<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bantah Penanganan Kasus Koja Lamban</title><description>Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono menampik jika jajarannya lamban dalam menangani rusuh berdarah di kawasan Makam Mbah Priok, Koja, beberapa waktu yang lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/04/338/339523/polisi-bantah-penanganan-kasus-koja-lamban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/04/338/339523/polisi-bantah-penanganan-kasus-koja-lamban"/><item><title>Polisi Bantah Penanganan Kasus Koja Lamban</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/04/338/339523/polisi-bantah-penanganan-kasus-koja-lamban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/04/338/339523/polisi-bantah-penanganan-kasus-koja-lamban</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2010 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ulan Pebriyanah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/04/338/339523/U8ydmbU9n8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrokan Penertibam Makam Mbah Priok (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/04/338/339523/U8ydmbU9n8.jpg</image><title>Bentrokan Penertibam Makam Mbah Priok (Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono menampik jika jajarannya lamban dalam menangani rusuh berdarah di kawasan Makam Mbah Priok, Koja, beberapa waktu yang lalu.&quot;Polda Metro tidak ada keterlambatan. Mungkin&amp;nbsp; masyarakat yang tidak tahu prosesnya,&quot; ujar dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/6/2010). Wahyono memaparkan, manajemen yang dilakukan Polda dalam mengelola pengamanan adalah diperbantukan kepada Pemkot Jakarta Utara setelah mendapat instrusksi dari Gubernur DKI. Instruksi tersebut berisi perintah kepada Walikota Jakarta Utara dan Kasatpol PP untuk melakukan penertiban. &quot;Jadi apa yang lambat ya,&quot; tegasnya. Kapolda Metro Jaya juga menambahkan, dari mulai bulan Januari, pihaknya sudah melakukan persiapan pengamanan. Bahkan persiapan dilakukan sampai menjelang pelaksanaan penertiban di makam Mbah Priok.&quot;Bahkan kami malamnya kirim 4 SSK, besoknya kami terjunkan sampai pukul 17.55 WIB. Total semua adalah 9 SSK. Jadi tidak ada yang lamban. Tolong sinyalemen ini bisa betul-betul diklarifikasikan,&quot; pinta Wahyono.Menurut dia, dalam memenuhi permintaan bantuan pengamanan oleh Walikota Jakarta Utara justru dilakukan lebih awal. Sebab dari data intelejen ada potensi rusuh dalam penertiban tersebut. &quot;Kita siapkan lebih awal pukul 22.00 WIB, Kami berangkatkan 4 SSK, terdiri dari dua mobil Brimob dan dua Samapta,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono menampik jika jajarannya lamban dalam menangani rusuh berdarah di kawasan Makam Mbah Priok, Koja, beberapa waktu yang lalu.&quot;Polda Metro tidak ada keterlambatan. Mungkin&amp;nbsp; masyarakat yang tidak tahu prosesnya,&quot; ujar dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/6/2010). Wahyono memaparkan, manajemen yang dilakukan Polda dalam mengelola pengamanan adalah diperbantukan kepada Pemkot Jakarta Utara setelah mendapat instrusksi dari Gubernur DKI. Instruksi tersebut berisi perintah kepada Walikota Jakarta Utara dan Kasatpol PP untuk melakukan penertiban. &quot;Jadi apa yang lambat ya,&quot; tegasnya. Kapolda Metro Jaya juga menambahkan, dari mulai bulan Januari, pihaknya sudah melakukan persiapan pengamanan. Bahkan persiapan dilakukan sampai menjelang pelaksanaan penertiban di makam Mbah Priok.&quot;Bahkan kami malamnya kirim 4 SSK, besoknya kami terjunkan sampai pukul 17.55 WIB. Total semua adalah 9 SSK. Jadi tidak ada yang lamban. Tolong sinyalemen ini bisa betul-betul diklarifikasikan,&quot; pinta Wahyono.Menurut dia, dalam memenuhi permintaan bantuan pengamanan oleh Walikota Jakarta Utara justru dilakukan lebih awal. Sebab dari data intelejen ada potensi rusuh dalam penertiban tersebut. &quot;Kita siapkan lebih awal pukul 22.00 WIB, Kami berangkatkan 4 SSK, terdiri dari dua mobil Brimob dan dua Samapta,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
