<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BKT Bisa Mengancam Ketersediaan Air di Jakarta</title><description> Menurut kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), keberadaan Banjir Kanal Timur bisa mengurangi ketersediaan air di Jakarta. Kok bisa?</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/22/338/325478/bkt-bisa-mengancam-ketersediaan-air-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/22/338/325478/bkt-bisa-mengancam-ketersediaan-air-di-jakarta"/><item><title>BKT Bisa Mengancam Ketersediaan Air di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/22/338/325478/bkt-bisa-mengancam-ketersediaan-air-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/22/338/325478/bkt-bisa-mengancam-ketersediaan-air-di-jakarta</guid><pubDate>Kamis 22 April 2010 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Isfari Hikmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/22/338/325478/l8GTzqyeT9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Kanal Timur (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/22/338/325478/l8GTzqyeT9.jpg</image><title>Banjir Kanal Timur (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Keberadaan Banjir Kanal Timur (BKT) dibuat untuk mengurangi banjir saat musim hujan. Namun menurut kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), BKT justru mengurangi ketersediaan air di Jakarta.
 
Hal ini dapat terjadi bila BKT tidak didukung penanganan maksimal Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung ke BKT.   Manajer Kampanye Air dan Pangan Walhi, Muhammad Islah, menjelaskan keberadaan BKT dapat mempercepat perjalanan air ke laut. Namun sirkulasi air tanah akan hilang bila tidak ada perbaikan DAS di kelima sungai yang tersambung ke BKT. &amp;ldquo;BKT membuat proses percepatan air ke laut jadi lebih cepat. Kalau tidak diiringi dengan perbaikan BKT justru jadi bencana,&quot; ungkapnya.  Dengan proses penyerapan air tanah yang berkurang. Maka air laut justru yang akan merembes ke darat. Hal ini membuat proses penyerapan air berkurang, dan dalam jangka waktu lama ketersedian air baku jadi turun kualitasnya. 
Islah menambahkan merembesnya air laut ke daratan dapat membuat kondisi air di Jakarta menjadi payau.  Menurut penelitian Walhi, kondisi ini sudah terjadi di daerah Kebon Jeruk dan Monas. Kondisi air campuran asin dan tawar ini sudah tidak baik lagi untuk dikonsumsi masyarakat. &amp;ldquo;Jumlahnya dapat meluas lagi kalau dibiarkan,&amp;rdquo; tandasnya.  Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio menegaskan pihaknya sudah melakukan perbaikan DAS di kelima sungai yang terhubung ke BKT. &amp;ldquo;Kelima DAS sudah diperbaiki, situ-situ juga sudah diperbaiki,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi wartawan. Bahkan Pitoyo menjelaskan lokasi di sekitar DAS dan BKT sudah dijadikan lahan penghijauan.  Pihaknya menjelaskan hal tersebut telah diperkirakan sejak awal proyek itu ditangani. Tetapi untuk melihat hasilnya tidak dapat dilakukan sekejap mata. &amp;ldquo;Memanen hasilnya nanti,&amp;rdquo; terang Pitoyo. Penanganan juga dilakukan untuk penyerapan air di wilayah Depok dan di atas wilayah sumber air.   Meski demikian, Pitoyo mengakui wilayah di sepanjang sungai tidak dapat dihindari dari pengotoran sampah oleh masyarakat. Kualitas BKT dapat menurun bila sikap masyarakat terhadap sampah tidak berubah. Kordinasi antar instansi juga diperlukan untuk mengatasi sampah, seperti Dinas Pekerjaan Umum DKI, Dinas Pertamanan, Dinas Kebersihan, dan Pengelola PD Pasar DKI Jakarta.   Pengelola BKT saat ini mengaku telah meminta operator pelaksana proyek untuk mengatasi sampah hingga selesai perjanjian kerja. Setelah itu tanggung jawab akan diberikan kepada Pengelola BKT bentukan Pemprov DKI. Untuk memasang saringan sampah di BKT, menurut Pitoyo tidak bisa dilakukan karena arus deras.  &amp;ldquo;Contohnya di Manggarai, ketika dipasang saringan justru sampah membendung air dan menyebabkan banjir,&amp;rdquo; paparnya. Penanganan sampah harus dari kesadaran manusianya. Saringan sampah kalau dipasang di sungai penghubung sama saja seperti pemerintah&amp;nbsp;&amp;nbsp;melegalkan sungai jadi tempat pembuangan sampah. Masyarakat harus sadar bagaimana memperlakukan sampah.</description><content:encoded>JAKARTA - Keberadaan Banjir Kanal Timur (BKT) dibuat untuk mengurangi banjir saat musim hujan. Namun menurut kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), BKT justru mengurangi ketersediaan air di Jakarta.
