<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Tak Mau Intervensi Kasus Rekening Gendut Polri</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan mau melakukan intervensi dalam pengusutan kasus rekening perwira polisi yang mencurigakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349696/sby-tak-mau-intervensi-kasus-rekening-gendut-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349696/sby-tak-mau-intervensi-kasus-rekening-gendut-polri"/><item><title>SBY Tak Mau Intervensi Kasus Rekening Gendut Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349696/sby-tak-mau-intervensi-kasus-rekening-gendut-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/05/339/349696/sby-tak-mau-intervensi-kasus-rekening-gendut-polri</guid><pubDate>Senin 05 Juli 2010 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/05/339/349696/UeWCRyXPYc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/05/339/349696/UeWCRyXPYc.jpg</image><title>Ilustrasi (dok okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan mau melakukan intervensi dalam pengusutan kasus rekening perwira polisi yang mencurigakan. Namun, Presiden menolak untuk melakukan hal tersebut.&quot;Banyak surat, banyak SMS, banyak pesan, kepada saya Pak SBY tolong bantu ini. Jawaban saya bapak, ibu yang bisa saya lakukan, saya meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan dan wilayah MA yang adil, yang tepat, yang profesional itu yang paling mahal,&quot; kata Presiden di kantornya, Senin (5/7/2010).Oleh karena itu, lanjut Presiden, intervensi dalam kasus tersebut tidak mungkin dilakukan selain hanya meminta kepada penegak hukum supaya betul-betul adil, trasparan, profesional kemudian konsisten dalam arti penegakan hukum yangada dinegeri ini,&quot; ujarnya.Presiden menambahkan, diharapkan petugas penegak hukum bisa memberikan sanksi yang tepat jika memang terbukti ada yang bersalah. Begitu juga sebaliknya.&quot;Prinsip yang salah dihukum dan yang tidak salah ya tidak dihukum. Lakukan langkah-langkah jelaskan kepada publik, setelah dijelaskan publik juga harus mendengarnya denga demikian terjdadi komunikasi politik yang baik,&quot; papar Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan mau melakukan intervensi dalam pengusutan kasus rekening perwira polisi yang mencurigakan. Namun, Presiden menolak untuk melakukan hal tersebut.&quot;Banyak surat, banyak SMS, banyak pesan, kepada saya Pak SBY tolong bantu ini. Jawaban saya bapak, ibu yang bisa saya lakukan, saya meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan dan wilayah MA yang adil, yang tepat, yang profesional itu yang paling mahal,&quot; kata Presiden di kantornya, Senin (5/7/2010).Oleh karena itu, lanjut Presiden, intervensi dalam kasus tersebut tidak mungkin dilakukan selain hanya meminta kepada penegak hukum supaya betul-betul adil, trasparan, profesional kemudian konsisten dalam arti penegakan hukum yangada dinegeri ini,&quot; ujarnya.Presiden menambahkan, diharapkan petugas penegak hukum bisa memberikan sanksi yang tepat jika memang terbukti ada yang bersalah. Begitu juga sebaliknya.&quot;Prinsip yang salah dihukum dan yang tidak salah ya tidak dihukum. Lakukan langkah-langkah jelaskan kepada publik, setelah dijelaskan publik juga harus mendengarnya denga demikian terjdadi komunikasi politik yang baik,&quot; papar Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
