<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Bantah Ada Rekening Mencurigakan Rp95 M</title><description>Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada rekening mencurigakan senilai Rp95 miliar yang diduga milik petinggi Polri. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun membantah tudingan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/04/339/329120/kapolri-bantah-ada-rekening-mencurigakan-rp95-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/04/339/329120/kapolri-bantah-ada-rekening-mencurigakan-rp95-m"/><item><title>Kapolri Bantah Ada Rekening Mencurigakan Rp95 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/04/339/329120/kapolri-bantah-ada-rekening-mencurigakan-rp95-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/04/339/329120/kapolri-bantah-ada-rekening-mencurigakan-rp95-m</guid><pubDate>Selasa 04 Mei 2010 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/04/339/329120/I4nf2fl2sG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/04/339/329120/I4nf2fl2sG.jpg</image><title>Kapolri (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada rekening mencurigakan senilai Rp95 miliar yang diduga milik petinggi Polri. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun membantah tudingan tersebut.

&quot;Tidak. Itu salah. Itu kita akan minta klarifikasi yang namanya laporan hasil analisis (LHA). Itu kan tidak boleh beredar, itu untuk kepentingan penyidikan,&amp;rdquo; ujar Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Kapolri mengaku heran mengapa informasi rahasia itu bisa beredar luas. &amp;ldquo;Dari mana LHA bisa beredar seperti itu. Kalau sekarang ada yang menjelaskan, kita akan minta penjelasan termasuk ke dalam,&amp;rdquo; imbuh Kapolri.

Dia juga berencana melakukan klarifikasi terkait kebenaran tudingan itu. &amp;ldquo;Kita akan cek. LHA itu tidak boleh beredar, nanti bubar-bubaran kalau LHA bisa bebas keluar. Kalau semua boleh diumumkan, kasihan karan belum tentu benar,&amp;rdquo; jelas Bambang.

Apakah ada upaya penggembosan tim independen?

&amp;ldquo;Tidak, tapi ini kita akan cek. Kami sudah koordinasi dengan PPATK segera duduk bersama LHA ini dari mana keluarnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada rekening mencurigakan senilai Rp95 miliar yang diduga milik petinggi Polri. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun membantah tudingan tersebut.

&quot;Tidak. Itu salah. Itu kita akan minta klarifikasi yang namanya laporan hasil analisis (LHA). Itu kan tidak boleh beredar, itu untuk kepentingan penyidikan,&amp;rdquo; ujar Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Kapolri mengaku heran mengapa informasi rahasia itu bisa beredar luas. &amp;ldquo;Dari mana LHA bisa beredar seperti itu. Kalau sekarang ada yang menjelaskan, kita akan minta penjelasan termasuk ke dalam,&amp;rdquo; imbuh Kapolri.

Dia juga berencana melakukan klarifikasi terkait kebenaran tudingan itu. &amp;ldquo;Kita akan cek. LHA itu tidak boleh beredar, nanti bubar-bubaran kalau LHA bisa bebas keluar. Kalau semua boleh diumumkan, kasihan karan belum tentu benar,&amp;rdquo; jelas Bambang.

Apakah ada upaya penggembosan tim independen?

&amp;ldquo;Tidak, tapi ini kita akan cek. Kami sudah koordinasi dengan PPATK segera duduk bersama LHA ini dari mana keluarnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
