<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepotong Hati Dihargai Rp60 Juta </title><description>Ganasnya lilitan ekonomi membuat banyak orang hidup rela menjual organ  mereka. Kondisi ini &amp;ldquo;didukung&amp;rdquo;makin maraknya pasar gelap perdagangan  organ manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/20/18/334498/sepotong-hati-dihargai-rp60-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/20/18/334498/sepotong-hati-dihargai-rp60-juta"/><item><title>Sepotong Hati Dihargai Rp60 Juta </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/20/18/334498/sepotong-hati-dihargai-rp60-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/20/18/334498/sepotong-hati-dihargai-rp60-juta</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2010 09:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/20/18/334498/NfFoXc90hw.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/20/18/334498/NfFoXc90hw.jpg</image><title></title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Ganasnya lilitan ekonomi membuat banyak orang hidup rela menjual organ mereka. Kondisi ini &amp;ldquo;didukung&amp;rdquo;makin maraknya pasar gelap perdagangan organ manusia.Untuk setengah potong organ hati, dihargai sekitar 45.000 yuan (Rp60,6 juta). Sedangkan ongkos untuk transplantasi hati secara keseluruhan, termasuk biaya operasi dan pemulihan, dihargai sekitar 150.000 yuan (Rp202 juta). Harga tersebut diperoleh dari keterangan seorang tersangka pelaku perdagangan organ ilegal yang diadili di China bulan lalu. China pada 2007 melarang transplantasi organ dari pendonor yang masih hidup, kecuali pasangan hidup, memiliki hubungan darah, dan anggota keluarga adopsi. Tapi, apakah larangan itu efektif? Memang belum terbukti.&amp;ldquo;Sedikitnya 2 juta rakyat China memerlukan transplantasi organ setiap tahun.Hanya 20.000 orang yang bisa mendapatkannya karena jumlah organ sangat terbatas,&amp;rdquo; papar Kementerian Kesehatan China.Para tersangka yang ditangkap dan diadili di dua pengadilan di Beijing menghadapi tuntutan hingga lima tahun penjara atas peran mereka menjadi penghubung antara pendonor dan pembeli organ. &amp;ldquo;Tindakan mereka dapat merusak nilai-nilai moral dan tatanan sosial,&amp;rdquo;ungkap surat kabar Procuratorial Daily. Para tersangka saat ini masih menunggu putusan hakim. Tapi, dua dari para tersangka menyatakan bahwa mereka diperlakukan tidak adil dalam proses hukum itu. Mereka membela diri telah memainkan peran penting dalam membantu orang yang sakit dan orang yang miskin.&amp;ldquo;Saya yakin saya telah menolong orang,tidak merugikan orang lain,&amp;rdquo; ujar tersangka Liu Qiangsheng, seperti dikutip Procuratorial Daily. Liu menegaskan, dia terlibat dalam bisnis itu setelah menjual setengah bagian hatinya pada 2008 untuk membantu membayar biaya pengobatan ayahnya. Saat itu ayahnya harus dioperasi dan membutuhkan banyak uang yang tidak dimilikinya.&amp;ldquo;Keluarga saya tidak mampu membiayai operasi itu,jadi saya diam-diam memutuskan menjual setengah hati saya.Keluarga saya tidak tahu,&amp;rdquo;tuturnya. &amp;ldquo;Operasi (hati saya) sangat banyak mempengaruhi saya. Dalam tiga hingga empat bulan setelah operasi, saya merasa sangat sakit hingga tidak bisa berdiri tegak. Dan sejak itu,saya memiliki stamina tubuh yang lebih buruk daripada sebelumnya,&amp;rdquo;kata Liu.Seorang teman yang menerima organ hatinya telah menantikan pendonor hati dengan putus asa hingga Liu menjual sebagian hatinya. Teman itu kemudian meminta Liu mencari pendonor organ lainnya. &amp;ldquo;Saya menyelamatkan kehidupan orang yang menerima hati saya. Dia (penerima donor hati) telah berusia 30 tahun.Saya tidak menyesali tindakan