<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robert Tantular Diinterogasi Soal Dana USD18 Ribu</title><description>Mantan Komisaris Bank Century Robert Tantular selesai diperiksa KPK, Jumat (19/3/2010) malam. Selama 11 jam, Robert diperiksa seputar dana dari pengusaha Boedi Sampurna senilai USD18 ribu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/19/339/314313/robert-tantular-diinterogasi-soal-dana-usd18-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/19/339/314313/robert-tantular-diinterogasi-soal-dana-usd18-ribu"/><item><title>Robert Tantular Diinterogasi Soal Dana USD18 Ribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/19/339/314313/robert-tantular-diinterogasi-soal-dana-usd18-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/19/339/314313/robert-tantular-diinterogasi-soal-dana-usd18-ribu</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2010 23:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rosmiyati Dewi Kandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/19/339/314313/dSL4j9DHo5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robert Tantular (Foto: Heru haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/19/339/314313/dSL4j9DHo5.jpg</image><title>Robert Tantular (Foto: Heru haryono/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Komisaris Bank Century Robert Tantular selesai diperiksa KPK, Jumat (19/3/2010) malam. Selama 11 jam, Robert diperiksa seputar dana dari pengusaha Boedi Sampurna senilai USD18 ribu.&amp;ldquo;Mengenai yang USD18 juta, pinjaman saya kepada Pak Boedi Sampurna. Ya ini oleh KPK dilakukan pendalaman. Kalau ini memang pinjaman kenapa dibayar oleh Bank Mutiara, dengan dana dari LPS USD18 juta itu. Itu baru sampai di sana,&amp;rdquo; ujar Robert di saat keluar dari Gedung KPK, Jumat (19/3/2010).Robert pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap bailout Century yang sebab terdapat selisih yang signifikan antara kerugian Bank Century dengan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&amp;ldquo;Betul (kecewa). Karena mengenai aliran dan jelas-jelas saya tidak tahu. Saya sudah ditahan dari 25 November 2008. Sekarang dari penemuan audit BPK, itu kerugian Bank Century Rp5,8 triliun, tetapi yang oleh LPS diberitakan kerugian Rp7,3 triliun. Itu saja sudah beda Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; keluh Robert.Dengan nilai kerugian sebesar Rp7,3 triliun, lanjut Robert, LPS sudah menyetor modal kepada Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. &amp;ldquo;Nah ini penemuan BPK sendiri menyatakan kerugiannya hanya Rp5,8 triliun. Ini sama sekali tidak dibuka di pansus, tidak dilanjutkan, ya ini ke mana,&amp;rdquo; jelas dia.Padahal, menurut dia, penyelidikan yang diperlukan adalah ke mana saja aliran dana  sebesar Rp6,7 triliun, baru setelah itu dicari cara pengembaliannya. &amp;ldquo;Nah ini yang sama sekali belum disentuh,&amp;rdquo; tegasnya.Robert pun tidak berani menduga-duga kemana saja aliran dana tersebut. Namun yang pasti, kata dia, kalau benar ada selisih senilai Rp1,5 triliun sebaiknya dana itu dikembalikan dulu ke LPS. &amp;ldquo;Minimal kan berarti sudah berkurang Rp6,7 triliun dikurang Rp1,5 triliun kan sudah berkurang,&amp;rdquo; jelas Robert.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Komisaris Bank Century Robert Tantular selesai diperiksa KPK, Jumat (19/3/2010) malam. Selama 11 jam, Robert diperiksa seputar dana dari pengusaha Boedi Sampurna senilai USD18 ribu.&amp;ldquo;Mengenai yang USD18 juta, pinjaman saya kepada Pak Boedi Sampurna. Ya ini oleh KPK dilakukan pendalaman. Kalau ini memang pinjaman kenapa dibayar oleh Bank Mutiara, dengan dana dari LPS USD18 juta itu. Itu baru sampai di sana,&amp;rdquo; ujar Robert di saat keluar dari Gedung KPK, Jumat (19/3/2010).Robert pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap bailout Century yang sebab terdapat selisih yang signifikan antara kerugian Bank Century dengan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&amp;ldquo;Betul (kecewa). Karena mengenai aliran dan jelas-jelas saya tidak tahu. Saya sudah ditahan dari 25 November 2008. Sekarang dari penemuan audit BPK, itu kerugian Bank Century Rp5,8 triliun, tetapi yang oleh LPS diberitakan kerugian Rp7,3 triliun. Itu saja sudah beda Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; keluh Robert.Dengan nilai kerugian sebesar Rp7,3 triliun, lanjut Robert, LPS sudah menyetor modal kepada Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. &amp;ldquo;Nah ini penemuan BPK sendiri menyatakan kerugiannya hanya Rp5,8 triliun. Ini sama sekali tidak dibuka di pansus, tidak dilanjutkan, ya ini ke mana,&amp;rdquo; jelas dia.Padahal, menurut dia, penyelidikan yang diperlukan adalah ke mana saja aliran dana  sebesar Rp6,7 triliun, baru setelah itu dicari cara pengembaliannya. &amp;ldquo;Nah ini yang sama sekali belum disentuh,&amp;rdquo; tegasnya.Robert pun tidak berani menduga-duga kemana saja aliran dana tersebut. Namun yang pasti, kata dia, kalau benar ada selisih senilai Rp1,5 triliun sebaiknya dana itu dikembalikan dulu ke LPS. &amp;ldquo;Minimal kan berarti sudah berkurang Rp6,7 triliun dikurang Rp1,5 triliun kan sudah berkurang,&amp;rdquo; jelas Robert.</content:encoded></item></channel></rss>
