<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Afrika Selatan Diambang Kerusuhan Rasis</title><description>Para pemimpin Afrika Selatan memperingatkan bahwa berbagai  langkah yang dilakukan para pendukung politik apartheid dan supremasi  kulit putih yang akan membalas dendam atas pembunuhan pemimpin mereka Eugene Terre'Blanche.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/07/18/320007/afrika-selatan-diambang-kerusuhan-rasis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/07/18/320007/afrika-selatan-diambang-kerusuhan-rasis"/><item><title>Afrika Selatan Diambang Kerusuhan Rasis</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/07/18/320007/afrika-selatan-diambang-kerusuhan-rasis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/07/18/320007/afrika-selatan-diambang-kerusuhan-rasis</guid><pubDate>Rabu 07 April 2010 09:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/07/18/320007/k0HS1EI6GU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eugene Terreblanche (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/07/18/320007/k0HS1EI6GU.jpg</image><title>Eugene Terreblanche (Foto: Reuters)</title></images><description>VENTERSDORP - Para pemimpin Afrika Selatan (Afsel) memperingatkan bahwa berbagai langkah yang dilakukan para pendukung politik apartheid dan supremasi kulit putih yang akan membalas dendam atas pembunuhan pemimpin supremasi kulit putih Eugene Terre'Blanche. Menteri Polisi Nathi Mthethwa mengatakan perundingan tidak akan menyelesaikan situasi saat ini. Sedangkan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menyerukan persatuan nasional. Presiden Zuma mengaku telah berbicara dengan putri Terre'Blanche dan telah menyampaikan ungkapan duka terhadap istri Terre'Blanche. &quot;Ini merupakan salah satu peristiwa paling menyedihkan di negara kita,&quot; paparnya. Sekertaris Jenderal AWB Andre Visagie mengungkapkan, pembunuhan Terre'Blanche bermotif politis. &quot;Langkah selanjutnya bagi AWB adalah menguburkan pemimpin kita dengan damai, tetapi selanjutnya kita akan membalas dendam kematiannya,&quot; ujarnya. Visagie menyatakan kematian Terre'Blanche merupakan deklarasi perang dari komunitas kulit hitam Afrika Selatan terhadap komunitas kulit putih yang telah menjadi korban pembunuhan selama 10 tahun terakhir. Dia menyatakan, ada kemarahan yang memuncak dari para anggota AWB. &quot;Mereka pun menyerukan pembalasan atas kematian Terre'Blanche,&quot; ujarnya. AWB menuduh Julis Malema terlibat dalam pembunuhan. AWB menyalahkan Malema, ketua partai liga pemuda Kongres Nasional Afrika (ANC) yang menyulut aksi pembunuhan setelah menyanyikan lagu tentang pembunuhan petani berkulit putih. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi melarang Malema untuk bernyanyi sebuah lagu rasis era apartheid dengan kata-kata &quot;bunuh Boer&quot;. Boer adalah sebutan Afrika untuk petani, tapi seringkali digunakan untuk mengolok-olok orang kulit putih di Afrika Selatan. Namun, Malema dalam kunjungan ke Zimbabwe menolak bertanggung jawab dalam peristiwa pembunuhan tersebut. &quot;ANC akan memberi tanggapan atas tuduhan tersebut. Dalam kapasitas pribadi, saya tidak akan menanggapi atas apa yang orang katakan, saya tidak terkait dengan hal itu,&quot; ujar Malema. Lebih dari 3.000 petani kulit putih dilaporkan terbunuh sejak apartheid berakhir tahun 1994. Sebuah komite penyelidikan menunjukan pada tahun 2003 hanya 2% serangan di tanah pertanian yang memiliki motif politis. Sejarah mencatat sebenarnya Afsel merupakan negara yang mencoba pulih dari pertikaian rasial masa lalu. Para analis, jika ketegangan antar ras bakal terjadi, maka masa depan negara tersebut berada di ujung tanduk. &quot;Lelaki kulit hitam membunuh seorang lelaki kulit putih, sudah jelas itu akan menyebabkan banyak masalah,&quot; papar Kgomotso Kgamanyane, seorang kasir di sebuah stasiun pengisian bahan bakar lokal. &quot;Baru saja masuk seorang pelanggan kulit putih dan dia mengatakan kepada kami untuk pergi ke neraka,&quot; imbuhnya. Kgomotso menyatakan, masalah tersebut dapat menimbulkan aksi kekerasan. Polisi telah menangkap dua pekerja pertanian - berusia 21 dan 25 tahun - yang mengaku memukuli Terre'Blanche sampai tewas setelah berselisih masalah upah. Terre'Blanche mendirikan AWB pada 1973 untuk menentang apa yang dia sebut sebagai kebijakan liberal pemerintah Afsel. Partainya berusaha menggunakan taktik teroris dan mengancam memicu perang sipil dalam pemilu demokratis pertama Afsel. Terre'Blanche pernah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun setelah diadili pada 2001 atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap seorang pekerja pertanian. