<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boim Lebon, Eksis dengan Menulis</title><description>Penulis serial Lupus, Boim Lebon, berbagi kiat sukses menjadi penulis  kepada mahasiswa Unibraw, beberapa waktu lalu. Pada seminar Menulis Produktif, Menulis Konstruktif besutan Forum  Komunikasi dan Studi Islam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan  Unibraw ini, Boim menyatakan, seseorang yang tidak mau  menulis berarti belum tahu manfaatnya. </description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/15/373/343168/boim-lebon-eksis-dengan-menulis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/15/373/343168/boim-lebon-eksis-dengan-menulis"/><item><title>Boim Lebon, Eksis dengan Menulis</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/15/373/343168/boim-lebon-eksis-dengan-menulis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/15/373/343168/boim-lebon-eksis-dengan-menulis</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2010 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/15/373/343168/ejdhCBDehE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok. Unibraw</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/15/373/343168/ejdhCBDehE.jpg</image><title>Foto: dok. Unibraw</title></images><description>JAKARTA - Penulis serial Lupus, Boim Lebon, berbagi kiat sukses menjadi penulis kepada mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw), beberapa waktu lalu.&amp;nbsp; Pada seminar Menulis Produktif, Menulis Konstruktif besutan Forum Komunikasi dan Studi Islam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FOKSI-FPIK) Unibraw ini, Boim menyatakan, seseorang yang tidak mau menulis berarti belum tahu manfaatnya. &quot;Menulis membuat kita lebih eksis, bisa tersampaikan apa yang ada di dalam pikiran kita, sebuah prestasi, dan dapat materi,&quot; ungkapnya seperti dikutip dari situs Unibraw di Jakarta, Selasa (15/6/2010).&amp;nbsp; Boim mencontohkan, satu script sinetron bisa terjual Rp5 juta per episode. Sementara, satu cerpen di Jakarta dihargai Rp150-250 ribu dengan panjang empat halaman. Jadi, seseorang yang produktif menulis empat cerpen selama satu bulan bisa dapat satu juta rupiah.Bagi penulis humoris ini, menulis tidak hanya membutuhkan bakat, tetapi juga pengenalan diri. Jadi, meski pada permulaan seseorang menulis dengan mencontoh orang lain, karakter aslinya akan tetap terlihat. Boim mencontohkan dirinya yang menulis apapun hasilnya akan lucu. Boim memotivasi para peserta seminar untuk tidak takut menulis dan mempublikasikan tulisan mereka. Biasanya, Boim meminta bantuan teman untuk mengomentari tulisannya. Meminta komentar pun, kata Boim, jangan kepada sembarang orang. &quot;Pilih orang yang tepat, orang yang akan memotivasi kita menjadi lebih baik, bukan orang yang punya penilaian negatif terhadap kita,&quot;terang pria berambut keriting ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam menyampaikan materi seminar, Boim sering memancing tawa peserta seperti menyebut namanya sebagai singkatan &quot;Bocah Impian&quot; atau &quot;Bocah Item&quot;. &quot;Item sendiri artinya 'Item Mutlak'&quot;, cetusnya dan kontan membuat peserta seminar tergelak. Tidak hanya Boim, seminar ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu dosen FPIK Dr Ir Edi Susilo MS, dan mahasiswa FPIK yang juga pemenang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2006 Slamet Budi Cahyono. Edi mengungkapkan, menulis identik dengan memasak sayur, perlu persiapan dan racikan agar tulisan yang dihasilkan menarik disajikan. &quot;Seperti memasak sayur, kita tidak langsung memasukkan bahan sayuran ke panci. Sayurnya dicuci dulu, dikupas, dipotong-potong, baru dimasak,&quot; ungkapnya. Edi menambahkan, ide itu bertebaran, tugas kita merangkainya menjadi tulisan. Dosen yang sempat aktif menulis di kolom Forum Kompas Jawa Timur ini memberikan tips Hukoka Sasiru (Hunting-Koleksi-Kaji-Sarikan-Simpan-Rumuskan) dalam merangkai sebuah tulisan. Sementara, Budi mengungkapkan, sebagai mahasiswa FPIK, dia termotivasi untuk mengikuti berbagai macam lomba ilmiah. Alasannya, mahasiswa perikanan jarang terdengar mendapatkan prestasi. Pada semester V, Slamet mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2006/2007 