<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orangtua Sesalkan Pelaku Dibebaskan</title><description>Tankoen Louw alias Obet, orangtua mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) Listya Magdalena (18), korban penusukan oleh temannya, menyesalkan sikap pihak kepolisian yang membebaskan pelaku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/19/338/314145/orangtua-sesalkan-pelaku-dibebaskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/19/338/314145/orangtua-sesalkan-pelaku-dibebaskan"/><item><title>Orangtua Sesalkan Pelaku Dibebaskan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/19/338/314145/orangtua-sesalkan-pelaku-dibebaskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/19/338/314145/orangtua-sesalkan-pelaku-dibebaskan</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2010 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/19/338/314145/VMGlNMX2Pc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listya Magdalena</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/19/338/314145/VMGlNMX2Pc.jpg</image><title>Listya Magdalena</title></images><description>JAKARTA - Tankoen Louw alias Obet, orangtua mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) Listya Magdalena (18), korban penusukan oleh temannya, menyesalkan sikap pihak kepolisian yang membebaskan pelaku.&amp;nbsp;Obet mengaku, sudah berbicara dengan Kanit Reskrim Polsek Kembangan Ipda Alexander. Menurut Alexander kepada Obet, alasan dibebaskan si pelaku karena kejadian terjadi di dalam mobil dan tidak ada yang melihat. Kondisi ini dinilai Alexander, belum cukup bukti untuk menahan pelaku.&quot;Anak saya yang hampir mati kan buktinya. Kok bilang tidak ada bukti? Saya minta keadilan. Pisau itu pisau buah milik pelaku dan pelaku mengajak anak saya untuk jalan,&quot; kata Obet di RS Puri Indah, Kembangan, Jakarta, Jumat (19/3/2010).Lebih lanjut dia mengatakan, pelaku sudah membuat opini publik bahwa seakan-akan anaknya yang akan melakukan penusukan. &quot;Kasian anak saya, istri saya nangis-nangis,&quot; terang Obet.Menurut dia, keluarga pelaku sudah menyewa jasa pengacara untuk membelanya. &quot;Saya juga tak mau kalah, saya bawa pengacara juga,&quot; ujar dia yang meluruskan anaknya mengalami 17 tusukan bukan 13 seperti yang diberitakan.Dengan bukti luka tusukan yang cukup banyak, Obet menduga, pelaku memang punya niat untuk membunuh anaknya. &quot;Apakah itu (tusukan) membuktikan ada niat membunuh anak saya? Anak saya pun mengatakan demikian kepada saya,&quot; pungkasnya.Hal senada dikemukan Bertha, teman korban. Dia mempertanyakan tindakan polisi yang tidak menahan pelaku.  &quot;Kenapa pelakunya malah dibebaska oleh polisi. Apa karena dia orang kaya?&quot; ketusnya.Sekadar diketahui, Listya ditusuk berkali-kali oleh rekannya, Maisya Natalia (18), kemarin. Belum diketahui motif Maisya melakukan perbuatan kalap tersebut. Namun petugas Polsek Kembangan kepada wartawan kemarin, menduga peristiwa tersebut terjadi dilatarbelakangi urusan asmara.Kronologis sementara yang diperoleh okezone, pelaku menumpang mobil korban, Toyota Yaris nomor polisi B 1733 BFP. Setibanya di Puri Kembangan, kedua perempuan muda ini terlibat pertengkaran hebat. Mereka cek-cok hingga akhirnya berakhir dengan penusukan pelaku kepada korban.</description><content:encoded>JAKARTA - Tankoen Louw alias Obet, orangtua mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) Listya Magdalena (18), korban penusukan oleh temannya, menyesalkan sikap pihak kepolisian yang membebaskan pelaku.&amp;nbsp;Obet mengaku, sudah berbicara dengan Kanit Reskrim Polsek Kembangan Ipda Alexander. Menurut Alexander kepada Obet, alasan dibebaskan si pelaku karena kejadian terjadi di dalam mobil dan tidak ada yang melihat. Kondisi ini dinilai Alexander, belum cukup bukti untuk menahan pelaku.&quot;Anak saya yang hampir mati kan buktinya. Kok bilang tidak ada bukti? Saya minta keadilan. Pisau itu pisau buah milik pelaku dan pelaku mengajak anak saya untuk jalan,&quot; kata Obet di RS Puri Indah, Kembangan, Jakarta, Jumat (19/3/2010).Lebih lanjut dia mengatakan, pelaku sudah membuat opini publik bahwa seakan-akan anaknya yang akan melakukan penusukan. &quot;Kasian anak saya, istri saya nangis-nangis,&quot; terang Obet.Menurut dia, keluarga pelaku sudah menyewa jasa pengacara untuk membelanya. &quot;Saya juga tak mau kalah, saya bawa pengacara juga,&quot; ujar dia yang meluruskan anaknya mengalami 17 tusukan bukan 13 seperti yang diberitakan.Dengan bukti luka tusukan yang cukup banyak, Obet menduga, pelaku memang punya niat untuk membunuh anaknya. &quot;Apakah itu (tusukan) membuktikan ada niat membunuh anak saya? Anak saya pun mengatakan demikian kepada saya,&quot; pungkasnya.Hal senada dikemukan Bertha, teman korban. Dia mempertanyakan tindakan polisi yang tidak menahan pelaku.  &quot;Kenapa pelakunya malah dibebaska oleh polisi. Apa karena dia orang kaya?&quot; ketusnya.Sekadar diketahui, Listya ditusuk berkali-kali oleh rekannya, Maisya Natalia (18), kemarin. Belum diketahui motif Maisya melakukan perbuatan kalap tersebut. Namun petugas Polsek Kembangan kepada wartawan kemarin, menduga peristiwa tersebut terjadi dilatarbelakangi urusan asmara.Kronologis sementara yang diperoleh okezone, pelaku menumpang mobil korban, Toyota Yaris nomor polisi B 1733 BFP. Setibanya di Puri Kembangan, kedua perempuan muda ini terlibat pertengkaran hebat. Mereka cek-cok hingga akhirnya berakhir dengan penusukan pelaku kepada korban.</content:encoded></item></channel></rss>