saya,&amp;rdquo;kata Liu. Liu telah memulai bisnis perdagangan organ itu setahun silam, pada Maret 2008, saat penerima organ hatinya meminta dia mencari pendonor lain.Namun, dia tidak tahu jika tindakannya sebagai perantara itu melanggar hukum. Sebagai perantara perdagangan organ, banyak orang mengira Liu mematok harga yang sangat tinggi. &amp;ldquo;Tuduhan itu tidak benar.Sebagai contoh, saat menerima bayaran sebesar 150.000 yuan (Rp203 juta) untuk satu organ manusia, saya hanya mendapat pendapatan sebesar 10.000 yuan (Rp13,5 juta) karena sebagian besar uang itu digunakan untuk biaya operasi, perawatan medis, makanan dan penginapan, serta imbalan untuk pendonor,&amp;rdquo;ujar Liu. Teman Liu,Yang Shihai, juga menjual satu ginjalnya.Yang tidak pernah menyadari bahwa dia melakukan kejahatan.&amp;ldquo;Para pendonor itu tidak dipaksa. Mereka tidak dikontrol oleh kami.Mereka menjual organ mereka dengan sukarela,&amp;rdquo; ujar Yang seperti dikutip Procuratorial Daily. &amp;ldquo;Para pendonor itu kami temukan melalui chatting di Internet. Sebagian besar mereka memerlukan uang dan tugas saya memastikan kehidupan kesehatan mereka dan mencarikan mereka penerima donor yang tepat,&amp;rdquo;tutur Yang.Tersangka lainnya, Zeng Kangkang, 22, didakwa terlibat perdagangan organ manusia dengan total 130.000 yuan (Rp175,9 juta). Kasus Zeng ini dibawa ke pengadilan setelah kasus pertama yang diadili pada 15 April silam di Beijing. Orang yang menjadi perantara perdagangan organ itu memiliki fungsi memalsukan berbagai dokumen antara penjual dan pembeli organ.&amp;ldquo;Peran mereka telah membantu meningkatkan jumlah transplantasi organ dari pendonor hidup menjadi 40% donasi,dari 15% donasi pada 2006,&amp;rdquo;tulis China Daily tahun lalu. Kendati perdagangan organ ilegal kian marak, mayoritas organ untuk transplantasi di China masih diambil dari para penjahat yang dieksekusi mati.Pemerintah China berharap, sistem baru akan mengakhiri praktik transplantasi organ dari pendonor yang masih hidup dan dari para tahanan.Sejumlah pejabat pemerintahan senior sangat terusik dengan praktik ilegal ini.&amp;ldquo;Tahanan yang dieksekusi sebenarnya bukan sumber yang bagus untuk transplantasi organ,&amp;rdquo;kata Wakil Menteri Kesehatan China Huang Jiefu pada China Daily. (Koran SI/Koran SI/syarifudin)</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Ganasnya lilitan ekonomi membuat banyak orang hidup rela menjual organ mereka. Kondisi ini &amp;ldquo;didukung&amp;rdquo;makin maraknya pasar gelap perdagangan organ manusia.Untuk setengah potong organ hati, dihargai sekitar 45.000 yuan (Rp60,6 juta). Sedangkan ongkos untuk transplantasi hati secara keseluruhan, termasuk biaya operasi dan pemulihan, dihargai sekitar 150.000 yuan (Rp202 juta). Harga tersebut diperoleh dari keterangan seorang tersangka pelaku perdagangan organ ilegal yang diadili di China bulan lalu. China pada 2007 melarang transplantasi organ dari pendonor yang masih hidup, kecuali pasangan hidup, memiliki hubungan darah, dan anggota keluarga adopsi. Tapi, apakah larangan itu efektif? Memang belum terbukti.&amp;ldquo;Sedikitnya 2 juta rakyat China memerlukan transplantasi organ setiap tahun.Hanya 20.000 orang yang bisa mendapatkannya karena jumlah organ sangat terbatas,&amp;rdquo; papar Kementerian Kesehatan China.Para tersangka yang ditangkap dan diadili di dua pengadilan di Beijing menghadapi tuntutan hingga lima tahun penjara atas peran mereka menjadi penghubung antara pendonor dan pembeli organ. &amp;ldquo;Tindakan mereka dapat merusak nilai-nilai moral dan tatanan sosial,&amp;rdquo;ungkap surat kabar Procuratorial Daily. Para tersangka saat ini masih menunggu putusan hakim. Tapi, dua dari para tersangka menyatakan bahwa mereka diperlakukan tidak adil dalam proses hukum itu. Mereka membela diri telah memainkan peran penting dalam membantu orang yang sakit dan orang yang miskin.