<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Anggota HTI Jatim Serbu Konjen AS</title><description>Sebanyak 5.000 anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur turun ke jalan menggelar aksi penolakan rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/14/340/312385/ribuan-anggota-hti-jatim-serbu-konjen-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/14/340/312385/ribuan-anggota-hti-jatim-serbu-konjen-as"/><item><title>Ribuan Anggota HTI Jatim Serbu Konjen AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/14/340/312385/ribuan-anggota-hti-jatim-serbu-konjen-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/14/340/312385/ribuan-anggota-hti-jatim-serbu-konjen-as</guid><pubDate>Minggu 14 Maret 2010 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Samudra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/14/340/312385/B4zqrmMJ9l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Barack Obama</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/14/340/312385/B4zqrmMJ9l.jpg</image><title>Presiden AS Barack Obama</title></images><description>SURABAYA - Aksi unjuk rasa menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia terus bergulir. Kali ini, 5.000 anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur turun ke jalan melakukan aksi penolakan itu.
&amp;nbsp;
Sejak pukul 10.00 WIB, 5.000 anggota HTI Jatim menggelar aksi damai di depan kantor Komjen AS yang terletak di Jalan dr Soetomo, Surabaya. Dalam aksinya, mereka menolak rencana kedatangan Obama yang dijadwalkan pada 20-22 Maret.
&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi, Minggu (14/3/2010), aksi yang diawali dari Taman Bungkul sampai depan Masjid Al Falah, Jalan Raya Darmo itu membuat ruas jalan tersebut ditutup sementara. Sehingga, lalu lintas dari arah Wonokromo ke arah kota terpaksa dialihkan ke Jalan Diponegoro.
&amp;nbsp;
Begitu pula jalur di depan Konjen AS, Jalan dr Soetomo, Surabaya juga ditutup sementara dan dialihkan ke Jalan Kartini. Hal ini disebabkan jumlah pengunjuk rasa cukup banyak.
&amp;nbsp;
Dalam aksinya, massa berorasi dengan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Tak ketinggalan massa yang mengenakan busana muslim, baik pria maupun wanita, menggelar aksi teaterikal. Serta membawa berbagai macam tulisan yang berisi penolakan terhadap kedatangan Obama.
&amp;nbsp;
Meski berjalan damai namun aksi ini mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian.</description><content:encoded>SURABAYA - Aksi unjuk rasa menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia terus bergulir. Kali ini, 5.000 anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur turun ke jalan melakukan aksi penolakan itu.
&amp;nbsp;
Sejak pukul 10.00 WIB, 5.000 anggota HTI Jatim menggelar aksi damai di depan kantor Komjen AS yang terletak di Jalan dr Soetomo, Surabaya. Dalam aksinya, mereka menolak rencana kedatangan Obama yang dijadwalkan pada 20-22 Maret.
&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi, Minggu (14/3/2010), aksi yang diawali dari Taman Bungkul sampai depan Masjid Al Falah, Jalan Raya Darmo itu membuat ruas jalan tersebut ditutup sementara. Sehingga, lalu lintas dari arah Wonokromo ke arah kota terpaksa dialihkan ke Jalan Diponegoro.
&amp;nbsp;
Begitu pula jalur di depan Konjen AS, Jalan dr Soetomo, Surabaya juga ditutup sementara dan dialihkan ke Jalan Kartini. Hal ini disebabkan jumlah pengunjuk rasa cukup banyak.
&amp;nbsp;
Dalam aksinya, massa berorasi dengan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Tak ketinggalan massa yang mengenakan busana muslim, baik pria maupun wanita, menggelar aksi teaterikal. Serta membawa berbagai macam tulisan yang berisi penolakan terhadap kedatangan Obama.
&amp;nbsp;
Meski berjalan damai namun aksi ini mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian.</content:encoded></item></channel></rss>
