<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut: Korsel Palsukan Bukti Torpedo</title><description>Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) telah memalsukan  bukti yang menyebutkan kapal perang mereka, telah di serang senjata  torpedo oleh Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/21/18/335088/korut-korsel-palsukan-bukti-torpedo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/21/18/335088/korut-korsel-palsukan-bukti-torpedo"/><item><title>Korut: Korsel Palsukan Bukti Torpedo</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/21/18/335088/korut-korsel-palsukan-bukti-torpedo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/21/18/335088/korut-korsel-palsukan-bukti-torpedo</guid><pubDate>Jum'at 21 Mei 2010 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/21/18/335088/QYQexV1Qst.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potongan torpedo yang dianggap milik Korut (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/21/18/335088/QYQexV1Qst.jpg</image><title>Potongan torpedo yang dianggap milik Korut (Foto: AP)</title></images><description>SEOUL - Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) telah memalsukan bukti yang menyebutkan kapal perang mereka, telah di serang senjata torpedo oleh Korut. Bagi pihak Korsel dan barat, keterangan dari Korut ini merupakan sebuah sikap penyangkalan yang kedua&amp;nbsp; kalinya dikeluarkan dalam dua hari terakhir. Korea Selatan memang lantang menuduh sebuah kapal selam milik Korea Utara, telah menembakan torpedo kepada kapal perang mereka pada 26 Maret lalu. Demikian dilansir AFP, Jumat (21/5/2010).Seperti diketahui sebelumnya, kapal perang Cheonan tenggelam akibat sebuah ledakan torpedo dan menewaskan 46 awak kapal tersebut. Atas peristiwa ini Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak telah melakukan pertemuan dengan stafnya, guna membicarakan sanksi baru kepada Korea Utara atas kasus ini.Klaim Korsel ini juga dilengkapi hasil investigasi dari kelompok internasional, yang menyebutkan jika mereka memiliki bukti sebuah torpedo yang menyebabkan Kapal Cheonan tersebut terbelah menjadi dua. Pihak penyelidik mengatakan telah mengamankan beberapa bagian torpedo yang masih utuh, dan dianggap sesuai dengan torpedo yang digunakan oleh Korut selama ini.Pihak Korut pun menanggapinya dengan menilai tuduhan tersebut membuka peluang untuk terjadinya perang baru dengan tetangganya tersebut. &quot;Pemerintah boneka (Korsel) telah menciptakan situasi yang memungkinkan terciptanya perang baru,&quot; pernyataan pihak Korut. Pemerintah Korut pun mengancam akan membekukan secara total hubungan antar kedua negara yang sebenarnya masih dalam keadaan gencatan senjata tersebut. Sekaligus mengancam untuk mencabut perjanjian anti-agresi serta memutus hubungan kerja sama antara kedua negara.</description><content:encoded>SEOUL - Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) telah memalsukan bukti yang menyebutkan kapal perang mereka, telah di serang senjata torpedo oleh Korut. Bagi pihak Korsel dan barat, keterangan dari Korut ini merupakan sebuah sikap penyangkalan yang kedua&amp;nbsp; kalinya dikeluarkan dalam dua hari terakhir. Korea Selatan memang lantang menuduh sebuah kapal selam milik Korea Utara, telah menembakan torpedo kepada kapal perang mereka pada 26 Maret lalu. Demikian dilansir AFP, Jumat (21/5/2010).Seperti diketahui sebelumnya, kapal perang Cheonan tenggelam akibat sebuah ledakan torpedo dan menewaskan 46 awak kapal tersebut. Atas peristiwa ini Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak telah melakukan pertemuan dengan stafnya, guna membicarakan sanksi baru kepada Korea Utara atas kasus ini.Klaim Korsel ini juga dilengkapi hasil investigasi dari kelompok internasional, yang menyebutkan jika mereka memiliki bukti sebuah torpedo yang menyebabkan Kapal Cheonan tersebut terbelah menjadi dua. Pihak penyelidik mengatakan telah mengamankan beberapa bagian torpedo yang masih utuh, dan dianggap sesuai dengan torpedo yang digunakan oleh Korut selama ini.Pihak Korut pun menanggapinya dengan menilai tuduhan tersebut membuka peluang untuk terjadinya perang baru dengan tetangganya tersebut. &quot;Pemerintah boneka (Korsel) telah menciptakan situasi yang memungkinkan terciptanya perang baru,&quot; pernyataan pihak Korut. Pemerintah Korut pun mengancam akan membekukan secara total hubungan antar kedua negara yang sebenarnya masih dalam keadaan gencatan senjata tersebut. Sekaligus mengancam untuk mencabut perjanjian anti-agresi serta memutus hubungan kerja sama antara kedua negara.</content:encoded></item></channel></rss>
