunculkan dendam-dendam baru,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra kepada okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).Tindakan main tembak, kata Yusron, juga sangat tidak strategis. Sebab buron teroris akan lebih berguna bila ditangkap dalam kondisi hidup. Tentu saja kecuali apabila mereka melakukan perlawanan yang membahayakan aparat.&amp;ldquo;Tapi di warnet Multiplus kemarin kan Dulmatin hanya sendirian, senjatanya juga cuma revolver, kenapa tidak bisa dibekuk hidup-hidup dan malah ditembak di dada,&amp;rdquo; tanyanya.Yusron melihat kebijakan tembak ditempat kepada para teroris tidak bersifat kasuistis. Buktinya hampir dalam setiap kesempatan, para gembong teroris pasti ditembak mati saat penggerebekan.Dalam kaitan ini, seolah-olah tidak berlaku asas praduga tak bersalah bagi orang-orang yang diduga sebagai teroris. &amp;ldquo;Para ahli dibidang hukum akan mengugat masalah ini dan bukan berarti mereka pro teroris,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