&amp;ldquo;Saya yakin saya telah menolong orang,tidak merugikan orang lain,&amp;rdquo; ujar tersangka Liu Qiangsheng, seperti dikutip Procuratorial Daily. Liu menegaskan, dia terlibat dalam bisnis itu setelah menjual setengah bagian hatinya pada 2008 untuk membantu membayar biaya pengobatan ayahnya. Saat itu ayahnya harus dioperasi dan membutuhkan banyak uang yang tidak dimilikinya.&amp;ldquo;Keluarga saya tidak mampu membiayai operasi itu,jadi saya diam-diam memutuskan menjual setengah hati saya.Keluarga saya tidak tahu,&amp;rdquo;tuturnya. &amp;ldquo;Operasi (hati saya) sangat banyak mempengaruhi saya. Dalam tiga hingga empat bulan setelah operasi, saya merasa sangat sakit hingga tidak bisa berdiri tegak. Dan sejak itu,saya memiliki stamina tubuh yang lebih buruk daripada sebelumnya,&amp;rdquo;kata Liu.Seorang teman yang menerima organ hatinya telah menantikan pendonor hati dengan putus asa hingga Liu menjual sebagian hatinya. Teman itu kemudian meminta Liu mencari pendonor organ lainnya. &amp;ldquo;Saya menyelamatkan kehidupan orang yang menerima hati saya. Dia (penerima donor hati) telah berusia 30 tahun.Saya tidak menyesali tindakan saya,&amp;rdquo;kata Liu. Liu telah memulai bisnis perdagangan organ itu setahun silam, pada Maret 2008, saat penerima organ hatinya meminta dia mencari pendonor lain.Namun, dia tidak tahu jika tindakannya sebagai perantara itu melanggar hukum. Sebagai perantara perdagangan organ, banyak orang mengira Liu mematok harga yang sangat tinggi. &amp;ldquo;Tuduhan itu tidak benar.Sebagai contoh, saat menerima bayaran sebesar 150.000 yuan (Rp203 juta) untuk satu organ manusia, saya hanya mendapat pendapatan sebesar 10.000 yuan (Rp13,5 juta) karena sebagian besar uang itu digunakan untuk biaya operasi, perawatan medis, makanan dan penginapan, serta imbalan untuk pendonor,&amp;rdquo;ujar Liu. Teman Liu,Yang Shihai, juga menjual satu ginjalnya.Yang tidak pernah menyadari bahwa dia melakukan kejahatan.&amp;ldquo;Para pendonor itu tidak dipaksa. Mereka tidak dikontrol oleh kami.Mereka menjual organ mereka dengan sukarela,&amp;rdquo; ujar Yang seperti dikutip Procuratorial Daily. &amp;ldquo;Para pendonor itu kami temukan melalui chatting di Internet. Sebagian besar mereka memerlukan uang dan tugas saya memastikan kehidupan kesehatan mereka dan mencarikan mereka penerima donor yang tepat,&amp;rdquo;tutur Yang.Tersangka lainnya, Zeng Kangkang, 22, didakwa terlibat perdagangan organ manusia dengan total 130.000 yuan (Rp175,9 juta). Kasus Zeng ini dibawa ke pengadilan setelah kasus pertama yang diadili pada 15 April silam di Beijing. Orang yang menjadi perantara perdagangan organ itu memiliki fungsi memalsukan berbagai dokumen antara penjual dan pembeli organ.&amp;ldquo;Peran mereka telah membantu meningkatkan jumlah transplantasi organ dari pendonor hidup menjadi 40% donasi,dari 15% donasi pada 2006,&amp;rdquo;tulis China Daily tahun lalu. Kendati perdagangan organ ilegal kian marak, mayoritas organ untuk transplantasi di China masih diambil dari para penjahat yang dieksekusi mati.Pemerintah China berharap, sistem baru akan mengakhiri praktik transplantasi organ dari pendonor yang masih hidup dan dari para tahanan.Sejumlah pejabat pemerintahan senior sangat terusik dengan praktik ilegal ini.&amp;ldquo;Tahanan yang dieksekusi sebenarnya bukan sumber yang bagus untuk transplantasi organ,&amp;rdquo;kata Wakil Menteri Kesehatan China Huang Jiefu pada China Daily. (Koran SI/Koran SI/syarifudin)</content:encoded></item></channel></rss>
