<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyakit Sudah Menyebar di Perut Ainun Habibie</title><description>Sejak dirawat 24 Maret lalu di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro'hadern, Munchen, Jerman, kondisi mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie tidak pernah mengalami kemajuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/25/337/336332/penyakit-sudah-menyebar-di-perut-ainun-habibie</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/25/337/336332/penyakit-sudah-menyebar-di-perut-ainun-habibie"/><item><title>Penyakit Sudah Menyebar di Perut Ainun Habibie</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/25/337/336332/penyakit-sudah-menyebar-di-perut-ainun-habibie</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/25/337/336332/penyakit-sudah-menyebar-di-perut-ainun-habibie</guid><pubDate>Selasa 25 Mei 2010 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/25/337/336332/w4Dz2p8MAJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BJ Habibie berada di sisi jenazah istrinya Ainun Habibie. (Foto: dok Habibie Center)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/25/337/336332/w4Dz2p8MAJ.jpg</image><title>BJ Habibie berada di sisi jenazah istrinya Ainun Habibie. (Foto: dok Habibie Center)</title></images><description>JAKARTA - Sejak dirawat 24 Maret lalu di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro'hadern, Munchen, Jerman, kondisi mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie tidak pernah mengalami kemajuan.Hal tersebut diungkapkan putra bungsu pasangan BJ Habibie dan Hasri Ainun, Thareq Kemal, kepada wartawan di kediaman duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (25/5/2010).&quot;Setelah operasi keadaan selalu memburuk. Karena setiap operasi kepukul mundur, kepukul mundur. Di waktu yang sama, dokter bilang harus rehabilitasi. Bayangkan empat minggu pertama, operasinya dua hari sekali,&quot; tuturnya.Dengan keadaan itu, lanjut Thareq, Ainun seperti tidak diberi waktu untuk melakukan rehabilitasi fisiknya oleh dokter. Selain itu penyakit yang diderita Ainun cukup kompleks membuat Ainun hanya memiliki kemungkinan kecil untuk lepas dari penyakitnya.&quot;Operasinya itu diperut. Penyakitnya sudah menyebar di perut, hati, juga empedu yang kena. Colon juga harus dioperasi, pankreasnya juga kena, dan harus dipotong. Itu memerlukan waktu, karena setiap ada infeksi harus dibuka lagi. Kalau ada yang bocor dibuka lagi, dilihat kenapa,&quot; paparnya.Namun walaupun gagal menyembuhkan ibunya, Thareq tidak kecewa dengan penanganan dokter. &quot;Itu sudah maksimal mereka usahakan. Mereka sudah tahu yang mereka laksanakan. Tetapi hasil akhirnya begini, hanya di tangan Allah SWT,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak dirawat 24 Maret lalu di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro'hadern, Munchen, Jerman, kondisi mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie tidak pernah mengalami kemajuan.Hal tersebut diungkapkan putra bungsu pasangan BJ Habibie dan Hasri Ainun, Thareq Kemal, kepada wartawan di kediaman duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (25/5/2010).&quot;Setelah operasi keadaan selalu memburuk. Karena setiap operasi kepukul mundur, kepukul mundur. Di waktu yang sama, dokter bilang harus rehabilitasi. Bayangkan empat minggu pertama, operasinya dua hari sekali,&quot; tuturnya.Dengan keadaan itu, lanjut Thareq, Ainun seperti tidak diberi waktu untuk melakukan rehabilitasi fisiknya oleh dokter. Selain itu penyakit yang diderita Ainun cukup kompleks membuat Ainun hanya memiliki kemungkinan kecil untuk lepas dari penyakitnya.&quot;Operasinya itu diperut. Penyakitnya sudah menyebar di perut, hati, juga empedu yang kena. Colon juga harus dioperasi, pankreasnya juga kena, dan harus dipotong. Itu memerlukan waktu, karena setiap ada infeksi harus dibuka lagi. Kalau ada yang bocor dibuka lagi, dilihat kenapa,&quot; paparnya.Namun walaupun gagal menyembuhkan ibunya, Thareq tidak kecewa dengan penanganan dokter. &quot;Itu sudah maksimal mereka usahakan. Mereka sudah tahu yang mereka laksanakan. Tetapi hasil akhirnya begini, hanya di tangan Allah SWT,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
