<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hentikan Pembongkaran Kuburan China</title><description>Warga dan tokoh keturunan Tiong Hoa, Cirebon resah atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab membongkar kuburan China Ku Tiong dan Sentiong yang terletak di wilayah Penggung Kota, Cirebon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/03/340/328528/hentikan-pembongkaran-kuburan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/03/340/328528/hentikan-pembongkaran-kuburan-china"/><item><title>Hentikan Pembongkaran Kuburan China</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/03/340/328528/hentikan-pembongkaran-kuburan-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/03/340/328528/hentikan-pembongkaran-kuburan-china</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2010 02:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ibnu Saechu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/03/340/328528/oim7CWP2er.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrsi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/03/340/328528/oim7CWP2er.jpg</image><title>Ilustrsi (Ist)</title></images><description>CIREBON - Warga dan tokoh keturunan Tiong Hoa, Cirebon resah atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab membongkar kuburan China Ku Tiong dan Sentiong yang terletak di wilayah Penggung Kota, Cirebon.Para pelaku penjarahan sengaja mengambil benda-benada berharga dari dalam makam, mulai dari kayu, batu hingga gigi emas. Salah satu tokoh keturunan Tionghoa Cirebon yang juga anggota Komisi 1 DPRD dari Partai Golkar Enggartiasto Lukita mengatakan, pembongkaran Kuburan dan upaya pencurian barang&amp;ndash;barang berharga tidak bisa bisa ditolelir lagi.&quot;Saya mengimbau semua pihak untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang meresahkan tersebut,&quot; ujar Enggar bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat keturunan usai melakukan pertemuan khusus menyikapi persoalan tersebut, Minggu (2/5/2010).Dijelaskan, hasil dari pertemuan dengan para tokoh disepakati untuk membentuk sebuah yayasan yang nantinya secara khusus akan mengelola keberadaan makam.&amp;nbsp;&quot;Yayasan yang kami bentuk ini merupakan yayasan yang nirlaba yang tentunya bekerja secara sosial tanpa berupaya mencari keuntungan. Jadi kalau ada pengurus yang mau cari untung cari di tempat lain saja,&quot; kata Enggar. Terkait dengan persoalan tersebut, Enggar juga meminta kepeda Pemkot Cirebon untuk turun tangan menghentikan aksi pembongkaran makam-makan China yang dilakukan warga. &quot;Kondisi ini jelas meresahkan, bukan saja warga yang kebetulan keluarganya dimakamkan di sana, melainkan masyarakat keturunan Tionghoa. Rasa keprihatinan dan kekecewaan melihat kondisi demikian,&quot; ujar Enggar.Menurut Enggar, kewajiban pemerintah daerah adalah menyediakan fasilitas sosial seperti areal pemakaman. Pemakaman Ku Tiong dan Sen Tiong merupakan tempat yang diperuntukkan khusus untuk warga keturunan Tionghoa sejak zaman Belanda.&quot;Lahan tersebut sejak zaman Belanda berupa tanah wakaf, jadi jangan diganggu Bahkan Pemerintah Kota Cirebon pun tidak bisa semaunya mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah area pemakaman,&quot; ujar Enggar.</description><content:encoded>CIREBON - Warga dan tokoh keturunan Tiong Hoa, Cirebon resah atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab membongkar kuburan China Ku Tiong dan Sentiong yang terletak di wilayah Penggung Kota, Cirebon.Para pelaku penjarahan sengaja mengambil benda-benada berharga dari dalam makam, mulai dari kayu, batu hingga gigi emas. Salah satu tokoh keturunan Tionghoa Cirebon yang juga anggota Komisi 1 DPRD dari Partai Golkar Enggartiasto Lukita mengatakan, pembongkaran Kuburan dan upaya pencurian barang&amp;ndash;barang berharga tidak bisa bisa ditolelir lagi.&quot;Saya mengimbau semua pihak untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang meresahkan tersebut,&quot; ujar Enggar bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat keturunan usai melakukan pertemuan khusus menyikapi persoalan tersebut, Minggu (2/5/2010).Dijelaskan, hasil dari pertemuan dengan para tokoh disepakati untuk membentuk sebuah yayasan yang nantinya secara khusus akan mengelola keberadaan makam.&amp;nbsp;&quot;Yayasan yang kami bentuk ini merupakan yayasan yang nirlaba yang tentunya bekerja secara sosial tanpa berupaya mencari keuntungan. Jadi kalau ada pengurus yang mau cari untung cari di tempat lain saja,&quot; kata Enggar. Terkait dengan persoalan tersebut, Enggar juga meminta kepeda Pemkot Cirebon untuk turun tangan menghentikan aksi pembongkaran makam-makan China yang dilakukan warga. &quot;Kondisi ini jelas meresahkan, bukan saja warga yang kebetulan keluarganya dimakamkan di sana, melainkan masyarakat keturunan Tionghoa. Rasa keprihatinan dan kekecewaan melihat kondisi demikian,&quot; ujar Enggar.Menurut Enggar, kewajiban pemerintah daerah adalah menyediakan fasilitas sosial seperti areal pemakaman. Pemakaman Ku Tiong dan Sen Tiong merupakan tempat yang diperuntukkan khusus untuk warga keturunan Tionghoa sejak zaman Belanda.&quot;Lahan tersebut sejak zaman Belanda berupa tanah wakaf, jadi jangan diganggu Bahkan Pemerintah Kota Cirebon pun tidak bisa semaunya mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah area pemakaman,&quot; ujar Enggar.</content:encoded></item></channel></rss>
