<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bilqis Meninggal Dunia Akibat Infeksi Akut</title><description> Bilqis Anindya Passa penderita atresia bilier telah menghembuskan nafas terakhir di ruang PICU RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (10/4/2010) pukul 15.15 WIB. Penyebabnya adalah infeksi akut yang dideritanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/10/340/321317/bilqis-meninggal-dunia-akibat-infeksi-akut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/10/340/321317/bilqis-meninggal-dunia-akibat-infeksi-akut"/><item><title>Bilqis Meninggal Dunia Akibat Infeksi Akut</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/10/340/321317/bilqis-meninggal-dunia-akibat-infeksi-akut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/10/340/321317/bilqis-meninggal-dunia-akibat-infeksi-akut</guid><pubDate>Sabtu 10 April 2010 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/10/340/321317/2VxTWNGL4e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Thomas Joko/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/10/340/321317/2VxTWNGL4e.jpg</image><title>(Foto: Thomas Joko/Okezone)</title></images><description>SEMARANG- Bilqis Anindya Passa penderita atresia bilier telah menghembuskan nafas terakhir di ruang PICU RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (10/4/2010) pukul 15.15 WIB. Penyebabnya adalah infeksi akut yang dideritanya.Demikian pernyataan salah satu dokter anggota tim cangkok hati dr Soemantri, di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, sore tadi.Dijelaskannya, pada 6 April, Bilqis kembali masuk ke ruang PICU. Saat itu sempat dipasang alat bantu nafas. Keesokan harinya dipantau dan ternyata ada kuman dalam paru dan darah. &quot;Itu kuman yang ganas dan bersifat resisten. Tidak ada obat yang bisa mematikan kuman itu,&quot; jelas Soemantri.Ternyata infeksi ganas mulai menyebar ke peredaran darah sehingga dilakukan transfusi tukar. &quot;Tapi tidak menunjukkan respons yang baik,&quot; terangnya.Pada siang hari tadi kondisi Bilqis semakin memburuk. Hingga dilakukan bantuan hirup lanjut. &quot;Tapi tidak berhasil. Dan pukul 15.15 WIB Bilqis meninggal dunia,&quot; katanya.Menurut Soemantri, semenjak masuk ke RSUP dr Kariadi, tim dokter sudah menemukan adanya kuman ganas dalam tubuh Bilqis.Infeksi berat yang merenggut nyawa Bilqis disebabkan oleh kuman Selcea Marsecenc yang berada dalam paru dan kuman Acino Bacter dalam darah. &quot;Penyebab utama kematian Bilqis adalah radang paru-paru,&amp;rdquo; imbuhnya. Soemantri juga membantah jika tim terlalu lama observasi sehingga Bilqis tidak juga dioperasi. &quot;Untuk mengangkat hati dan menyambungkan dengan yang baru perlu kondisi kesehatan yang fit. Termasukginjal, paru dan fisik harus mantap,&quot; terangnya. Dikatakan olehnya saat ini ibu dari Bilqis, Dewi Farida sedang berada di Jakarta. &quot;Kami sudah memberitahukan pada keluarganya. Dan menereka menerimanya dengan lapang dada,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>SEMARANG- Bilqis Anindya Passa penderita atresia bilier telah menghembuskan nafas terakhir di ruang PICU RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (10/4/2010) pukul 15.15 WIB. Penyebabnya adalah infeksi akut yang dideritanya.Demikian pernyataan salah satu dokter anggota tim cangkok hati dr Soemantri, di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, sore tadi.Dijelaskannya, pada 6 April, Bilqis kembali masuk ke ruang PICU. Saat itu sempat dipasang alat bantu nafas. Keesokan harinya dipantau dan ternyata ada kuman dalam paru dan darah. &quot;Itu kuman yang ganas dan bersifat resisten. Tidak ada obat yang bisa mematikan kuman itu,&quot; jelas Soemantri.Ternyata infeksi ganas mulai menyebar ke peredaran darah sehingga dilakukan transfusi tukar. &quot;Tapi tidak menunjukkan respons yang baik,&quot; terangnya.Pada siang hari tadi kondisi Bilqis semakin memburuk. Hingga dilakukan bantuan hirup lanjut. &quot;Tapi tidak berhasil. Dan pukul 15.15 WIB Bilqis meninggal dunia,&quot; katanya.Menurut Soemantri, semenjak masuk ke RSUP dr Kariadi, tim dokter sudah menemukan adanya kuman ganas dalam tubuh Bilqis.Infeksi berat yang merenggut nyawa Bilqis disebabkan oleh kuman Selcea Marsecenc yang berada dalam paru dan kuman Acino Bacter dalam darah. &quot;Penyebab utama kematian Bilqis adalah radang paru-paru,&amp;rdquo; imbuhnya. Soemantri juga membantah jika tim terlalu lama observasi sehingga Bilqis tidak juga dioperasi. &quot;Untuk mengangkat hati dan menyambungkan dengan yang baru perlu kondisi kesehatan yang fit. Termasukginjal, paru dan fisik harus mantap,&quot; terangnya. Dikatakan olehnya saat ini ibu dari Bilqis, Dewi Farida sedang berada di Jakarta. &quot;Kami sudah memberitahukan pada keluarganya. Dan menereka menerimanya dengan lapang dada,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
