<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkominfo dan DPR Rapat Bahas Video &quot;Ariel&quot;</title><description>Persoalan video porno yang diperankan artis mirip Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari masih hangat dibicarakan. Tak hanya di kalangan masyarakat, lembaga eksekutif dan legislatif pun membahas hal serupa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343456/menkominfo-dan-dpr-rapat-bahas-video-ariel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343456/menkominfo-dan-dpr-rapat-bahas-video-ariel"/><item><title>Menkominfo dan DPR Rapat Bahas Video &quot;Ariel&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343456/menkominfo-dan-dpr-rapat-bahas-video-ariel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/16/337/343456/menkominfo-dan-dpr-rapat-bahas-video-ariel</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2010 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/16/337/343456/GsGY4Cv8CU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok. okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/16/337/343456/GsGY4Cv8CU.jpg</image><title>Dok. okezone</title></images><description>JAKARTA - Persoalan video porno yang diperankan artis mirip Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari masih hangat dibicarakan. Tak hanya di kalangan masyarakat, lembaga eksekutif dan legislatif pun membahas hal serupa.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hal tersebut nampak dalam Rapat Kerja antara Komisi I dengan Menkominfo Tifatul Sembiring, Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
&amp;nbsp;
Sejauh ini, hampir sebagian anggota Komisi I mempertanyakan perkembangan video yang menghebohkan itu. &quot;Menurut saya ini sudah luar biasa kritis tentang penyalahgunaan teknologi,&quot; ujar anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo, Rabu (16/6/2010).
&amp;nbsp;
Hal senada diungkapkan anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra, Rachel Maryam Sayidina. Dia mengatakan apa yang terjadi merupakan salah satu bentuk kecolongan pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Kenapa pemerintah bisa sampai kecolongan, barang pribadi bisa jatuh ke publik,&quot; tanya Rachel.
&amp;nbsp;
Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan seputar Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari masih terus bergulir dalam rapat antar lembaga itu.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, kabar tersebut memang tengah menjadi sorotan dan buah bibir bagi publik. Bahkan, ketiga pekerja seni tersebut harus menelan pil pahit karena dicekal di berbagai daerah Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Persoalan video porno yang diperankan artis mirip Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari masih hangat dibicarakan. Tak hanya di kalangan masyarakat, lembaga eksekutif dan legislatif pun membahas hal serupa.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hal tersebut nampak dalam Rapat Kerja antara Komisi I dengan Menkominfo Tifatul Sembiring, Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
&amp;nbsp;
Sejauh ini, hampir sebagian anggota Komisi I mempertanyakan perkembangan video yang menghebohkan itu. &quot;Menurut saya ini sudah luar biasa kritis tentang penyalahgunaan teknologi,&quot; ujar anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo, Rabu (16/6/2010).
&amp;nbsp;
Hal senada diungkapkan anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra, Rachel Maryam Sayidina. Dia mengatakan apa yang terjadi merupakan salah satu bentuk kecolongan pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Kenapa pemerintah bisa sampai kecolongan, barang pribadi bisa jatuh ke publik,&quot; tanya Rachel.
&amp;nbsp;
Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan seputar Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari masih terus bergulir dalam rapat antar lembaga itu.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, kabar tersebut memang tengah menjadi sorotan dan buah bibir bagi publik. Bahkan, ketiga pekerja seni tersebut harus menelan pil pahit karena dicekal di berbagai daerah Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
