<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Analogi Tikus Citrakan Negatif</title><description>Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang mewanti-wanti kader beringin agar berpolitik menerapkan gaya tikus menuai kritikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349604/analogi-tikus-citrakan-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349604/analogi-tikus-citrakan-negatif"/><item><title>Analogi Tikus Citrakan Negatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349604/analogi-tikus-citrakan-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349604/analogi-tikus-citrakan-negatif</guid><pubDate>Senin 05 Juli 2010 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/05/339/349604/4pfecLiius.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aburizal Bakrie (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/05/339/349604/4pfecLiius.jpg</image><title>Aburizal Bakrie (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang mewanti-wanti kader beringin agar berpolitik menerapkan gaya tikus menuai kritikan.&quot;Itu perlu diklariffikasi karena tikus sduah terlanjur dictirakan buruk,&quot; ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Syaifuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/7/2010).Dia mengaku tidak memahami dalam konteks apa Ical berbicara prinsip tikus tersebut. &quot;Saya nggak tahu dia komentar begitu konteksnya apa. Biarlah masyarakat bisa mengerti,&quot; ujarnya.Dia mengatakan tikus itu udah terlanjur dikesankan binatang yang citranya negatif, sehingga mungkin akan&amp;nbsp; lebih baik jika analoginya bukan tikus. &quot;Politisi itu harus punya ideologi dan ideologi itu harus diarahkan untuk rakyat banyak bukan untuk kepentingannya sendiri,&quot; tandas Lukman.Dia menambahkan, hidup itu untuk politik bukan hidup dari politik. &quot;Jangan berorientasi politik untuk kepentingannya sendiri. Tikus itu sudah terlanjur dicitrakan buruk karena perilaku tikus itu tidak terpuji,&quot; terang dia mengingatkan lagi.Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2014 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Aburizal mengatakan, setgab bukan jebakan politik. &quot;Kita bukan menjebak, masuk jebakan politik tapi itu untuk rakyat, bekerja keras, main tangkis yang kemudian dalam permainan itu gigit terus,&quot; tandasnya.Lebih lanjut Ketum Golkar mengemukakan, prinsip yang harus dipegang semua elemen partai adalah seperti tikus. &quot;Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus-gigit, ngendus-gigit. Jangan langsung gigit, nanti kalau dipukul bisa mati,&quot; jelas Ical.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang mewanti-wanti kader beringin agar berpolitik menerapkan gaya tikus menuai kritikan.&quot;Itu perlu diklariffikasi karena tikus sduah terlanjur dictirakan buruk,&quot; ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Syaifuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/7/2010).Dia mengaku tidak memahami dalam konteks apa Ical berbicara prinsip tikus tersebut. &quot;Saya nggak tahu dia komentar begitu konteksnya apa. Biarlah masyarakat bisa mengerti,&quot; ujarnya.Dia mengatakan tikus itu udah terlanjur dikesankan binatang yang citranya negatif, sehingga mungkin akan&amp;nbsp; lebih baik jika analoginya bukan tikus. &quot;Politisi itu harus punya ideologi dan ideologi itu harus diarahkan untuk rakyat banyak bukan untuk kepentingannya sendiri,&quot; tandas Lukman.Dia menambahkan, hidup itu untuk politik bukan hidup dari politik. &quot;Jangan berorientasi politik untuk kepentingannya sendiri. Tikus itu sudah terlanjur dicitrakan buruk karena perilaku tikus itu tidak terpuji,&quot; terang dia mengingatkan lagi.Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2014 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Aburizal mengatakan, setgab bukan jebakan politik. &quot;Kita bukan menjebak, masuk jebakan politik tapi itu untuk rakyat, bekerja keras, main tangkis yang kemudian dalam permainan itu gigit terus,&quot; tandasnya.Lebih lanjut Ketum Golkar mengemukakan, prinsip yang harus dipegang semua elemen partai adalah seperti tikus. &quot;Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus-gigit, ngendus-gigit. Jangan langsung gigit, nanti kalau dipukul bisa mati,&quot; jelas Ical.</content:encoded></item></channel></rss>
