<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Operasi, Bayi Hidrosefalus Meninggal</title><description>Akna Fajriati Istiqoman (8), gadis kecil penderita hidorsefalus (kepala besar) asal Lombok Tengah, NTB, usai menjalani operasi di RSUP Sanglah, Denpasar akhirnya meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/06/340/340031/usai-operasi-bayi-hidrosefalus-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/06/340/340031/usai-operasi-bayi-hidrosefalus-meninggal"/><item><title>Usai Operasi, Bayi Hidrosefalus Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/06/340/340031/usai-operasi-bayi-hidrosefalus-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/06/340/340031/usai-operasi-bayi-hidrosefalus-meninggal</guid><pubDate>Minggu 06 Juni 2010 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/06/340/340031/wF3boO8b5b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok. okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/06/340/340031/wF3boO8b5b.jpg</image><title>Dok. okezone</title></images><description>DENPASAR - Akna Fajriati Istiqoman (8), gadis kecil penderita hidorsefalus (kepala besar) asal Lombok Tengah, NTB, usai menjalani operasi di RSUP Sanglah, Denpasar akhirnya meninggal dunia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebelumnya, penderita hidorosefalus yang juga asal Lombok yakni Nikmah (6), lebih dulu meninggal dunia. Keduanya menderita hidrosefalus yang dilarikan ke RSUP Sanglah, dengan biaya ditanggung seluruhnya oleh bupati setempat.
&amp;nbsp;
Fajriati yang masuk ke rumah sakit pada 17 Mei lalu akhiinya tutup usia Jumat lalu (5 Juni) sekira pukul 17.30 WIB. Dua bocah penderita hidrosefalus lainnya asal Lombok yang masih bertahan adalah Jozatun (5 bulan), Reza (2,5). Mereka dirujuk pada waktu yang sama dari rumah sakit Lombok Tengah karena tidak sanggup menangani mereka.
&amp;nbsp;
Mereka kemudian dirawat di Ruang Angsoka lantai 3 RS Sanglah. Meski menjalani perawatan secara intensif, hidup kedua dari empat bocah itu ternyata tidak bertahan lama. Nikmah lebih dulu meninggal pada Sabtu (22/5/2010) lalu, sekira yang kemudian disusul Fajriati.
&amp;nbsp;
&quot;Meninggalnya saya tidak tahu peris apa penyebabnya yang pasti, anak saya habis menjalani operasi,&quot; kata ayah Fajriati, Fajarudin saat mengurus kepulangan anaknya ditemui wartawan di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (6/6/2010).
&amp;nbsp;
&quot;Kami tidak tanyakan ke dokter kalau Nikmah meninggal karena apa,&quot; ujar Fajarudin saat menjaga Fajriati anaknya yang sedang dirawat tersebut.
&amp;nbsp;
Fajarudin sendiri tidak menyangka jika peristiwa meninggalnya Nikmah juga bakal menimpa anaknya. Dia pun mengaku terpukul dengan meninggalnya sang buah hati dengan harapan jasadnya bisa diterima Tuhan.
&amp;nbsp;
Dipihak lain, Fajarudin mengaku pengalaman buruk yang dialami para pasien hidrosefalus karena mereka tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup saat masih berada didalam janin. &quot;Semoga ini menjadi pelajaran bagi setiap orang yang anaknya menderita hidrosefalus,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DENPASAR - Akna Fajriati Istiqoman (8), gadis kecil penderita hidorsefalus (kepala besar) asal Lombok Tengah, NTB, usai menjalani operasi di RSUP Sanglah, Denpasar akhirnya meninggal dunia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebelumnya, penderita hidorosefalus yang juga asal Lombok yakni Nikmah (6), lebih dulu meninggal dunia. Keduanya menderita hidrosefalus yang dilarikan ke RSUP Sanglah, dengan biaya ditanggung seluruhnya oleh bupati setempat.
&amp;nbsp;
Fajriati yang masuk ke rumah sakit pada 17 Mei lalu akhiinya tutup usia Jumat lalu (5 Juni) sekira pukul 17.30 WIB. Dua bocah penderita hidrosefalus lainnya asal Lombok yang masih bertahan adalah Jozatun (5 bulan), Reza (2,5). Mereka dirujuk pada waktu yang sama dari rumah sakit Lombok Tengah karena tidak sanggup menangani mereka.
&amp;nbsp;
Mereka kemudian dirawat di Ruang Angsoka lantai 3 RS Sanglah. Meski menjalani perawatan secara intensif, hidup kedua dari empat bocah itu ternyata tidak bertahan lama. Nikmah lebih dulu meninggal pada Sabtu (22/5/2010) lalu, sekira yang kemudian disusul Fajriati.
&amp;nbsp;
&quot;Meninggalnya saya tidak tahu peris apa penyebabnya yang pasti, anak saya habis menjalani operasi,&quot; kata ayah Fajriati, Fajarudin saat mengurus kepulangan anaknya ditemui wartawan di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (6/6/2010).
&amp;nbsp;
&quot;Kami tidak tanyakan ke dokter kalau Nikmah meninggal karena apa,&quot; ujar Fajarudin saat menjaga Fajriati anaknya yang sedang dirawat tersebut.
&amp;nbsp;
Fajarudin sendiri tidak menyangka jika peristiwa meninggalnya Nikmah juga bakal menimpa anaknya. Dia pun mengaku terpukul dengan meninggalnya sang buah hati dengan harapan jasadnya bisa diterima Tuhan.
&amp;nbsp;
Dipihak lain, Fajarudin mengaku pengalaman buruk yang dialami para pasien hidrosefalus karena mereka tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup saat masih berada didalam janin. &quot;Semoga ini menjadi pelajaran bagi setiap orang yang anaknya menderita hidrosefalus,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
