<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mbah Jenggot Pembunuh 50 Harimau</title><description>Berdasarkan keterangan Wiriyo pembunuh harimau Sumatera, bahwa dirinya telah membunuh binatang tersebut sekitar 50 ekor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/20/340/314395/mbah-jenggot-pembunuh-50-harimau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/20/340/314395/mbah-jenggot-pembunuh-50-harimau"/><item><title>Mbah Jenggot Pembunuh 50 Harimau</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/20/340/314395/mbah-jenggot-pembunuh-50-harimau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/20/340/314395/mbah-jenggot-pembunuh-50-harimau</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2010 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/20/340/314395/oMylO81GKK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harimau di Taman Safari.(ilustrasi:dok SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/20/340/314395/oMylO81GKK.jpg</image><title>Harimau di Taman Safari.(ilustrasi:dok SI)</title></images><description>PEKANBARU - Berdasarkan keterangan Wiriyo pembunuh harimau Sumatera, bahwa dirinya telah membunuh binatang tersebut sekitar 50 ekor. Dan hampir semuanya yang dibantainya telah dijual dengan harga yang cukup mahal.Pria yang telah berusia 90 tahun warga Desa Teluk Sungku Kecamatan  Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu  (Inhu), Riau mengaku telah melakoni perburuan harimau sejak usia 17 tahun. Semua organ tubuh Si Belang yang ditangkapnya terlebih dahulu dijerat sebelum dikuliti.Pria berambut putih yang sering disapa Mbah Jenggot ini mengaku membunuh harimau bukanlah sesuatu yang berlebihan dan hal itu katanya merupakan profesinya. Jadi dia mengaku tidak-tahu menahu mengapa dirinya harus berhadapan dengan pihak penegak hukum.&amp;ldquo;Ya biasa aja, saya membunuh harimau, saya telah membunuh sebanyak 50 ekor. Itu pekerjaan saya,&amp;rdquo; kata pria berkulit keriput dan berambut putih dengan polos. Dan seperti biasa, sejak 75 tahun berburu Si Raja Hutan katanya harimau yang telah dibunuhnya dan telah dikuliti akan dijual terlebih akan dijualnya ke pihak pemesan.Sementara Kepala BKSDA Wilayah  Rengat Edi Susanto mengatakan bahwa kasus ini merupakan kasus pembunuhan satwa langka terbesar di Riau yang ditangani mengingat jumlahnya hampir 50 ekor.&amp;ldquo;Jika hal ini terus dibiarkan, nasib harimau Sumatera akan bernasib sama dengan harimau Bali dan harimau Jawa yang kini telah punah,&amp;rdquo; ujarnya. Baca: Kakek 90 Tahun Pemburu Harimau Ditangkap</description><content:encoded>PEKANBARU - Berdasarkan keterangan Wiriyo pembunuh harimau Sumatera, bahwa dirinya telah membunuh binatang tersebut sekitar 50 ekor. Dan hampir semuanya yang dibantainya telah dijual dengan harga yang cukup mahal.Pria yang telah berusia 90 tahun warga Desa Teluk Sungku Kecamatan  Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu  (Inhu), Riau mengaku telah melakoni perburuan harimau sejak usia 17 tahun. Semua organ tubuh Si Belang yang ditangkapnya terlebih dahulu dijerat sebelum dikuliti.Pria berambut putih yang sering disapa Mbah Jenggot ini mengaku membunuh harimau bukanlah sesuatu yang berlebihan dan hal itu katanya merupakan profesinya. Jadi dia mengaku tidak-tahu menahu mengapa dirinya harus berhadapan dengan pihak penegak hukum.&amp;ldquo;Ya biasa aja, saya membunuh harimau, saya telah membunuh sebanyak 50 ekor. Itu pekerjaan saya,&amp;rdquo; kata pria berkulit keriput dan berambut putih dengan polos. Dan seperti biasa, sejak 75 tahun berburu Si Raja Hutan katanya harimau yang telah dibunuhnya dan telah dikuliti akan dijual terlebih akan dijualnya ke pihak pemesan.Sementara Kepala BKSDA Wilayah  Rengat Edi Susanto mengatakan bahwa kasus ini merupakan kasus pembunuhan satwa langka terbesar di Riau yang ditangani mengingat jumlahnya hampir 50 ekor.&amp;ldquo;Jika hal ini terus dibiarkan, nasib harimau Sumatera akan bernasib sama dengan harimau Bali dan harimau Jawa yang kini telah punah,&amp;rdquo; ujarnya. Baca: Kakek 90 Tahun Pemburu Harimau Ditangkap</content:encoded></item></channel></rss>
