<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Wartawan Gadungan Disebut Bodrex?</title><description>Istilah wartawan {Bodrex} sejak dulu sudah sangat populer di masyarakat. Mereka merupakan wartawan gadungan yang tugasnya tak hanya menulis berita, namun juga memeras narasumber. Lantas, darimana istilah Bodrex itu muncul?</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/23/340/345711/mengapa-wartawan-gadungan-disebut-bodrex</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/06/23/340/345711/mengapa-wartawan-gadungan-disebut-bodrex"/><item><title>Mengapa Wartawan Gadungan Disebut Bodrex?</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/06/23/340/345711/mengapa-wartawan-gadungan-disebut-bodrex</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/06/23/340/345711/mengapa-wartawan-gadungan-disebut-bodrex</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2010 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/23/340/345711/er1Juq3n60.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/23/340/345711/er1Juq3n60.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Istilah wartawan Bodrex sejak dulu sudah sangat populer di masyarakat. Mereka merupakan wartawan gadungan yang tugasnya tak hanya menulis berita, namun juga memeras narasumber. Lantas, darimana istilah Bodrex itu muncul?
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Salah seorang wartawan senior di Kota Bandung, Chevy Ganda (59) mengatakan, istilah wartawan Bodrex muncul sekitar tahun 1980-an. Mereka rata-rata tidak memiliki surat kabar alias wartawan tanpa surat kabar (WTS), atau terbitnya tak jelas. Disebut Bodrex lantaran selalu beramai-ramai jika mendatangi narasumber.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dulu kan ada iklan obat sakit kepala Bodrex. Di iklan itu ada yang namanya pasukan Bodrex. Kerjanya beramai-ramai. Di iklan itu kan ada slogan Bodrex datang Bodrex menyerang. Nah, kerja mereka seperti itu, datang dan menyerang narasumber,&amp;rdquo; kata Chevy kepada okezone belum lama ini.
&amp;nbsp;
Cevi yang saat ini masih tercatat sebagai wartawan Harian Pos Kota menambahkan, biasanya pasukan bodrex ini mendatangi narasumber dengan tujuan memeras. Jumlahnya beragam, mulai dari 5 sampai 10 orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau jumlahnya rata-rata 5 sampai 10 orang. Sebelum mendatangi narasumber sasaran, mereka terlebih dulu mempelajari kasus yang melibatkan narasumber tersebut. Baru setelah itu, sasaran pun didatangi,&amp;rdquo; kata Chevy.
&amp;nbsp;
Saat sasaran didatangi, lanjut Chevy, para wartawan Bodrex itu langsung menanyakan kasus atau istilahnya menyerang. Walhasil, saat narasumber terpojok, mereka lantas menawarkan solusi dengan bentuk uang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Begitu uang diperoleh, mereka langsung pulang dan membagi hasilnya. Istilahnya menang,&amp;rdquo; tandas Chevy.</description><content:encoded>BANDUNG - Istilah wartawan Bodrex sejak dulu sudah sangat populer di masyarakat. Mereka merupakan wartawan gadungan yang tugasnya tak hanya menulis berita, namun juga memeras narasumber. Lantas, darimana istilah Bodrex itu muncul?
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Salah seorang wartawan senior di Kota Bandung, Chevy Ganda (59) mengatakan, istilah wartawan Bodrex muncul sekitar tahun 1980-an. Mereka rata-rata tidak memiliki surat kabar alias wartawan tanpa surat kabar (WTS), atau terbitnya tak jelas. Disebut Bodrex lantaran selalu beramai-ramai jika mendatangi narasumber.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dulu kan ada iklan obat sakit kepala Bodrex. Di iklan itu ada yang namanya pasukan Bodrex. Kerjanya beramai-ramai. Di iklan itu kan ada slogan Bodrex datang Bodrex menyerang. Nah, kerja mereka seperti itu, datang dan menyerang narasumber,&amp;rdquo; kata Chevy kepada okezone belum lama ini.
&amp;nbsp;
Cevi yang saat ini masih tercatat sebagai wartawan Harian Pos Kota menambahkan, biasanya pasukan bodrex ini mendatangi narasumber dengan tujuan memeras. Jumlahnya beragam, mulai dari 5 sampai 10 orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau jumlahnya rata-rata 5 sampai 10 orang. Sebelum mendatangi narasumber sasaran, mereka terlebih dulu mempelajari kasus yang melibatkan narasumber tersebut. Baru setelah itu, sasaran pun didatangi,&amp;rdquo; kata Chevy.
&amp;nbsp;
Saat sasaran didatangi, lanjut Chevy, para wartawan Bodrex itu langsung menanyakan kasus atau istilahnya menyerang. Walhasil, saat narasumber terpojok, mereka lantas menawarkan solusi dengan bentuk uang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Begitu uang diperoleh, mereka langsung pulang dan membagi hasilnya. Istilahnya menang,&amp;rdquo; tandas Chevy.</content:encoded></item></channel></rss>
