<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siang-Malam &quot;Jantung&quot; Jakarta Terus Berdeyut</title><description>The Big Apple, begitulah julukan New York City, kota yang tak pernah tidur, atau ibu kota dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/22/338/345268/siang-malam-jantung-jakarta-terus-berdeyut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/22/338/345268/siang-malam-jantung-jakarta-terus-berdeyut"/><item><title>Siang-Malam &quot;Jantung&quot; Jakarta Terus Berdeyut</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/22/338/345268/siang-malam-jantung-jakarta-terus-berdeyut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/22/338/345268/siang-malam-jantung-jakarta-terus-berdeyut</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2010 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dadan Muhammad Ramdan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/22/338/345268/CJMbqhH068.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana malam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/22/338/345268/CJMbqhH068.jpg</image><title>Suasana malam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. (Foto: Koran SI)</title></images><description>THE Big Apple, begitulah julukan bagi New York City, kota yang tak pernah tidur, atau ibu kota dunia. New York adalah kota terbesar di Amerika Serikat dan salah satu kota terpenting di dunia.Di wilayah seluas 800 km&amp;sup2;, dengan populasi imigran dari 180 negara, New York menjadi mesin raksasa ekonomi dunia.Kota ini terkenal dengan budaya, keanekaragaman, gaya hidup yang cepat, kosmopolitanisme, dan kesempatan ekonominya. New York City juga dikenal lantaran mempunyai tingkat kejahatan terendah di antara kota-kota di Amerika Serikat.Sepintas itulah wajah New York yang menjadi magnet dunia. Meski dalam berbagai sisi terdapat perbedaan, Jakarta memiliki ciri-ciri yang mirip dengan New   York. Yakni, deyut kehidupan yang tak pernah terhenti.Jantung dari kota berpenduduk terpadat di Tanah Air ini, terus berdetak seiring aktivitas warganya. Di Jakarta semua kemungkinan ada. Di Ibu Kota Negara inilah kegiatan ekonomi, pemerintahan, sosial, politik, budaya dan lainnya berpadu menentukan perjalanan Indonesia ke depan.Dalam ensiklopedia bebas Wikipedia, Jakarta memiliki luas sekira 661,52 km&amp;sup2; dengan penduduk berjumlah 7.552.444 jiwa pada tahun 2007. Data BPS 2010, penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa. Bersama metropolitan Jabodetabek yang berpenduduk sekira 23 juta jiwa, wilayah ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan centra bisnis dan keuangan. Di samping Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia, kantor-kantor pusat perusahaan nasional banyak berlokasi di Jakarta. Saat ini, lebih dari 70 persen uang negara, beredar di Jakarta.Jakarta juga merupakan salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas menengah cukup besar. Pada 2009, sebanyak 13 persen masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas USD10.000. Jumlah ini, menempatkan Jakarta sejajar dengan Singapura, Shanghai, dan Mumbai.Hari ini, 22 Juni 2010, Jakarta genap berusia 483 tahun. Ya, umur yang tidak lagi muda. Di Jakarta, waktu seakan berputar sangat cepat. Di Jakarta, orang mengejar dan dikejar dengan banyak aktivitas, sehingga sehari seakan hanya berjalan satu jam.Ketika kaki-kaki melangkah meninggalkan rumah, mentari pagi baru muncul dari ufuk timur. Tanpa terasa sang surya kini sudah masuk ke peraduan di belahan bumi barat. Namun roda kehidupan masih terus berputar dalam siraman lampu kota dan kilatan cahaya kendaraan di jala raya yang dipacu kencang laksana kuda-kuda di medan peran. Dan episode kehidupan malam mulai bergelayut sebelum fajar pagi menyingsing.Dalam kegelapan malam pun, para penghuni dari kota bernama Batavia di masa penjajahan Belanda ini, terus berpacu antara hidup dana mati. Tidak ada yang cuma-cuma apalagi gratis hidup di Jakarta. Untuk buang air kecil sekali pun harus merogoh Rp1.000, kecuali bergaya binatang yang ngendap-ngendap di kolong jembatan atau semak-semak ketika membuang hajat.Di Jakarta, uang adalah segalanya. Tak ada belas kasih, yang ada hanya hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang akan terus bertahan, sedangkan yang lemah siap-siaplah tergilas kejamnya kota. Ya, mengadu nasib dan peruntungan. Ada yang mujur, tapi tak sedikit pula harus terbujur kaku bersama impian yang terkubur selamanya.