<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inilah Puisi Perpisahan Habibie untuk Ainun</title><description>Ditinggalkan istri tercinta untuk selamanya adalah duka yang sangat mendalam bagi Mantan Presiden BJ Habibie. Betapa tidak, almarhumah semasa hidupnya kerap menjadi teman hidup Habibie dalam suka dan duka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/27/337/336871/inilah-puisi-perpisahan-habibie-untuk-ainun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/05/27/337/336871/inilah-puisi-perpisahan-habibie-untuk-ainun"/><item><title>Inilah Puisi Perpisahan Habibie untuk Ainun</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/05/27/337/336871/inilah-puisi-perpisahan-habibie-untuk-ainun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/05/27/337/336871/inilah-puisi-perpisahan-habibie-untuk-ainun</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2010 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/27/337/336871/VEYHCzxQ97.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/27/337/336871/VEYHCzxQ97.jpg</image><title>ist</title></images><description>JAKARTA -  Ditinggalkan istri tercinta untuk selamanya adalah duka yang sangat mendalam bagi Mantan Presiden BJ Habibie. Betapa tidak, almarhumah semasa hidupnya kerap menjadi teman hidup Habibie dalam suka dan duka.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebagai rasa cinta, Habibie pun menuliskan sepenggal puisi untuk mengenang kepergian Ainun. Berikut petikan puisi karya Habibie untuk sang istri tercinta, Ainun Hasri, seperti yang diperoleh dari berbagai sumber.
&amp;nbsp;
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
&amp;nbsp;
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
&amp;nbsp;
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
&amp;nbsp;
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
&amp;nbsp;
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
&amp;nbsp;
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
&amp;nbsp;
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
&amp;nbsp;
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
&amp;nbsp;
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
&amp;nbsp;
Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
&amp;nbsp;
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
&amp;nbsp;
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
&amp;nbsp;
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
&amp;nbsp;
Selamat jalan,
&amp;nbsp;
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
&amp;nbsp;
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
&amp;nbsp;
selamat jalan sayang,
&amp;nbsp;
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
&amp;nbsp;
selamat jalan,
&amp;nbsp;
calon bidadari surgaku ....
&amp;nbsp;
BJ HABIBIE</description><content:encoded>JAKARTA -  Ditinggalkan istri tercinta untuk selamanya adalah duka yang sangat mendalam bagi Mantan Presiden BJ Habibie. Betapa tidak, almarhumah semasa hidupnya kerap menjadi teman hidup Habibie dalam suka dan duka.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebagai rasa cinta, Habibie pun menuliskan sepenggal puisi untuk mengenang kepergian Ainun. Berikut petikan puisi karya Habibie untuk sang istri tercinta, Ainun Hasri, seperti yang diperoleh dari berbagai sumber.
&amp;nbsp;
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
&amp;nbsp;
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
&amp;nbsp;
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
&amp;nbsp;
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
&amp;nbsp;
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
&amp;nbsp;
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
&amp;nbsp;
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
&amp;nbsp;
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
&amp;nbsp;
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
&amp;nbsp;
Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
&amp;nbsp;
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
&amp;nbsp;
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
&amp;nbsp;
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
&amp;nbsp;
Selamat jalan,
&amp;nbsp;
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
&amp;nbsp;
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
&amp;nbsp;
selamat jalan sayang,
&amp;nbsp;
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
&amp;nbsp;
selamat jalan,
&amp;nbsp;
calon bidadari surgaku ....
&amp;nbsp;
BJ HABIBIE</content:encoded></item></channel></rss>