dan memasukkan empat judul proposal. Keempat judul tersebut lolos untuk dibiayai, bahkan salah satu proposalnya mengantarkan Budi meraih juara pertama. Belum lama ini, Budi bersama kedua temannya memenangi Out of The Box Axioo Intel Marketing Award (AIMA) 2009 dalam kategori Best of The Best. Budi mencetak berbagai prestasi sesuai dengan prinsip Strength, Measurable, Adaptable, Realistic, dan Target (SMART) yang dipegangnya. &quot;Prinsip ini sejalan dengan empat hal, yaitu berpikir positif, terstruktur, out of the box, dan kuantitas sehingga target yang dicapai mudah diukur,&quot; tutupnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Penulis serial Lupus, Boim Lebon, berbagi kiat sukses menjadi penulis kepada mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw), beberapa waktu lalu.&amp;nbsp; Pada seminar Menulis Produktif, Menulis Konstruktif besutan Forum Komunikasi dan Studi Islam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FOKSI-FPIK) Unibraw ini, Boim menyatakan, seseorang yang tidak mau menulis berarti belum tahu manfaatnya. &quot;Menulis membuat kita lebih eksis, bisa tersampaikan apa yang ada di dalam pikiran kita, sebuah prestasi, dan dapat materi,&quot; ungkapnya seperti dikutip dari situs Unibraw di Jakarta, Selasa (15/6/2010).&amp;nbsp; Boim mencontohkan, satu script sinetron bisa terjual Rp5 juta per episode. Sementara, satu cerpen di Jakarta dihargai Rp150-250 ribu dengan panjang empat halaman. Jadi, seseorang yang produktif menulis empat cerpen selama satu bulan bisa dapat satu juta rupiah.Bagi penulis humoris ini, menulis tidak hanya membutuhkan bakat, tetapi juga pengenalan diri. Jadi, meski pada permulaan seseorang menulis dengan mencontoh orang lain, karakter aslinya akan tetap terlihat. Boim mencontohkan dirinya yang menulis apapun hasilnya akan lucu. Boim memotivasi para peserta seminar untuk tidak takut menulis dan mempublikasikan tulisan mereka. Biasanya, Boim meminta bantuan teman untuk mengomentari tulisannya. Meminta komentar pun, kata Boim, jangan kepada sembarang orang. &quot;Pilih orang yang tepat, orang yang akan memotivasi kita menjadi lebih baik, bukan orang yang punya penilaian negatif terhadap kita,&quot;terang pria berambut keriting ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam menyampaikan materi seminar, Boim sering memancing tawa peserta seperti menyebut namanya sebagai singkatan &quot;Bocah Impian&quot; atau &quot;Bocah Item&quot;. &quot;Item sendiri artinya 'Item Mutlak'&quot;, cetusnya dan kontan membuat peserta seminar tergelak. Tidak hanya Boim, seminar ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu dosen FPIK Dr Ir Edi Susilo MS, dan mahasiswa FPIK yang juga pemenang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2006 Slamet Budi Cahyono. Edi mengungkapkan, menulis identik dengan memasak sayur, perlu persiapan dan racikan agar tulisan yang dihasilkan menarik disajikan. &quot;Seperti memasak sayur, kita tidak langsung memasukkan bahan sayuran ke panci. Sayurnya dicuci dulu, dikupas, dipotong-potong, baru dimasak,&quot; ungkapnya. Edi menambahkan, ide itu bertebaran, tugas kita merangkainya menjadi tulisan. Dosen yang sempat aktif menulis di kolom Forum Kompas Jawa Timur ini memberikan tips Hukoka Sasiru (Hunting-Koleksi-Kaji-Sarikan-Simpan-Rumuskan) dalam merangkai sebuah tulisan. Sementara, Budi mengungkapkan, sebagai mahasiswa FPIK, dia termotivasi untuk mengikuti berbagai macam lomba ilmiah. Alasannya, mahasiswa perikanan jarang terdengar mendapatkan prestasi. Pada semester V, Slamet mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2006/2007 dan memasukkan empat judul proposal. Keempat judul tersebut lolos untuk dibiayai, bahkan salah satu proposalnya mengantarkan Budi meraih juara pertama. Belum lama ini, Budi bersama kedua temannya memenangi Out of The Box Axioo Intel Marketing Award (AIMA) 2009 dalam kategori Best of The Best. Budi mencetak berbagai prestasi sesuai dengan prinsip Strength, Measurable, Adaptable, Realistic, dan Target (SMART) yang dipegangnya. &quot;Prinsip ini sejalan dengan empat hal, yaitu berpikir positif, terstruktur, out of the box, dan kuantitas sehingga target yang dicapai mudah diukur,&quot; tutupnya. </content:encoded></item></channel></rss>
