<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Nelayan Bondet Tidak Barani Melaut</title><description>Ribuan nelayan Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon tidak berani melaut pascaaksi penyerangan yang dilakukan puluhan nelayan bondet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/02/340/328497/ribuan-nelayan-bondet-tidak-barani-melaut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/02/340/328497/ribuan-nelayan-bondet-tidak-barani-melaut"/><item><title>Ribuan Nelayan Bondet Tidak Barani Melaut</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/02/340/328497/ribuan-nelayan-bondet-tidak-barani-melaut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/02/340/328497/ribuan-nelayan-bondet-tidak-barani-melaut</guid><pubDate>Minggu 02 Mei 2010 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ibnu Saechu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/02/340/328497/vpu426Szii.jpg" expression="full" type="image/jpeg">nelayan tak berani melaut.(foto: Ibnu/SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/02/340/328497/vpu426Szii.jpg</image><title>nelayan tak berani melaut.(foto: Ibnu/SI)</title></images><description>CIREBON - Ribuan nelayan Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon tidak berani melaut pascaaksi penyerangan yang dilakukan puluhan nelayan bondet terhadap sejumlah perahu nelayan Mundu yang tengah mencari ikan di perbatasan perairan Bondet, Sabtu (1/5) pagi.
&amp;nbsp;
Akibat penyerangan tersebut belasan nelayan Mundu mengalami luka-luka, empat di antaranya kondisinya kritis, sekujur tubuhnya dipenuhi luka bacok dan tusukan benda tajam. Satu nelayan yang diduga tewas diceburkan ke laut, hingga hari ini jasadnya belum ditemukan.
&amp;nbsp;
Informasi yang berhasil dihimpun Seputar Indonesia, nelayan Bondet, tidak ada satupun yang berani melaut, mereka menambatkan perahu-perahu mereka di pinggir sungai. Para nelayan mengaku takut adanya serangan balasan dari nelayan Mundu akibat penyerangan yang dilakukan sekelompok nelayan Bondet yang memakan banyak korban tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Saya nggak berani berangkat ke laut, soalnya takut jadi sasaran balas dendam nelayan Mundu,&quot; ujar Kadmino (45), nelayan asal Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati.
&amp;nbsp;
Akibat tidak melaut Kadmino mengaku tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. &quot;Karena nggak bisa melaut ya keluarga makan seadanya sambil nyari-nyari utang agar bisa buat bertahan,&quot; ujar Kadmino.
&amp;nbsp;
Aksi nelayan Bondet ini diduga dipicu soal penggunaan alat tangkap ikan. Nelayan Bondet tidak terima nelayan Mundu yang dianggap sering memasang jaring garok di wilayah perairan bondet sehingga merusak jaring kejar yang banyak dipakai nelayan Bondet untuk menangkap rajungan.
Selain itu jaring garok dinilai sebagai alat tangkap yang tidak ramah lingkungan karena menggarok semua ikan, termasuk ikan-ikan yang masih kecil.
&amp;nbsp;
Hingga kemarin, petugas patroli dari Sat Polairut Cirebon dan TNI AL Cirebon terus melakukan patroli di perbatasan perairan kedua wilayah dan berusaha meredam emosi nelayan Mundu untuk menghindari aksi serangan balasan.
&quot;Kami terus melakukan patroli untuk mengantisipasi adanya aksi serangan balasan dari nelayan Mundu,&quot; ujar Kapospol Airut Mundu, Briptu Usep.
&amp;nbsp;
Penyerangan yang dilakukan sejumlah nelayan Bondet memicu kemarahan nelayan Mundu lainnya. Mereka sempat melakukan serangan balasan, namun dapat digagalkan aparat Kepolisian Air dan Laut Cirebon.
&amp;nbsp;
&quot;Kami dapat menenangkan para nelayan dan mengalihkan aksi balasan dengan melakukan pencarian terhadap Sudarsono, korban tewas yang hingga saat ini belum diketemukan,&quot; ujar Usep.
&amp;nbsp;
Hingga saat ini Polairut Cirebon maupun Kepolisian Resor (Polres) Cirebon masih menyelidiki aksi penyerangan terhadap sejumlah nelayan tersebut.</description><content:encoded>CIREBON - Ribuan nelayan Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon tidak berani melaut pascaaksi penyerangan yang dilakukan puluhan nelayan bondet terhadap sejumlah perahu nelayan Mundu yang tengah mencari ikan di perbatasan perairan Bondet, Sabtu (1/5) pagi.
&amp;nbsp;
Akibat penyerangan tersebut belasan nelayan Mundu mengalami luka-luka, empat di antaranya kondisinya kritis, sekujur tubuhnya dipenuhi luka bacok dan tusukan benda tajam. Satu nelayan yang diduga tewas diceburkan ke laut, hingga hari ini jasadnya belum ditemukan.
&amp;nbsp;
Informasi yang berhasil dihimpun Seputar Indonesia, nelayan Bondet, tidak ada satupun yang berani melaut, mereka menambatkan perahu-perahu mereka di pinggir sungai. Para nelayan mengaku takut adanya serangan balasan dari nelayan Mundu akibat penyerangan yang dilakukan sekelompok nelayan Bondet yang memakan banyak korban tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Saya nggak berani berangkat ke laut, soalnya takut jadi sasaran balas dendam nelayan Mundu,&quot; ujar Kadmino (45), nelayan asal Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati.
&amp;nbsp;
Akibat tidak melaut Kadmino mengaku tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. &quot;Karena nggak bisa melaut ya keluarga makan seadanya sambil nyari-nyari utang agar bisa buat bertahan,&quot; ujar Kadmino.
&amp;nbsp;
Aksi nelayan Bondet ini diduga dipicu soal penggunaan alat tangkap ikan. Nelayan Bondet tidak terima nelayan Mundu yang dianggap sering memasang jaring garok di wilayah perairan bondet sehingga merusak jaring kejar yang banyak dipakai nelayan Bondet untuk menangkap rajungan.
Selain itu jaring garok dinilai sebagai alat tangkap yang tidak ramah lingkungan karena menggarok semua ikan, termasuk ikan-ikan yang masih kecil.
&amp;nbsp;
Hingga kemarin, petugas patroli dari Sat Polairut Cirebon dan TNI AL Cirebon terus melakukan patroli di perbatasan perairan kedua wilayah dan berusaha meredam emosi nelayan Mundu untuk menghindari aksi serangan balasan.
&quot;Kami terus melakukan patroli untuk mengantisipasi adanya aksi serangan balasan dari nelayan Mundu,&quot; ujar Kapospol Airut Mundu, Briptu Usep.
&amp;nbsp;
Penyerangan yang dilakukan sejumlah nelayan Bondet memicu kemarahan nelayan Mundu lainnya. Mereka sempat melakukan serangan balasan, namun dapat digagalkan aparat Kepolisian Air dan Laut Cirebon.
&amp;nbsp;
&quot;Kami dapat menenangkan para nelayan dan mengalihkan aksi balasan dengan melakukan pencarian terhadap Sudarsono, korban tewas yang hingga saat ini belum diketemukan,&quot; ujar Usep.
&amp;nbsp;
Hingga saat ini Polairut Cirebon maupun Kepolisian Resor (Polres) Cirebon masih menyelidiki aksi penyerangan terhadap sejumlah nelayan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
