<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Harus Biayai Korban Bentrok Meojokerto</title><description>Komnas HAM hari ini mengunjungi Mojokerto. Mereka menerima pengaduan dari aktivis yang menyatakan ada massa terorganisasi yang melakukan tindakan anarki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/26/340/336637/pemerintah-harus-biayai-korban-bentrok-meojokerto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/26/340/336637/pemerintah-harus-biayai-korban-bentrok-meojokerto"/><item><title>Pemerintah Harus Biayai Korban Bentrok Meojokerto</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/26/340/336637/pemerintah-harus-biayai-korban-bentrok-meojokerto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/26/340/336637/pemerintah-harus-biayai-korban-bentrok-meojokerto</guid><pubDate>Rabu 26 Mei 2010 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/26/340/336637/6hwegaglCI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok. Koran Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/26/340/336637/6hwegaglCI.jpg</image><title>Dok. Koran Seputar Indonesia</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Komnas HAM hari ini mengunjungi Mojokerto. Mereka menerima pengaduan dari aktivis yang menyatakan ada massa terorganisasi yang melakukan tindakan anarki.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Selain itu, Komisioner Komnas HAM Syafrudin Ngulma Simeulue juga menemukan soal pengamanan yang berlebihan korban luka tembak Rendi Kuswandi (30), pemuda asal warga Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal.
&amp;nbsp;
Rendi yang sekaligus menjadi tersangka ini saat ini sedang terbaring lemah di RSUD Wahidin Sudirohusodo karena luka tembak yang dideritanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pengamanan polisi terhadap Rendy berlebihan sehingga menganggu pengunjung rumah sakitnya lainnya,&amp;rdquo; ujar Syafrudin, Rabu (26/5/2010).
&amp;nbsp;
Selain itu, Syafrudin juga menyatakan jika biaya pengobatan atas Rendi seharusnya menjadi tanggungan pemerintah. Karena peluru yang menembus dada rendi adalah milik pemerintah. &amp;ldquo;Pemerintah harusnya ikut tanggungjawab. Itu kan peluru milik pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Saat ini, kata Syafrudin semua biaya pengobatan atas Rendi masih ditanggung oleh pihak keluarga. Setidaknya, sudah sekitar Rp5 juta biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga Rendi untuk biaya pengobatannya.</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Komnas HAM hari ini mengunjungi Mojokerto. Mereka menerima pengaduan dari aktivis yang menyatakan ada massa terorganisasi yang melakukan tindakan anarki.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Selain itu, Komisioner Komnas HAM Syafrudin Ngulma Simeulue juga menemukan soal pengamanan yang berlebihan korban luka tembak Rendi Kuswandi (30), pemuda asal warga Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal.
&amp;nbsp;
Rendi yang sekaligus menjadi tersangka ini saat ini sedang terbaring lemah di RSUD Wahidin Sudirohusodo karena luka tembak yang dideritanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pengamanan polisi terhadap Rendy berlebihan sehingga menganggu pengunjung rumah sakitnya lainnya,&amp;rdquo; ujar Syafrudin, Rabu (26/5/2010).
&amp;nbsp;
Selain itu, Syafrudin juga menyatakan jika biaya pengobatan atas Rendi seharusnya menjadi tanggungan pemerintah. Karena peluru yang menembus dada rendi adalah milik pemerintah. &amp;ldquo;Pemerintah harusnya ikut tanggungjawab. Itu kan peluru milik pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Saat ini, kata Syafrudin semua biaya pengobatan atas Rendi masih ditanggung oleh pihak keluarga. Setidaknya, sudah sekitar Rp5 juta biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga Rendi untuk biaya pengobatannya.</content:encoded></item></channel></rss>
