<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bang Yos Perempuan Penakluk Api </title><description>Meski di panggil Bang Yos bukanlah dia seorang laki-laki tapi sosok perempuan yang tegar dan perkasa. Bagaimaan tidak api pun &amp;lsquo;dilawannya&amp;rsquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/21/340/324933/bang-yos-perempuan-penakluk-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/21/340/324933/bang-yos-perempuan-penakluk-api"/><item><title>Bang Yos Perempuan Penakluk Api </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/21/340/324933/bang-yos-perempuan-penakluk-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/21/340/324933/bang-yos-perempuan-penakluk-api</guid><pubDate>Rabu 21 April 2010 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/21/340/324933/2JsdFCtdFR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yosi Anita.(foto:Rus Akbar/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/21/340/324933/2JsdFCtdFR.jpg</image><title>Yosi Anita.(foto:Rus Akbar/okezone)</title></images><description>PADANG - Meski di panggil Bang Yos bukanlah dia seorang laki-laki tapi sosok perempuan yang tegar dan perkasa. Bagaimaan tidak api pun &amp;lsquo;dilawannya&amp;rsquo;.
&amp;nbsp;
Bang Yos punya nama asli Yosi Anita kelahiran 29 tahun lalu di Pasar Kambang Pesisir Selatan ini sudah menggeluti pekerjaan yang berisiko nyawa sejak tahun 2003 di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sumatra Barat sampai sekarang.
&amp;nbsp;
Soal sebutan Bang Yos, dia bercerita, panggilan itu ada setelah dia pernah dikira laki-laki dan dipanggil &amp;lsquo;bang&amp;rsquo;. Sejak itulah teman-temannya memanggil Yosi dengan sebutan Bang Yos.
&amp;nbsp;
Menurut Yos, dia mengawali karier sejak tahun 2003 dan baru diangkat jadi CPNS, pada 2009. Keterlibatan Yosi menjadi pemadam kebakaran ini bermula saat dia terlibat pencarian korban tenggelam di laut. Setelah itu dia ikut dengan tim pemadam sampai sekarang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari SD saya sudah nampak jiwa menyukai pekerjaan ada risiko, ada tantangan serta suka dengan pekerjaan laki-laki yang tidak dikerjakan perempuan, terus pada umumnya teman pun laki-laki,&amp;rdquo; kata Yosi pada okezone di kantor Pemadam Kebakaran Kota Padang, jalan Rasuna Said, Rabu (21/4/2010).
&amp;nbsp;
Baginya risiko yang tinggi merupakan tantangan tersendiri untuk ditaklukkan. Bayangkan saja, katanya, dari Mako (kantor pemadam) bunyi sirene pemadam saja sudah keras, ketika keluar dari Mako mobil melaju kencang di tengah keramaian kendaraan lain. &amp;ldquo;Ini juga merupakan tantangan, jika salah jalan bisa pengendara lain kena sambar sama pemadam kebakaran,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Bagi Yosi pekerjaan ini merupakan amal tersendiri karena menolong orang meski kadang menerima caci maki. Belum lagi ada anggota timnya yang meninggal saat pemadaman itu juga risiko pekerjaan.
&amp;nbsp;
Ketika melihat api dengan kobaran yang besar, Yosi mengaku justru tertantang untuk dapat segera menaklukan api yang dihadapinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau melihat api besar adrenalin kita terpacu menaklukkan api tersebut sampai padam, meski sebenar apapun, harus dipadamkan. Meski hawa panas sangat dekat dengan kita, tapi rasa takut saya malah hilang,&amp;rdquo; katanya sambil tertawa mengenang setiap kejadian yang ia alami.
&amp;nbsp;
Dari tugas kemanusiaan yang ia jalani Yosi mendapat sejumlah penghargaan seperti &amp;ldquo;Sang Inspirator&amp;rdquo;  dari radio swasta di Padang pada tahun 2008, dan Indonesian Book of Record (IBOR) tahun 2009.
&amp;nbsp;
Kini ia bergabung dalam regu B dimana dalam satu regu ada sekitar 12 orang. Pekerjaanya juga bukan saja memadamkan api tapi segala bencana yang ada di kota Padang, banjir, longsor, gempa dan bencana lainnya.
