<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ambil Saja Harta, Tapi Jangan Lukai Kami&quot;</title><description>Rumah Direktur Bisnis Bank Mega Syariah di Jalan Batu Ampar RT 5 RW 07 Nomor 9B Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta, subuh tadi, menjadi target aksi kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/20/338/314462/ambil-saja-harta-tapi-jangan-lukai-kami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/20/338/314462/ambil-saja-harta-tapi-jangan-lukai-kami"/><item><title>&quot;Ambil Saja Harta, Tapi Jangan Lukai Kami&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/20/338/314462/ambil-saja-harta-tapi-jangan-lukai-kami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/20/338/314462/ambil-saja-harta-tapi-jangan-lukai-kami</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2010 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Isfari Hikmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/20/338/314462/Th8MUdqq2t.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/20/338/314462/Th8MUdqq2t.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Rumah Direktur Bisnis Bank Mega Syariah di Jalan Batu Ampar RT 5 RW 07 Nomor 9B Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta, subuh tadi, menjadi target aksi kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam.
&amp;nbsp;
Rampok berhasil menggasak harta benda hampir senilai Rp200 juta bahkan isu yang beredar mencapai Rp3 miliar, di samping sejumlah dokumen penting.
&amp;nbsp;
Namun pemilik rumah dan penghuni lainnya yang sempat diikat dan disekat selamat tidak mengalami penganiayaan, meski sempat memberikan perlawanan dan berteriak minta tolong.
&amp;nbsp;
&quot;Sempat teriak, karena diancam akhirnya memohon sama pelaku ambil saja harta, tapi jangan lukai kami,&quot; tutur Andi, petugas keamanan rumah menirukan apa yang diucapkan majikanya kepada kawanan penjahat yang beraksi tanpa tutup kepala itu di TKP, Sabtu (20/3/2010).
&amp;nbsp;
Menurut dia yang baru bertugas pascaperampokan, karena permintaan itu perampok tidak melakukan kekerasan terhadap korbannya. &quot;Makanya tak ada yang luka sedikitpun hanya diikat,&quot; imbuh Andi.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dia menceritakan, setelah berhasil membobol pintu pagar dan rumah, pelaku langsung naik ke lantai dua dan masuk kemar tidur. &quot;Saat itu Pak Sofian Pane masih terjaga dan habis buang air. Jadi pintu tak terkunci,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Namun seorang anaknya yang tertidur di kamar sebelahnya luput dari aksi rampok. &quot;Dia tak tahu apa apa dalam kejadian ini karena tertidur,&quot; ungkap Andi yang menyebutkan majikannya punya tiga anak, satu perempuan dan dua laki-laki.
&amp;nbsp;
Sambung Andi, saat kejadian, hanya ada anak ketiga cowok yang ada di rumah, sedangkan dua kakanya tidak ada kerena kuliah di luar kota.
&amp;nbsp;
Saat ditanya mengenai ciri-ciri pelaku, dia menjelaskan rata-rata masih berusia muda. &quot;Perawakannya ada yang kecil, kurus, tinggi dan berambut keriting. Tapi semuanya masih muda-muda,&quot; beber Andi.</description><content:encoded>JAKARTA - Rumah Direktur Bisnis Bank Mega Syariah di Jalan Batu Ampar RT 5 RW 07 Nomor 9B Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta, subuh tadi, menjadi target aksi kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam.
&amp;nbsp;
Rampok berhasil menggasak harta benda hampir senilai Rp200 juta bahkan isu yang beredar mencapai Rp3 miliar, di samping sejumlah dokumen penting.
&amp;nbsp;
Namun pemilik rumah dan penghuni lainnya yang sempat diikat dan disekat selamat tidak mengalami penganiayaan, meski sempat memberikan perlawanan dan berteriak minta tolong.
&amp;nbsp;
&quot;Sempat teriak, karena diancam akhirnya memohon sama pelaku ambil saja harta, tapi jangan lukai kami,&quot; tutur Andi, petugas keamanan rumah menirukan apa yang diucapkan majikanya kepada kawanan penjahat yang beraksi tanpa tutup kepala itu di TKP, Sabtu (20/3/2010).
&amp;nbsp;
Menurut dia yang baru bertugas pascaperampokan, karena permintaan itu perampok tidak melakukan kekerasan terhadap korbannya. &quot;Makanya tak ada yang luka sedikitpun hanya diikat,&quot; imbuh Andi.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dia menceritakan, setelah berhasil membobol pintu pagar dan rumah, pelaku langsung naik ke lantai dua dan masuk kemar tidur. &quot;Saat itu Pak Sofian Pane masih terjaga dan habis buang air. Jadi pintu tak terkunci,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Namun seorang anaknya yang tertidur di kamar sebelahnya luput dari aksi rampok. &quot;Dia tak tahu apa apa dalam kejadian ini karena tertidur,&quot; ungkap Andi yang menyebutkan majikannya punya tiga anak, satu perempuan dan dua laki-laki.
&amp;nbsp;
Sambung Andi, saat kejadian, hanya ada anak ketiga cowok yang ada di rumah, sedangkan dua kakanya tidak ada kerena kuliah di luar kota.
&amp;nbsp;
Saat ditanya mengenai ciri-ciri pelaku, dia menjelaskan rata-rata masih berusia muda. &quot;Perawakannya ada yang kecil, kurus, tinggi dan berambut keriting. Tapi semuanya masih muda-muda,&quot; beber Andi.</content:encoded></item></channel></rss>
