<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Pelajar Luka Tertimpa Tiang Bendera</title><description>Tiga siswi dari sebuah sekolah bertaraf standar nasional-SMP Negeri 19 Semarang, masing-masing Saratri Janur, Nindi, dan Pramasti Luluk, mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa tiang bendera sekolahnya yang roboh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328174/3-pelajar-luka-tertimpa-tiang-bendera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328174/3-pelajar-luka-tertimpa-tiang-bendera"/><item><title>3 Pelajar Luka Tertimpa Tiang Bendera</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328174/3-pelajar-luka-tertimpa-tiang-bendera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328174/3-pelajar-luka-tertimpa-tiang-bendera</guid><pubDate>Jum'at 30 April 2010 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/30/340/328174/o0h4Qm4GXa.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/30/340/328174/o0h4Qm4GXa.jpg</image><title></title></images><description>SEMARANG - Tiga siswi dari sebuah sekolah bertaraf standar nasional-SMP Negeri 19 Semarang, masing-masing Saratri Janur, Nindi, dan Pramasti Luluk, mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa tiang bendera sekolahnya yang roboh.Peristiwa tragis ini bermula ketika ketiga siswi kelas tujuh itu sedang berlatih menaikkan bendera untuk upacara hari Senin. Usai berlatih mereka istirahat dengan duduk-duduk di dekat tiang. Tapi tiba-tiba tiang bendera yang terbuat dari besi itu patah di bagian tengah dan roboh menimpa tiga gadis mungil itu.Mereka lalu dibawa ke UKS dan setelah siuman dilarikan ke RSUD Tugurejo Semarang. Nindi, warga Wologito Semarang harus dijahit kepalanya akibat robek panjang. Dia bersama Saratri warga Candi Permata harus dirawat di ruang Dahlia. Sementara Pramasti Luluk, warga Pasadena dirawat di&amp;nbsp; ruang Anggrek rumah sakit tersebut. Saratri dan Luluk mengalami luka lebam di bagian kepala dan menderita pusing berat.&quot;Saya nggak tahu kejadian lengkapnya. Tiba-tiba semua gelap. Saya pingsan. Sebelumnya tiang itu tidak nampak bengkok atau melengkung. Tiba-tiba aja roboh,&quot; kata Saratri lemah, Jumat (30/4/2010).Di TKP terlihat tiang bendera itu masih tergeletak di lapangan. Di bagian patahan nampak sambungan yang telah rusak bagian yang dilas.Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 19, Dwi&amp;nbsp; Sulastri mengatakan bahwa semua ini akibat kecelakaan yang tak diduga. &quot;Kami akan menanggung semua biaya perawatan di rumah sakit. Dan kami pun akan memperbaiki tiang bendera supaya lebih kuat dan tidak roboh lagi,&quot; ucap Dwi.</description><content:encoded>SEMARANG - Tiga siswi dari sebuah sekolah bertaraf standar nasional-SMP Negeri 19 Semarang, masing-masing Saratri Janur, Nindi, dan Pramasti Luluk, mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa tiang bendera sekolahnya yang roboh.Peristiwa tragis ini bermula ketika ketiga siswi kelas tujuh itu sedang berlatih menaikkan bendera untuk upacara hari Senin. Usai berlatih mereka istirahat dengan duduk-duduk di dekat tiang. Tapi tiba-tiba tiang bendera yang terbuat dari besi itu patah di bagian tengah dan roboh menimpa tiga gadis mungil itu.Mereka lalu dibawa ke UKS dan setelah siuman dilarikan ke RSUD Tugurejo Semarang. Nindi, warga Wologito Semarang harus dijahit kepalanya akibat robek panjang. Dia bersama Saratri warga Candi Permata harus dirawat di ruang Dahlia. Sementara Pramasti Luluk, warga Pasadena dirawat di&amp;nbsp; ruang Anggrek rumah sakit tersebut. Saratri dan Luluk mengalami luka lebam di bagian kepala dan menderita pusing berat.&quot;Saya nggak tahu kejadian lengkapnya. Tiba-tiba semua gelap. Saya pingsan. Sebelumnya tiang itu tidak nampak bengkok atau melengkung. Tiba-tiba aja roboh,&quot; kata Saratri lemah, Jumat (30/4/2010).Di TKP terlihat tiang bendera itu masih tergeletak di lapangan. Di bagian patahan nampak sambungan yang telah rusak bagian yang dilas.Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 19, Dwi&amp;nbsp; Sulastri mengatakan bahwa semua ini akibat kecelakaan yang tak diduga. &quot;Kami akan menanggung semua biaya perawatan di rumah sakit. Dan kami pun akan memperbaiki tiang bendera supaya lebih kuat dan tidak roboh lagi,&quot; ucap Dwi.</content:encoded></item></channel></rss>