 
Hal ini dapat terjadi bila BKT tidak didukung penanganan maksimal Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung ke BKT.   Manajer Kampanye Air dan Pangan Walhi, Muhammad Islah, menjelaskan keberadaan BKT dapat mempercepat perjalanan air ke laut. Namun sirkulasi air tanah akan hilang bila tidak ada perbaikan DAS di kelima sungai yang tersambung ke BKT. &amp;ldquo;BKT membuat proses percepatan air ke laut jadi lebih cepat. Kalau tidak diiringi dengan perbaikan BKT justru jadi bencana,&quot; ungkapnya.  Dengan proses penyerapan air tanah yang berkurang. Maka air laut justru yang akan merembes ke darat. Hal ini membuat proses penyerapan air berkurang, dan dalam jangka waktu lama ketersedian air baku jadi turun kualitasnya. 
Islah menambahkan merembesnya air laut ke daratan dapat membuat kondisi air di Jakarta menjadi payau.  Menurut penelitian Walhi, kondisi ini sudah terjadi di daerah Kebon Jeruk dan Monas. Kondisi air campuran asin dan tawar ini sudah tidak baik lagi untuk dikonsumsi masyarakat. &amp;ldquo;Jumlahnya dapat meluas lagi kalau dibiarkan,&amp;rdquo; tandasnya.  Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio menegaskan pihaknya sudah melakukan perbaikan DAS di kelima sungai yang terhubung ke BKT. &amp;ldquo;Kelima DAS sudah diperbaiki, situ-situ juga sudah diperbaiki,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi wartawan. Bahkan Pitoyo menjelaskan lokasi di sekitar DAS dan BKT sudah dijadikan lahan penghijauan.  Pihaknya menjelaskan hal tersebut telah diperkirakan sejak awal proyek itu ditangani. Tetapi untuk melihat hasilnya tidak dapat dilakukan sekejap mata. &amp;ldquo;Memanen hasilnya nanti,&amp;rdquo; terang Pitoyo. Penanganan juga dilakukan untuk penyerapan air di wilayah Depok dan di atas wilayah sumber air.   Meski demikian, Pitoyo mengakui wilayah di sepanjang sungai tidak dapat dihindari dari pengotoran sampah oleh masyarakat. Kualitas BKT dapat menurun bila sikap masyarakat terhadap sampah tidak berubah. Kordinasi antar instansi juga diperlukan untuk mengatasi sampah, seperti Dinas Pekerjaan Umum DKI, Dinas Pertamanan, Dinas Kebersihan, dan Pengelola PD Pasar DKI Jakarta.   Pengelola BKT saat ini mengaku telah meminta operator pelaksana proyek untuk mengatasi sampah hingga selesai perjanjian kerja. Setelah itu tanggung jawab akan diberikan kepada Pengelola BKT bentukan Pemprov DKI. Untuk memasang saringan sampah di BKT, menurut Pitoyo tidak bisa dilakukan karena arus deras.  &amp;ldquo;Contohnya di Manggarai, ketika dipasang saringan justru sampah membendung air dan menyebabkan banjir,&amp;rdquo; paparnya. Penanganan sampah harus dari kesadaran manusianya. Saringan sampah kalau dipasang di sungai penghubung sama saja seperti pemerintah&amp;nbsp;&amp;nbsp;melegalkan sungai jadi tempat pembuangan sampah. Masyarakat harus sadar bagaimana memperlakukan sampah.</content:encoded></item></channel></rss>
