<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangani Teroris, Densus Tak Perlu 100 % Tiru AS </title><description>Kebijakan tembak ditempat oleh aparat Densus 88 kepada para teroris dinilai berlebihan. Dalam kaitan ini, Densus 88 tidak perlu 100 persen mengadopsi strategi AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311904/tangani-teroris-densus-tak-perlu-100-tiru-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311904/tangani-teroris-densus-tak-perlu-100-tiru-as"/><item><title>Tangani Teroris, Densus Tak Perlu 100 % Tiru AS </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311904/tangani-teroris-densus-tak-perlu-100-tiru-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/12/337/311904/tangani-teroris-densus-tak-perlu-100-tiru-as</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2010 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/12/337/311904/WLdRgNdZET.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/12/337/311904/WLdRgNdZET.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Kebijakan tembak ditempat oleh aparat Densus 88 kepada para teroris dinilai berlebihan. Dalam kaitan ini, Densus 88 tidak perlu 100 persen mengadopsi strategi AS.&amp;ldquo;Kita tidak harus 100 persen mengikuti metode AS dalam menangani terorisme. Kita perlu pendekatan sendiri, khas kita,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).Strategi berbeda dan lebih baik dalam menangani teroris, menurut Yusron, bisa dirumuskan Pemerintah Indonesia. Karena pemahaman terhadap dunia Islam Pemerintah Indonesia lebih baik ketimbang Pemerintah AS.&amp;ldquo;Kalau serius menghabisi teroris, jangan dengan cara kekerasan, tapi diperbaiki, dikikis dengan memperbaiki jalan pikiran orang,&amp;rdquo; ujarnya.Seorang mantan teroris, kata Yusron, akan sangat berguna dalam menyadarkan keluarga dan anak buahnya bila jalan yang mereka salah. &quot;Tapi bila mereka ditembak mati, akan memunculkan dendam dari anak buah dan keluarganya dan akhirnya siklus teroris tak akan putus,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Kebijakan tembak ditempat oleh aparat Densus 88 kepada para teroris dinilai berlebihan. Dalam kaitan ini, Densus 88 tidak perlu 100 persen mengadopsi strategi AS.&amp;ldquo;Kita tidak harus 100 persen mengikuti metode AS dalam menangani terorisme. Kita perlu pendekatan sendiri, khas kita,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).Strategi berbeda dan lebih baik dalam menangani teroris, menurut Yusron, bisa dirumuskan Pemerintah Indonesia. Karena pemahaman terhadap dunia Islam Pemerintah Indonesia lebih baik ketimbang Pemerintah AS.&amp;ldquo;Kalau serius menghabisi teroris, jangan dengan cara kekerasan, tapi diperbaiki, dikikis dengan memperbaiki jalan pikiran orang,&amp;rdquo; ujarnya.Seorang mantan teroris, kata Yusron, akan sangat berguna dalam menyadarkan keluarga dan anak buahnya bila jalan yang mereka salah. &quot;Tapi bila mereka ditembak mati, akan memunculkan dendam dari anak buah dan keluarganya dan akhirnya siklus teroris tak akan putus,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