</description><content:encoded>THE Big Apple, begitulah julukan bagi New York City, kota yang tak pernah tidur, atau ibu kota dunia. New York adalah kota terbesar di Amerika Serikat dan salah satu kota terpenting di dunia.Di wilayah seluas 800 km&amp;sup2;, dengan populasi imigran dari 180 negara, New York menjadi mesin raksasa ekonomi dunia.Kota ini terkenal dengan budaya, keanekaragaman, gaya hidup yang cepat, kosmopolitanisme, dan kesempatan ekonominya. New York City juga dikenal lantaran mempunyai tingkat kejahatan terendah di antara kota-kota di Amerika Serikat.Sepintas itulah wajah New York yang menjadi magnet dunia. Meski dalam berbagai sisi terdapat perbedaan, Jakarta memiliki ciri-ciri yang mirip dengan New   York. Yakni, deyut kehidupan yang tak pernah terhenti.Jantung dari kota berpenduduk terpadat di Tanah Air ini, terus berdetak seiring aktivitas warganya. Di Jakarta semua kemungkinan ada. Di Ibu Kota Negara inilah kegiatan ekonomi, pemerintahan, sosial, politik, budaya dan lainnya berpadu menentukan perjalanan Indonesia ke depan.Dalam ensiklopedia bebas Wikipedia, Jakarta memiliki luas sekira 661,52 km&amp;sup2; dengan penduduk berjumlah 7.552.444 jiwa pada tahun 2007. Data BPS 2010, penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa. Bersama metropolitan Jabodetabek yang berpenduduk sekira 23 juta jiwa, wilayah ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan centra bisnis dan keuangan. Di samping Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia, kantor-kantor pusat perusahaan nasional banyak berlokasi di Jakarta. Saat ini, lebih dari 70 persen uang negara, beredar di Jakarta.Jakarta juga merupakan salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas menengah cukup besar. Pada 2009, sebanyak 13 persen masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas USD10.000. Jumlah ini, menempatkan Jakarta sejajar dengan Singapura, Shanghai, dan Mumbai.Hari ini, 22 Juni 2010, Jakarta genap berusia 483 tahun. Ya, umur yang tidak lagi muda. Di Jakarta, waktu seakan berputar sangat cepat. Di Jakarta, orang mengejar dan dikejar dengan banyak aktivitas, sehingga sehari seakan hanya berjalan satu jam.Ketika kaki-kaki melangkah meninggalkan rumah, mentari pagi baru muncul dari ufuk timur. Tanpa terasa sang surya kini sudah masuk ke peraduan di belahan bumi barat. Namun roda kehidupan masih terus berputar dalam siraman lampu kota dan kilatan cahaya kendaraan di jala raya yang dipacu kencang laksana kuda-kuda di medan peran. Dan episode kehidupan malam mulai bergelayut sebelum fajar pagi menyingsing.Dalam kegelapan malam pun, para penghuni dari kota bernama Batavia di masa penjajahan Belanda ini, terus berpacu antara hidup dana mati. Tidak ada yang cuma-cuma apalagi gratis hidup di Jakarta. Untuk buang air kecil sekali pun harus merogoh Rp1.000, kecuali bergaya binatang yang ngendap-ngendap di kolong jembatan atau semak-semak ketika membuang hajat.Di Jakarta, uang adalah segalanya. Tak ada belas kasih, yang ada hanya hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang akan terus bertahan, sedangkan yang lemah siap-siaplah tergilas kejamnya kota. Ya, mengadu nasib dan peruntungan. Ada yang mujur, tapi tak sedikit pula harus terbujur kaku bersama impian yang terkubur selamanya.</content:encoded></item></channel></rss>