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/Koran SI)&amp;nbsp;</description><content:encoded>VENTERSDORP - Para pemimpin Afrika Selatan (Afsel) memperingatkan bahwa berbagai langkah yang dilakukan para pendukung politik apartheid dan supremasi kulit putih yang akan membalas dendam atas pembunuhan pemimpin supremasi kulit putih Eugene Terre'Blanche. Menteri Polisi Nathi Mthethwa mengatakan perundingan tidak akan menyelesaikan situasi saat ini. Sedangkan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menyerukan persatuan nasional. Presiden Zuma mengaku telah berbicara dengan putri Terre'Blanche dan telah menyampaikan ungkapan duka terhadap istri Terre'Blanche. &quot;Ini merupakan salah satu peristiwa paling menyedihkan di negara kita,&quot; paparnya. Sekertaris Jenderal AWB Andre Visagie mengungkapkan, pembunuhan Terre'Blanche bermotif politis. &quot;Langkah selanjutnya bagi AWB adalah menguburkan pemimpin kita dengan damai, tetapi selanjutnya kita akan membalas dendam kematiannya,&quot; ujarnya. Visagie menyatakan kematian Terre'Blanche merupakan deklarasi perang dari komunitas kulit hitam Afrika Selatan terhadap komunitas kulit putih yang telah menjadi korban pembunuhan selama 10 tahun terakhir. Dia menyatakan, ada kemarahan yang memuncak dari para anggota AWB. &quot;Mereka pun menyerukan pembalasan atas kematian Terre'Blanche,&quot; ujarnya. AWB menuduh Julis Malema terlibat dalam pembunuhan. AWB menyalahkan Malema, ketua partai liga pemuda Kongres Nasional Afrika (ANC) yang menyulut aksi pembunuhan setelah menyanyikan lagu tentang pembunuhan petani berkulit putih. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi melarang Malema untuk bernyanyi sebuah lagu rasis era apartheid dengan kata-kata &quot;bunuh Boer&quot;. Boer adalah sebutan Afrika untuk petani, tapi seringkali digunakan untuk mengolok-olok orang kulit putih di Afrika Selatan. Namun, Malema dalam kunjungan ke Zimbabwe menolak bertanggung jawab dalam peristiwa pembunuhan tersebut. &quot;ANC akan memberi tanggapan atas tuduhan tersebut. Dalam kapasitas pribadi, saya tidak akan menanggapi atas apa yang orang katakan, saya tidak terkait dengan hal itu,&quot; ujar Malema. Lebih dari 3.000 petani kulit putih dilaporkan terbunuh sejak apartheid berakhir tahun 1994. Sebuah komite penyelidikan menunjukan pada tahun 2003 hanya 2% serangan di tanah pertanian yang memiliki motif politis. Sejarah mencatat sebenarnya Afsel merupakan negara yang mencoba pulih dari pertikaian rasial masa lalu. Para analis, jika ketegangan antar ras bakal terjadi, maka masa depan negara tersebut berada di ujung tanduk. &quot;Lelaki kulit hitam membunuh seorang lelaki kulit putih, sudah jelas itu akan menyebabkan banyak masalah,&quot; papar Kgomotso Kgamanyane, seorang kasir di sebuah stasiun pengisian bahan bakar lokal. &quot;Baru saja masuk seorang pelanggan kulit putih dan dia mengatakan kepada kami untuk pergi ke neraka,&quot; imbuhnya. Kgomotso menyatakan, masalah tersebut dapat menimbulkan aksi kekerasan. Polisi telah menangkap dua pekerja pertanian - berusia 21 dan 25 tahun - yang mengaku memukuli Terre'Blanche sampai tewas setelah berselisih masalah upah. Terre'Blanche mendirikan AWB pada 1973 untuk menentang apa yang dia sebut sebagai kebijakan liberal pemerintah Afsel. Partainya berusaha menggunakan taktik teroris dan mengancam memicu perang sipil dalam pemilu demokratis pertama Afsel. Terre'Blanche pernah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun setelah diadili pada 2001 atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap seorang pekerja pertanian. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/Koran SI)&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