&amp;nbsp;
Cewek yang masih singel ini dalam peringatan hari Kartini ini memberikan pesan pada kaum perempuan. &amp;ldquo;Kalau punya kemampuan, kalau kita sanggup dan mampu kenapa harus menunggu laki-laki walaupun seorang perempuan. Kalau dapat mandiri jangan tergantung,&amp;rdquo; pangkasnya.
</description><content:encoded>PADANG - Meski di panggil Bang Yos bukanlah dia seorang laki-laki tapi sosok perempuan yang tegar dan perkasa. Bagaimaan tidak api pun &amp;lsquo;dilawannya&amp;rsquo;.
&amp;nbsp;
Bang Yos punya nama asli Yosi Anita kelahiran 29 tahun lalu di Pasar Kambang Pesisir Selatan ini sudah menggeluti pekerjaan yang berisiko nyawa sejak tahun 2003 di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sumatra Barat sampai sekarang.
&amp;nbsp;
Soal sebutan Bang Yos, dia bercerita, panggilan itu ada setelah dia pernah dikira laki-laki dan dipanggil &amp;lsquo;bang&amp;rsquo;. Sejak itulah teman-temannya memanggil Yosi dengan sebutan Bang Yos.
&amp;nbsp;
Menurut Yos, dia mengawali karier sejak tahun 2003 dan baru diangkat jadi CPNS, pada 2009. Keterlibatan Yosi menjadi pemadam kebakaran ini bermula saat dia terlibat pencarian korban tenggelam di laut. Setelah itu dia ikut dengan tim pemadam sampai sekarang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari SD saya sudah nampak jiwa menyukai pekerjaan ada risiko, ada tantangan serta suka dengan pekerjaan laki-laki yang tidak dikerjakan perempuan, terus pada umumnya teman pun laki-laki,&amp;rdquo; kata Yosi pada okezone di kantor Pemadam Kebakaran Kota Padang, jalan Rasuna Said, Rabu (21/4/2010).
&amp;nbsp;
Baginya risiko yang tinggi merupakan tantangan tersendiri untuk ditaklukkan. Bayangkan saja, katanya, dari Mako (kantor pemadam) bunyi sirene pemadam saja sudah keras, ketika keluar dari Mako mobil melaju kencang di tengah keramaian kendaraan lain. &amp;ldquo;Ini juga merupakan tantangan, jika salah jalan bisa pengendara lain kena sambar sama pemadam kebakaran,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Bagi Yosi pekerjaan ini merupakan amal tersendiri karena menolong orang meski kadang menerima caci maki. Belum lagi ada anggota timnya yang meninggal saat pemadaman itu juga risiko pekerjaan.
&amp;nbsp;
Ketika melihat api dengan kobaran yang besar, Yosi mengaku justru tertantang untuk dapat segera menaklukan api yang dihadapinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau melihat api besar adrenalin kita terpacu menaklukkan api tersebut sampai padam, meski sebenar apapun, harus dipadamkan. Meski hawa panas sangat dekat dengan kita, tapi rasa takut saya malah hilang,&amp;rdquo; katanya sambil tertawa mengenang setiap kejadian yang ia alami.
&amp;nbsp;
Dari tugas kemanusiaan yang ia jalani Yosi mendapat sejumlah penghargaan seperti &amp;ldquo;Sang Inspirator&amp;rdquo;  dari radio swasta di Padang pada tahun 2008, dan Indonesian Book of Record (IBOR) tahun 2009.
&amp;nbsp;
Kini ia bergabung dalam regu B dimana dalam satu regu ada sekitar 12 orang. Pekerjaanya juga bukan saja memadamkan api tapi segala bencana yang ada di kota Padang, banjir, longsor, gempa dan bencana lainnya.
&amp;nbsp;
Cewek yang masih singel ini dalam peringatan hari Kartini ini memberikan pesan pada kaum perempuan. &amp;ldquo;Kalau punya kemampuan, kalau kita sanggup dan mampu kenapa harus menunggu laki-laki walaupun seorang perempuan. Kalau dapat mandiri jangan tergantung,&amp;rdquo; pangkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
