<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Umur Pram Diketahui dari Puntung Rokok</title><description>30 April 2006, empat tahun silam saat Indonesia kehilangan sastrawan ternama, Pramudya Ananta Toer. Penyakit diabetes dan jantung mengharuskan Pram kembali ke kepada-NYA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343424/umur-pram-diketahui-dari-puntung-rokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343424/umur-pram-diketahui-dari-puntung-rokok"/><item><title>Umur Pram Diketahui dari Puntung Rokok</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343424/umur-pram-diketahui-dari-puntung-rokok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343424/umur-pram-diketahui-dari-puntung-rokok</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2010 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/16/337/343424/k6QgYwnXMP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramoedya Ananta Toer (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/16/337/343424/k6QgYwnXMP.jpg</image><title>Pramoedya Ananta Toer (ist)</title></images><description>BOGOR - 30 April 2006, empat tahun silam saat Indonesia kehilangan sastrawan ternama, Pramudya Ananta Toer. Penyakit komplikasi diabetes dan jantung yang dideritanya merenggut nyawa Pramudya dan meninggalkan jutaan pengagum setianya.Tak hanya komplikasi, di masa&amp;ndash;masa kritisnya, bahkan Pramudya juga mengidap kanker paru&amp;ndash;paru akibat rokok yang selalu dihisapnya setiap kali ia menyusun karya sastra. Putri keempat Pramudya, Astuti Ananta Toer menuturkan, detik-detik terakhir Pramudya bahkan dapat ditentukan berdasarkan puntung rokok yang dihisapnya.&quot;Kita bisa melihat Pak Pram umurnya tinggal sebentar dari rokoknya, seperti puntung rokok biasanya batang rokok bisa habis, tapi ini rokoknya sedikit saja yang dihisap, lalu sampai hanya asal dibakar dan hanya digigit-gigit, seperti habis tenaga, pernah berhenti merokok tapi kadar gulanya tambah tinggi,&quot; tuturnya saat berbincang dengan okezone, di kediaman Pram di Jalan Warung Ulan 9, Bojonggede, Bogor, Selasa (15/06/10).Di mata anak-anaknya, Pram adalah sosok suami dan ayah yang romantis. Hal itu terlihat dari ciuman Pram yang selalu dilayangkan kepada istrinya Mutmainah setiap kali ia akan pergi.&quot;Sangat romantis dengan ibu, meski sudah tua kalau mau pergi cium pipi, kening, bibir, hingga kecupannya berbunyi, tak malu dilakukan dihadapan anaknya, papa orangnya terbuka,&quot; katanya.Menurut keluarga, pemerintah tak pernah memberi perhatian terhadap Namun, sosok Pram yang selalu tegar membuatnya tak pernah mengeluh sakit dan dendam terhadap apapun yang diperbuat terhadapnya. (ahm)</description><content:encoded>BOGOR - 30 April 2006, empat tahun silam saat Indonesia kehilangan sastrawan ternama, Pramudya Ananta Toer. Penyakit komplikasi diabetes dan jantung yang dideritanya merenggut nyawa Pramudya dan meninggalkan jutaan pengagum setianya.Tak hanya komplikasi, di masa&amp;ndash;masa kritisnya, bahkan Pramudya juga mengidap kanker paru&amp;ndash;paru akibat rokok yang selalu dihisapnya setiap kali ia menyusun karya sastra. Putri keempat Pramudya, Astuti Ananta Toer menuturkan, detik-detik terakhir Pramudya bahkan dapat ditentukan berdasarkan puntung rokok yang dihisapnya.&quot;Kita bisa melihat Pak Pram umurnya tinggal sebentar dari rokoknya, seperti puntung rokok biasanya batang rokok bisa habis, tapi ini rokoknya sedikit saja yang dihisap, lalu sampai hanya asal dibakar dan hanya digigit-gigit, seperti habis tenaga, pernah berhenti merokok tapi kadar gulanya tambah tinggi,&quot; tuturnya saat berbincang dengan okezone, di kediaman Pram di Jalan Warung Ulan 9, Bojonggede, Bogor, Selasa (15/06/10).Di mata anak-anaknya, Pram adalah sosok suami dan ayah yang romantis. Hal itu terlihat dari ciuman Pram yang selalu dilayangkan kepada istrinya Mutmainah setiap kali ia akan pergi.&quot;Sangat romantis dengan ibu, meski sudah tua kalau mau pergi cium pipi, kening, bibir, hingga kecupannya berbunyi, tak malu dilakukan dihadapan anaknya, papa orangnya terbuka,&quot; katanya.Menurut keluarga, pemerintah tak pernah memberi perhatian terhadap Namun, sosok Pram yang selalu tegar membuatnya tak pernah mengeluh sakit dan dendam terhadap apapun yang diperbuat terhadapnya. (ahm)</content:encoded></item></channel></rss>
