<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas Jembatan Ambruk di Aceh Jadi 12 Orang</title><description>Setelah melakukan pencarian secara intensif, Tim SAR akhirnya menemukan tiga lagi korban ambruknya jembatan di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/08/340/340829/korban-tewas-jembatan-ambruk-di-aceh-jadi-12-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/08/340/340829/korban-tewas-jembatan-ambruk-di-aceh-jadi-12-orang"/><item><title>Korban Tewas Jembatan Ambruk di Aceh Jadi 12 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/08/340/340829/korban-tewas-jembatan-ambruk-di-aceh-jadi-12-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/08/340/340829/korban-tewas-jembatan-ambruk-di-aceh-jadi-12-orang</guid><pubDate>Selasa 08 Juni 2010 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/08/340/340829/6xmQqNZVz0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Sripoku)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/08/340/340829/6xmQqNZVz0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Sripoku)</title></images><description>BANDA ACEH - Setelah melakukan pencarian secara intensif, Tim SAR akhirnya berhasil menemukan tiga lagi korban ambruknya jembatan, saat ritual tolak bala di Desa Meloak Ilang, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.&amp;ldquo;Semuanya sudah ditemukan, tadi pagi dua, satu lagi sekitar siang,&amp;rdquo; kata Camat Putri Betung, Mukmin saat dihubungi okezone, Selasa (8/6/2010).Ketiga korban ditemukan tak bernyawa di Sungai Meloak, sekira 2 kilometer dari lokasi ambruknya jembatan. Mereka adalah Pardi (8), Khairul (9), dan Junita (11). &amp;ldquo;Semuanya langsung dikebumikan,&amp;rdquo; tutur Mukmin.Insiden runtuhnya jembatan terjadi pada Minggu 6 Juni 2010. Saat itu, sejumlah warga dan tetua kampung mengadakan kenduri tolak bala. Di sesi pelepasan sesajen berupa ayam jantan putih ke sungai, puluhan anak-anak naik ke jembatan gantung menyaksikan ritual itu.Jembatan berkontruksi kayu yang sudah lapuk itu akhirnya ambruk, tak kuat menahan beratnya beban. Sebanyak 12 orang tewas dibawa arus sungai yang deras dan 25 lainnya luka-luka.Selain yang ditemukan hari ini, korban yang tewas lainnya adalah Riski, Mira, Toni, Fatimah, Saraini, Gunawan, dan Khaidir, Silis Masara dan Sadikin. Usia mereka berkisar antara 6 hingga 13 tahun.Tim SAR dibantu warga, TNI, dan Polri menyudahi pencarian korban. Kini desa itu masih diliputi suasana berkabung.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Setelah melakukan pencarian secara intensif, Tim SAR akhirnya berhasil menemukan tiga lagi korban ambruknya jembatan, saat ritual tolak bala di Desa Meloak Ilang, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.&amp;ldquo;Semuanya sudah ditemukan, tadi pagi dua, satu lagi sekitar siang,&amp;rdquo; kata Camat Putri Betung, Mukmin saat dihubungi okezone, Selasa (8/6/2010).Ketiga korban ditemukan tak bernyawa di Sungai Meloak, sekira 2 kilometer dari lokasi ambruknya jembatan. Mereka adalah Pardi (8), Khairul (9), dan Junita (11). &amp;ldquo;Semuanya langsung dikebumikan,&amp;rdquo; tutur Mukmin.Insiden runtuhnya jembatan terjadi pada Minggu 6 Juni 2010. Saat itu, sejumlah warga dan tetua kampung mengadakan kenduri tolak bala. Di sesi pelepasan sesajen berupa ayam jantan putih ke sungai, puluhan anak-anak naik ke jembatan gantung menyaksikan ritual itu.Jembatan berkontruksi kayu yang sudah lapuk itu akhirnya ambruk, tak kuat menahan beratnya beban. Sebanyak 12 orang tewas dibawa arus sungai yang deras dan 25 lainnya luka-luka.Selain yang ditemukan hari ini, korban yang tewas lainnya adalah Riski, Mira, Toni, Fatimah, Saraini, Gunawan, dan Khaidir, Silis Masara dan Sadikin. Usia mereka berkisar antara 6 hingga 13 tahun.Tim SAR dibantu warga, TNI, dan Polri menyudahi pencarian korban. Kini desa itu masih diliputi suasana berkabung.</content:encoded></item></channel></rss>
