<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Markas Joki SNMPTN di Semarang Digerebek</title><description>Panitia Lokal 42 SNMPTN  2010, Universitas Negeri Semarang, dan kepolisian Semarang  menggerebek sejumlah kamar di lantai III Hotel Ungaran Cantik, Semarang,  yang diduga menjadi markas joki pada SNMPTN 2010. Sayangnya,  penggerebekan tidak membuahkan hasil. Sebelum tim datang, kawanan  sindikat joki tersebut sudah keburu check out.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/18/373/344211/markas-joki-snmptn-di-semarang-digerebek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/18/373/344211/markas-joki-snmptn-di-semarang-digerebek"/><item><title>Markas Joki SNMPTN di Semarang Digerebek</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/18/373/344211/markas-joki-snmptn-di-semarang-digerebek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/18/373/344211/markas-joki-snmptn-di-semarang-digerebek</guid><pubDate>Jum'at 18 Juni 2010 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Purniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/18/373/344211/zstXi8MlGw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: ist.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/18/373/344211/zstXi8MlGw.jpg</image><title>Ilustrasi: ist.</title></images><description>UNGARAN &amp;ndash; Panitia Lokal 42 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010, Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan kepolisian Semarang menggerebek sejumlah kamar di lantai III Hotel Ungaran Cantik, Semarang, yang diduga menjadi markas joki pada SNMPTN 2010. Sayangnya, penggerebekan tidak membuahkan hasil. Sebelum tim datang, kawanan sindikat joki tersebut sudah keburu check out.Penggerebekan dilakukan berdasarkan keterangan dari penangkapan seorang peserta SNMPTN di Unnes. Peserta tersebut menyatakan bahwa hotel di Jalan Diponegoro itu digunakan sebagai tempat karantina calon peserta SNMPTN yang menggunakan joki. &amp;rdquo;Dari keterangan peserta yang sudah kami tangkap, setidaknya ada 20&amp;ndash;25 peserta SNMPTN yang dikarantina dalam sindikasi tersebut. Rata-rata yang diincar peserta adalah jurusan favorit, seperti kedokteran dengan iming-iming antara Rp100&amp;ndash;200 juta,&amp;rdquo; ujar Kepala UPT Humas Unnes Semarang Sucipto Hadi Purnomo di sela-sela penggerebekan. Sucipto menjelaskan, sejauh ini ada dua peserta yang diamankan karena diduga menggunakan joki. Pada hari pertama, ditemukan satu peserta. Sedang di hari kedua ditemukan tiga peserta pakai joki. Kata Sucipto, modus yang digunakan adalah dengan mempertemukan peserta dengan joki. Ada seseorang yang membimbing mereka melalui telepon, kemudian dipertemukan dengan seseorang dengan nama yang berubah-ubah.&amp;rdquo;Tadinya Santi, bisa berubah nama menjadi Sinta,&amp;rdquo; ungkapnya. Dari sindikat tersebut, setiap peserta yang akan menggunakan jasa joki sebelum tes dikenakan uang Rp 1 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan headset, telepon seluler (ponsel), dan akomodasi selama di karantina. &amp;rdquo;Dalam karantina ini ada yang mem-briefing dengan orang yang berubah-ubah,&amp;rdquo; ucap Sucipto. Sucipto menyatakan, sindikat tersebut diduga berasal dari Yogyakarta. &amp;rdquo;Memang dari keterangan yang kami himpun, mobil pelakunya berpelat AB,&amp;rdquo; ucapnya. Sebelumnya, di hari pertama ujian, Rabu 16 Juni lalu, peserta ujian berinisial IS tertangkap tangan memakai headset dan ponsel yang diplester di telinga dan dada. Setelah diselidiki, HP tersebut terhubung dengan seseorang di luar ruangan yang memberikan kunci jawaban. Karena tersembunyi di balik jilbab dan pakaian, IS yang merupakan alumni SMA Negeri 3 Sintang Kalimantan Barat tersebut sempat lolos mengikuti ujian selama 30 menit. </description><content:encoded>UNGARAN &amp;ndash; Panitia Lokal 42 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010, Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan kepolisian Semarang menggerebek sejumlah kamar di lantai III Hotel Ungaran Cantik, Semarang, yang diduga menjadi markas joki pada SNMPTN 2010. Sayangnya, penggerebekan tidak membuahkan hasil. Sebelum tim datang, kawanan sindikat joki tersebut sudah keburu check out.Penggerebekan dilakukan berdasarkan keterangan dari penangkapan seorang peserta SNMPTN di Unnes. Peserta tersebut menyatakan bahwa hotel di Jalan Diponegoro itu digunakan sebagai tempat karantina calon peserta SNMPTN yang menggunakan joki. &amp;rdquo;Dari keterangan peserta yang sudah kami tangkap, setidaknya ada 20&amp;ndash;25 peserta SNMPTN yang dikarantina dalam sindikasi tersebut. Rata-rata yang diincar peserta adalah jurusan favorit, seperti kedokteran dengan iming-iming antara Rp100&amp;ndash;200 juta,&amp;rdquo; ujar Kepala UPT Humas Unnes Semarang Sucipto Hadi Purnomo di sela-sela penggerebekan. Sucipto menjelaskan, sejauh ini ada dua peserta yang diamankan karena diduga menggunakan joki. Pada hari pertama, ditemukan satu peserta. Sedang di hari kedua ditemukan tiga peserta pakai joki. Kata Sucipto, modus yang digunakan adalah dengan mempertemukan peserta dengan joki. Ada seseorang yang membimbing mereka melalui telepon, kemudian dipertemukan dengan seseorang dengan nama yang berubah-ubah.&amp;rdquo;Tadinya Santi, bisa berubah nama menjadi Sinta,&amp;rdquo; ungkapnya. Dari sindikat tersebut, setiap peserta yang akan menggunakan jasa joki sebelum tes dikenakan uang Rp 1 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan headset, telepon seluler (ponsel), dan akomodasi selama di karantina. &amp;rdquo;Dalam karantina ini ada yang mem-briefing dengan orang yang berubah-ubah,&amp;rdquo; ucap Sucipto. Sucipto menyatakan, sindikat tersebut diduga berasal dari Yogyakarta. &amp;rdquo;Memang dari keterangan yang kami himpun, mobil pelakunya berpelat AB,&amp;rdquo; ucapnya. Sebelumnya, di hari pertama ujian, Rabu 16 Juni lalu, peserta ujian berinisial IS tertangkap tangan memakai headset dan ponsel yang diplester di telinga dan dada. Setelah diselidiki, HP tersebut terhubung dengan seseorang di luar ruangan yang memberikan kunci jawaban. Karena tersembunyi di balik jilbab dan pakaian, IS yang merupakan alumni SMA Negeri 3 Sintang Kalimantan Barat tersebut sempat lolos mengikuti ujian selama 30 menit. </content:encoded></item></channel></rss>
