<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Tjahjo Kumolo Titik Lemah PDIP</title><description>Mimpi PDI Perjuangan untuk kembali menjadi partai terbesar dalam pemilihan umum 2014, sulit terwujud. Tjahjo Kumolo yang didaulat Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal dianggap tidak tepat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/09/339/321014/pengamat-tjahjo-kumolo-titik-lemah-pdip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/09/339/321014/pengamat-tjahjo-kumolo-titik-lemah-pdip"/><item><title>Pengamat: Tjahjo Kumolo Titik Lemah PDIP</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/09/339/321014/pengamat-tjahjo-kumolo-titik-lemah-pdip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/09/339/321014/pengamat-tjahjo-kumolo-titik-lemah-pdip</guid><pubDate>Jum'at 09 April 2010 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/09/339/321014/l4udtUgLBR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tjahjo Kumolo (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/09/339/321014/l4udtUgLBR.jpg</image><title>Tjahjo Kumolo (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Mimpi PDI Perjuangan untuk kembali menjadi partai terbesar dalam pemilihan umum 2014, sulit terwujud. Tjahjo Kumolo yang didaulat Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal dianggap tidak tepat.
&amp;nbsp;
Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago. &quot;Tjahjo Kumolo adalah titik lemah PDI Perjuangan,&quot; katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
&amp;nbsp;
Menurut dia, PDI Perjuangan akan dirugikan dengan kasus korupsi dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang diduga melibatkan Tjahjo.
&amp;nbsp;
&quot;Belum lama ini Megawati mengatakan tidak suka sama orang yang tidak total, pindah-pindah partai ternyata dia memilih Tjhajo yang dulu tokoh muda Golkar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, Andrinof juga melihat struktur kepengursan DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015 kurang bagus karena kurang mengakomodir tokoh muda.
&amp;nbsp;
Tokoh muda, kata Andrinof, setidak-tidaknya ditampilkan di lapis kedua kepengurusan. Misalnya, Ganjar Pranowo, Aria Bima, Budiman Sudjatmiko dan Rieke Diah Pitaloka.
&amp;nbsp;
&quot;Memang memerlukan keberanian menerima orang yang keterlibatannya pendek di PDIP. Tapi lapis kedua harusnya dinampakkan. Kepengurusan sekarang untuk kepentingan jangka panjang tidak menguntungkan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Mimpi PDI Perjuangan untuk kembali menjadi partai terbesar dalam pemilihan umum 2014, sulit terwujud. Tjahjo Kumolo yang didaulat Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal dianggap tidak tepat.
&amp;nbsp;
Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago. &quot;Tjahjo Kumolo adalah titik lemah PDI Perjuangan,&quot; katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
&amp;nbsp;
Menurut dia, PDI Perjuangan akan dirugikan dengan kasus korupsi dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang diduga melibatkan Tjahjo.
&amp;nbsp;
&quot;Belum lama ini Megawati mengatakan tidak suka sama orang yang tidak total, pindah-pindah partai ternyata dia memilih Tjhajo yang dulu tokoh muda Golkar,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, Andrinof juga melihat struktur kepengursan DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015 kurang bagus karena kurang mengakomodir tokoh muda.
&amp;nbsp;
Tokoh muda, kata Andrinof, setidak-tidaknya ditampilkan di lapis kedua kepengurusan. Misalnya, Ganjar Pranowo, Aria Bima, Budiman Sudjatmiko dan Rieke Diah Pitaloka.
&amp;nbsp;
&quot;Memang memerlukan keberanian menerima orang yang keterlibatannya pendek di PDIP. Tapi lapis kedua harusnya dinampakkan. Kepengurusan sekarang untuk kepentingan jangka panjang tidak menguntungkan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
