<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU Diminta Tengahi Konflik PKB</title><description>Kemandekan dalam rekonsiliasi konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong keprihatinan dari Massa Muda Nahdlatul Ulama (NU).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/17/339/313231/pbnu-diminta-tengahi-konflik-pkb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/17/339/313231/pbnu-diminta-tengahi-konflik-pkb"/><item><title>PBNU Diminta Tengahi Konflik PKB</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/17/339/313231/pbnu-diminta-tengahi-konflik-pkb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/17/339/313231/pbnu-diminta-tengahi-konflik-pkb</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2010 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dadan Muhammad Ramdan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/17/339/313231/oqEcJ3Vwuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lambang PKB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/17/339/313231/oqEcJ3Vwuw.jpg</image><title>Lambang PKB</title></images><description>JAKARTA - Kemandekan dalam rekonsiliasi konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong keprihatinan dari Massa Muda Nahdlatul Ulama (NU).&amp;nbsp;Untuk itu, Massa Muda NU menggelar unjuk rasa damai di Kantor PB NU, Jakarta, Rabu (17/3/2010), sebagai dorongan moral agar PBNU segera mengambil alih penyelesaian konflik internal PKB dalam momentum Muktamar NU di Makassar nanti.&quot;Ya kami akan demo di PBNU. Tujuannya mendesak PBNU untuk mengagendakan dalam Muktamar NU di Makassar dan mengambil alih penyelesaian konflik internal PKB,&quot; papar Bambang S dari kubu PKB Gus Dur.Menurut dia, selama ini penyelesaian kisruh di tubuh PKB terjadi kemandekan sehingga bila tetap dibiarkan akan berdampak buruk terhadap PKB dan NU ke depannya. &quot;PBNU sebagai institusi yang melahirkan PKB harus segera bertindak untuk mengambil alih penyelesaian konflik internal dengan cara-cara NU,&quot; pinta Bambang.Sebab, kata dia, penyelesaian melalui jalur hukum saat ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bukan cara-cara NU. &quot;Untuk itu di muktamar harus diagendakan masalah ini dan siapa pun ketua yang terpilih nanti harus ditaati,&quot; tandas Bambang.Bambang melihat, penyelesaian konflik PKB dengan PBNU turun tangan langsung merupakan solusi terbaik yang diharapkan keputusannya dapat diterima oleh semua pihak.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kemandekan dalam rekonsiliasi konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong keprihatinan dari Massa Muda Nahdlatul Ulama (NU).&amp;nbsp;Untuk itu, Massa Muda NU menggelar unjuk rasa damai di Kantor PB NU, Jakarta, Rabu (17/3/2010), sebagai dorongan moral agar PBNU segera mengambil alih penyelesaian konflik internal PKB dalam momentum Muktamar NU di Makassar nanti.&quot;Ya kami akan demo di PBNU. Tujuannya mendesak PBNU untuk mengagendakan dalam Muktamar NU di Makassar dan mengambil alih penyelesaian konflik internal PKB,&quot; papar Bambang S dari kubu PKB Gus Dur.Menurut dia, selama ini penyelesaian kisruh di tubuh PKB terjadi kemandekan sehingga bila tetap dibiarkan akan berdampak buruk terhadap PKB dan NU ke depannya. &quot;PBNU sebagai institusi yang melahirkan PKB harus segera bertindak untuk mengambil alih penyelesaian konflik internal dengan cara-cara NU,&quot; pinta Bambang.Sebab, kata dia, penyelesaian melalui jalur hukum saat ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bukan cara-cara NU. &quot;Untuk itu di muktamar harus diagendakan masalah ini dan siapa pun ketua yang terpilih nanti harus ditaati,&quot; tandas Bambang.Bambang melihat, penyelesaian konflik PKB dengan PBNU turun tangan langsung merupakan solusi terbaik yang diharapkan keputusannya dapat diterima oleh semua pihak.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
