<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Muda-Mudi Ciuman Massal di Bali</title><description>Puluhan muda-mudi saling mencium dalam acara omed-omedan sebagai bagian tradisi perayaan Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1932 di Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/17/340/313436/puluhan-muda-mudi-ciuman-massal-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/17/340/313436/puluhan-muda-mudi-ciuman-massal-di-bali"/><item><title>Puluhan Muda-Mudi Ciuman Massal di Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/17/340/313436/puluhan-muda-mudi-ciuman-massal-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/17/340/313436/puluhan-muda-mudi-ciuman-massal-di-bali</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2010 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/17/340/313436/H2JhxXsfKR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/17/340/313436/H2JhxXsfKR.jpg</image><title>ist</title></images><description>DENPASAR - Puluhan muda-mudi saling mencium  dalam acara omed-omedan sebagai bagian tradisi perayaan Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1932 di Bali.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Tradisi unik  ini dikemas dalam acara bertajuk Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2010 yang digelar di Banjar Kaja Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan, sore ini.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Panitia I Putu Wiranata Jaya, kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan nilai seni dan  budaya juga untuk memupuk kebersamaan. &amp;ldquo;Kegiatan ini memiliki nilai sakral karena terkait susuhunan di Pura Banjar ujar dia,&amp;rdquo; Rabu (17/03/2010).
&amp;nbsp;
Warga setempat secara turun temurun menggelar tradisi ini yang jatuh sehari setelah nyepi atau ngambek geni. Dalam acara ini para muda-mudi berbaris dan berputar putar. Mereka diminta memilih siapa yang disukai.
&amp;nbsp;
Di antara mereka kemudian maju bersaman saat bertemu kemudian berpelukan sesaat namun harus melepaskan kembali. Tak jarang karena larut dalm acara tersebut mereka enggan melepaskan pelukan dan ciumannya. Karenanya  harus ditarik para  pemuda  lainnnya sehingga terjadi tarik tarikan. Inilah puncak dan daya tarik tradisi tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menolak tudingan negatif seolah olah omed omedan identik dengan ciuman,&amp;rdquo; tandas  Wiranata.
&amp;nbsp;
Seorang peserta Putu Ayu Puspa (23) dan adiknya Kadek Wandayani, mengaku dua kali ikut acara ini. &amp;ldquo;Saya awalnya takut tapi orang tua mendorong tampil, lagian tidak mesti dapat cium kok,&amp;rdquo; katanya tersipu.
&amp;nbsp;
Acara diawali tarian janger dan penampilan barong dari kesenian warga setempat. Kegiatan ini mendapat sambutan luas ribuan warga Denpasar. Tampak Wali Kota Rai Mantra dan anggota DPD Kadek Arimbawa hadir melihat acara tahunan tersebut.</description><content:encoded>DENPASAR - Puluhan muda-mudi saling mencium  dalam acara omed-omedan sebagai bagian tradisi perayaan Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1932 di Bali.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Tradisi unik  ini dikemas dalam acara bertajuk Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2010 yang digelar di Banjar Kaja Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan, sore ini.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Panitia I Putu Wiranata Jaya, kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan nilai seni dan  budaya juga untuk memupuk kebersamaan. &amp;ldquo;Kegiatan ini memiliki nilai sakral karena terkait susuhunan di Pura Banjar ujar dia,&amp;rdquo; Rabu (17/03/2010).
&amp;nbsp;
Warga setempat secara turun temurun menggelar tradisi ini yang jatuh sehari setelah nyepi atau ngambek geni. Dalam acara ini para muda-mudi berbaris dan berputar putar. Mereka diminta memilih siapa yang disukai.
&amp;nbsp;
Di antara mereka kemudian maju bersaman saat bertemu kemudian berpelukan sesaat namun harus melepaskan kembali. Tak jarang karena larut dalm acara tersebut mereka enggan melepaskan pelukan dan ciumannya. Karenanya  harus ditarik para  pemuda  lainnnya sehingga terjadi tarik tarikan. Inilah puncak dan daya tarik tradisi tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menolak tudingan negatif seolah olah omed omedan identik dengan ciuman,&amp;rdquo; tandas  Wiranata.
&amp;nbsp;
Seorang peserta Putu Ayu Puspa (23) dan adiknya Kadek Wandayani, mengaku dua kali ikut acara ini. &amp;ldquo;Saya awalnya takut tapi orang tua mendorong tampil, lagian tidak mesti dapat cium kok,&amp;rdquo; katanya tersipu.
&amp;nbsp;
Acara diawali tarian janger dan penampilan barong dari kesenian warga setempat. Kegiatan ini mendapat sambutan luas ribuan warga Denpasar. Tampak Wali Kota Rai Mantra dan anggota DPD Kadek Arimbawa hadir melihat acara tahunan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
