<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Situ Gintung Pertanyakan Tempat Tinggal</title><description>Sulit melupakan tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung. Ini yang dialami karsim beserta keluarganya. Meski setahun lewat, kenangan buruk itu masih membekas di kepalanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/27/338/316674/korban-situ-gintung-pertanyakan-tempat-tinggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/27/338/316674/korban-situ-gintung-pertanyakan-tempat-tinggal"/><item><title>Korban Situ Gintung Pertanyakan Tempat Tinggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/27/338/316674/korban-situ-gintung-pertanyakan-tempat-tinggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/27/338/316674/korban-situ-gintung-pertanyakan-tempat-tinggal</guid><pubDate>Sabtu 27 Maret 2010 09:06 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/27/338/316674/8ycBedOWqz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanggul Situ Gintung jebol (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/27/338/316674/8ycBedOWqz.jpg</image><title>Tanggul Situ Gintung jebol (Foto: okezone)</title></images><description>TANGERANG - Sulit melupakan tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung. Ini yang dialami karsim beserta keluarganya. Meski setahun lewat, kenangan buruk itu masih membekas di kepalanya.
&amp;nbsp;
Meksi dia dan istrinya selamat, Karsim mengaku tidak bisa mengubur kenangan pahit saat banyak tetangganya terbawa arus di subuh itu.
&amp;nbsp;
Warga Cirendeu RT 01/08 ini bersama istrinya sudah menyelamatkan diri terebih dulu. Rumahnya yang bersebelahan dengan tanggul sudah terasa bergetar, apalagi dia melihat tanah-tanah di dekat tanggul sudah runtuh. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya merasakan ada getaran dan saya berinisiatif langsung mengungsi,&amp;rdquo; katanya mengenang.  Benar saja, peristiwa dasyat itu terjadi. Dia melihat air begitu kencang menerjang rumah warga yang berada di sekitar situ. Hal ini membuatnya masih trauma. &amp;ldquo;Saya benar-benar bersyukur masih diberi kesempatan hidup,&amp;rdquo; katanya lagi.   
Setahun berlalu, Karsim mengaku penderitaan belum berakhir. Setidaknya ini terlihat dari rehabilitasi yang dilakukan pemerintah. Dia pun terancam tergusur.
&amp;nbsp;
Hampir setahun berlalunya peristiwa itu, kini pemerintah mulai membangun lokasi tersebut. Rumahnya terasa begetar jika alat-alat berat sedang bekerja. Tidak hanya itu, dia juga mengaku belum mengetahui lokasi itu nantinya akan dibangun apa. &amp;ldquo;Saya belum tahu, tapi katanya rumah saya akan kena pembebasan,&amp;rdquo; ujar Karsim pelan, Sabtu (27/3/2010).   Sementara itu pengungsi Situ Gintung mengaku meminta kejelasan nasib soal tempat tinggal. Setidaknya 598 kepala keluarga hingga kini yang masaih tinggal di pengungsian.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Asisten Daerah I, Ahadi mengatakan penyerahan pengelolaan rusunawa Situ Gintung, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan dari pemerintah pusat kepada pemerintah Kota Tangerang Selatan masih belum ada kejelasan. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sampai saat ini belum dilakukan penyerahan rusunawa dari Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) kepada Pemkot Tangsel. Kita masih menunggu sinyal dari Menpera,&quot; ujar Asda I Pemkot Tangsel Ahadi.</description><content:encoded>TANGERANG - Sulit melupakan tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung. Ini yang dialami karsim beserta keluarganya. Meski setahun lewat, kenangan buruk itu masih membekas di kepalanya.
&amp;nbsp;
Meksi dia dan istrinya selamat, Karsim mengaku tidak bisa mengubur kenangan pahit saat banyak tetangganya terbawa arus di subuh itu.
&amp;nbsp;
Warga Cirendeu RT 01/08 ini bersama istrinya sudah menyelamatkan diri terebih dulu. Rumahnya yang bersebelahan dengan tanggul sudah terasa bergetar, apalagi dia melihat tanah-tanah di dekat tanggul sudah runtuh. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya merasakan ada getaran dan saya berinisiatif langsung mengungsi,&amp;rdquo; katanya mengenang.  Benar saja, peristiwa dasyat itu terjadi. Dia melihat air begitu kencang menerjang rumah warga yang berada di sekitar situ. Hal ini membuatnya masih trauma. &amp;ldquo;Saya benar-benar bersyukur masih diberi kesempatan hidup,&amp;rdquo; katanya lagi.   
Setahun berlalu, Karsim mengaku penderitaan belum berakhir. Setidaknya ini terlihat dari rehabilitasi yang dilakukan pemerintah. Dia pun terancam tergusur.
&amp;nbsp;
Hampir setahun berlalunya peristiwa itu, kini pemerintah mulai membangun lokasi tersebut. Rumahnya terasa begetar jika alat-alat berat sedang bekerja. Tidak hanya itu, dia juga mengaku belum mengetahui lokasi itu nantinya akan dibangun apa. &amp;ldquo;Saya belum tahu, tapi katanya rumah saya akan kena pembebasan,&amp;rdquo; ujar Karsim pelan, Sabtu (27/3/2010).   Sementara itu pengungsi Situ Gintung mengaku meminta kejelasan nasib soal tempat tinggal. Setidaknya 598 kepala keluarga hingga kini yang masaih tinggal di pengungsian.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Asisten Daerah I, Ahadi mengatakan penyerahan pengelolaan rusunawa Situ Gintung, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan dari pemerintah pusat kepada pemerintah Kota Tangerang Selatan masih belum ada kejelasan. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sampai saat ini belum dilakukan penyerahan rusunawa dari Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) kepada Pemkot Tangsel. Kita masih menunggu sinyal dari Menpera,&quot; ujar Asda I Pemkot Tangsel Ahadi.</content:encoded></item></channel></rss>
