<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Tanah di Bandung Tak Layak Minum</title><description>Kondisi air tanah di wilayah cekungan Bandung saat ini sudah tak layak dikonsumsi. Pasalnya, air tanah tersebut mengandung zat besi hingga mencapai 3 miligram/liter atau di atas batas normal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/11/340/342018/air-tanah-di-bandung-tak-layak-minum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/11/340/342018/air-tanah-di-bandung-tak-layak-minum"/><item><title>Air Tanah di Bandung Tak Layak Minum</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/11/340/342018/air-tanah-di-bandung-tak-layak-minum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/11/340/342018/air-tanah-di-bandung-tak-layak-minum</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2010 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Kondisi air tanah di wilayah cekungan Bandung saat ini sudah tak layak dikonsumsi. Pasalnya, air tanah tersebut mengandung zat besi hingga mencapai 3 miligram/liter atau di atas batas normal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Wilayah cekungan Bandung itu meliputi kawasan Padalarang hingga ke timur daerah Ujungberung. Wilayah itu ada kaitannya dengan sejarah danau purba Bandung,&quot; ujar Kepala Pusat Air Tanah dan Lingkungan Badan Geologi, Danaryanto kepada wartawan, Jumat (11/6/2010).
&amp;nbsp;
Kondisi geologi itu, kata dia, sudah terjadi sejak terbentuknya danau purba di cekungan Bandung. Namun, lanjutnya, air danau itu tidak mengalir atau menggenang hingga memunculkan rawa-rawa.
&amp;nbsp;
&quot;Lama-lama menghasilkan reduksi pada tanaman rawa hingga kondisi air mengandung zat besi. Tanaman rawa yang menjadi fosil menimbulkan jumlah reduksi tinggi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Danaryanto menambahkan, kondisi air layak diminum minimal mengandung kadar zat besi di bawah 0,3 miligram/liter. Saat ini, kata dia kandungan zat besinya sudah di atas batas tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kadar besi itu berasal dari air tanah dalam, seperti sumur bor dengan kedalaman 60 meter lebih. Artinya, air dangkal tanah jelas lebih parah kadar besinya,&quot; tandas dia.
&amp;nbsp;
Lebih jauh Danaryanto mengatakan, Ketersediaan air tanah di cekungan Bandung saat itu sekitar 180 juta m3. Sebagian besar, kata dia, dipakai untuk kebutuhan industri yang tersebar di wilayah Bandung Raya.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, wilayah Antapani dan Ujungberung di timur Bandung memiliki kondisi air yang buruk berwarna kekuning-kuningan dengan kadar zat besi sangat tinggi.
&amp;nbsp;
&quot;Sementara di wilayah Bandung Utara, kondisi air dangkal tanah juga kurang baik. Kondisi air yang baik bisa didapat jika melakukan pengeboran cukup dalam,&quot; paparnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Kondisi air tanah di wilayah cekungan Bandung saat ini sudah tak layak dikonsumsi. Pasalnya, air tanah tersebut mengandung zat besi hingga mencapai 3 miligram/liter atau di atas batas normal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Wilayah cekungan Bandung itu meliputi kawasan Padalarang hingga ke timur daerah Ujungberung. Wilayah itu ada kaitannya dengan sejarah danau purba Bandung,&quot; ujar Kepala Pusat Air Tanah dan Lingkungan Badan Geologi, Danaryanto kepada wartawan, Jumat (11/6/2010).
&amp;nbsp;
Kondisi geologi itu, kata dia, sudah terjadi sejak terbentuknya danau purba di cekungan Bandung. Namun, lanjutnya, air danau itu tidak mengalir atau menggenang hingga memunculkan rawa-rawa.
&amp;nbsp;
&quot;Lama-lama menghasilkan reduksi pada tanaman rawa hingga kondisi air mengandung zat besi. Tanaman rawa yang menjadi fosil menimbulkan jumlah reduksi tinggi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Danaryanto menambahkan, kondisi air layak diminum minimal mengandung kadar zat besi di bawah 0,3 miligram/liter. Saat ini, kata dia kandungan zat besinya sudah di atas batas tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kadar besi itu berasal dari air tanah dalam, seperti sumur bor dengan kedalaman 60 meter lebih. Artinya, air dangkal tanah jelas lebih parah kadar besinya,&quot; tandas dia.
&amp;nbsp;
Lebih jauh Danaryanto mengatakan, Ketersediaan air tanah di cekungan Bandung saat itu sekitar 180 juta m3. Sebagian besar, kata dia, dipakai untuk kebutuhan industri yang tersebar di wilayah Bandung Raya.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, wilayah Antapani dan Ujungberung di timur Bandung memiliki kondisi air yang buruk berwarna kekuning-kuningan dengan kadar zat besi sangat tinggi.
&amp;nbsp;
&quot;Sementara di wilayah Bandung Utara, kondisi air dangkal tanah juga kurang baik. Kondisi air yang baik bisa didapat jika melakukan pengeboran cukup dalam,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
