<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tumpahan Solar Cemari Pantai </title><description>Ribuan liter solar produk PT Gresik Distribution Terminal (GDT) di Kawasan Industri Maspion (KIM) Kecamatan Manyar tumpah, kemarin. Tumpahan tersebut diduga mencemari laut di kawasan Manyar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/07/340/350232/tumpahan-solar-cemari-pantai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/07/340/350232/tumpahan-solar-cemari-pantai"/><item><title>Tumpahan Solar Cemari Pantai </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/07/340/350232/tumpahan-solar-cemari-pantai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/07/340/350232/tumpahan-solar-cemari-pantai</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2010 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ashadi Ikhsan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/07/340/350232/se2cX07SWf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/07/340/350232/se2cX07SWf.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>GRESIK - Ribuan liter solar produk PT Gresik Distribution Terminal (GDT) di Kawasan Industri Maspion (KIM) Kecamatan Manyar tumpah, kemarin. Tumpahan tersebut diduga mencemari laut di kawasan Manyar. Kabar tumpahan itu diungkapkan anggota Komisi C DPRD Gresik Mujid Ridwan. Pengakuan politisi PDIP itu, pihaknya mendapat laporan dari konstituennya di Kecamatan Manyar bahwa minyak jenis solar PT GDT tumpah. &amp;ldquo;Laporannya tumpahan itu meluber dan mencemari laut sekitar,&quot; aku Mujid Ridwan kepada wartawan, Selasa (6/7/2010). Laporan itu langsung dia tindaklanjuti. Hasilnya, memang dirinya menemukan bekas tumpahan solar tersebut. Bahkan, pihaknya sempat bertemu dengan beberapa warga yang berprofesi nelayan yang mulai khawatir akan rusaknya ekosistem laut. Atas dasar itulah, kata Mujid Ridwan, bila ditemukan pelanggaran pihaknya siap memanggil manajemen perusahaan untuk dipertmeukan dengan warga yang merasa dirugikan. Sementara pihak manajemen GDT memerkirakan tumpahan solar karena sait glass, (gelas intip) pecah akibat pemuaian produk sehingga terjadi ekpansi yang mengakibatkan sait glass pecah dan produk (solar) tumpah. &quot;Ini masih baru kemungkinan-kemungkinan, dan ini hanya kerusakan lokal,&quot; kata Helmi Sainta, Terminal Manajer PT GDT.Hanya dia menolak bila solar yang tumpah tersebut sudah meluber ke laut, karena sejak solar tumpah pada Minggu lalu sudah dilakukan blokade. Bahkan, hasil lokalisir tersebut tidak ditemukan tumpahan solar yang meluber ke laut. &amp;ldquo;Selain blokade, kami juga telah melakukan penyedotan dengan menggunakan alat pemisah minyak dan air (absorben). Tumpahanya kurang dari lima ratus liter, saat ini dilakukan masih pembendungan di Jalan Beta,&quot; jelasnya.Sedangkan, M Sholeh salah satu tim humas perusahaan tersebut, menyebutkan karena tumpahan solar sebenarnya mencapai lima ribu liter. &quot;Sekitar lima ribu liter yang tumpah, tetapi yang meluber ke-parit hanya sekitar seribu liter,&quot; katanyaDiperkirakan perusahaan tidak mengalami kerugian yang signifikan karena solar yang sudah dipisahkan dengan air nanti akan dilihat masih layak atau tidak. &quot;Nanti akan di uji, masih bagus atau tidak. Kalau masih bagus dipastikan tidak akan ada kerugian,&quot; tegasnyaSementara satpam perusahaan asal Malaysia itu sempat mengusir wartawan yang sedang mengambil gambar tumpahan solar dan diduga sudah mencemari laut tersebut. Namun sejumlah wartawan elektronik tidak menggubris larangan satpam untuk tidak mengambil gambar di sekitar lokasi tumpahan solar.</description><content:encoded>GRESIK - Ribuan liter solar produk PT Gresik Distribution Terminal (GDT) di Kawasan Industri Maspion (KIM) Kecamatan Manyar tumpah, kemarin. Tumpahan tersebut diduga mencemari laut di kawasan Manyar. Kabar tumpahan itu diungkapkan anggota Komisi C DPRD Gresik Mujid Ridwan. Pengakuan politisi PDIP itu, pihaknya mendapat laporan dari konstituennya di Kecamatan Manyar bahwa minyak jenis solar PT GDT tumpah. &amp;ldquo;Laporannya tumpahan itu meluber dan mencemari laut sekitar,&quot; aku Mujid Ridwan kepada wartawan, Selasa (6/7/2010). Laporan itu langsung dia tindaklanjuti. Hasilnya, memang dirinya menemukan bekas tumpahan solar tersebut. Bahkan, pihaknya sempat bertemu dengan beberapa warga yang berprofesi nelayan yang mulai khawatir akan rusaknya ekosistem laut. Atas dasar itulah, kata Mujid Ridwan, bila ditemukan pelanggaran pihaknya siap memanggil manajemen perusahaan untuk dipertmeukan dengan warga yang merasa dirugikan. Sementara pihak manajemen GDT memerkirakan tumpahan solar karena sait glass, (gelas intip) pecah akibat pemuaian produk sehingga terjadi ekpansi yang mengakibatkan sait glass pecah dan produk (solar) tumpah. &quot;Ini masih baru kemungkinan-kemungkinan, dan ini hanya kerusakan lokal,&quot; kata Helmi Sainta, Terminal Manajer PT GDT.Hanya dia menolak bila solar yang tumpah tersebut sudah meluber ke laut, karena sejak solar tumpah pada Minggu lalu sudah dilakukan blokade. Bahkan, hasil lokalisir tersebut tidak ditemukan tumpahan solar yang meluber ke laut. &amp;ldquo;Selain blokade, kami juga telah melakukan penyedotan dengan menggunakan alat pemisah minyak dan air (absorben). Tumpahanya kurang dari lima ratus liter, saat ini dilakukan masih pembendungan di Jalan Beta,&quot; jelasnya.Sedangkan, M Sholeh salah satu tim humas perusahaan tersebut, menyebutkan karena tumpahan solar sebenarnya mencapai lima ribu liter. &quot;Sekitar lima ribu liter yang tumpah, tetapi yang meluber ke-parit hanya sekitar seribu liter,&quot; katanyaDiperkirakan perusahaan tidak mengalami kerugian yang signifikan karena solar yang sudah dipisahkan dengan air nanti akan dilihat masih layak atau tidak. &quot;Nanti akan di uji, masih bagus atau tidak. Kalau masih bagus dipastikan tidak akan ada kerugian,&quot; tegasnyaSementara satpam perusahaan asal Malaysia itu sempat mengusir wartawan yang sedang mengambil gambar tumpahan solar dan diduga sudah mencemari laut tersebut. Namun sejumlah wartawan elektronik tidak menggubris larangan satpam untuk tidak mengambil gambar di sekitar lokasi tumpahan solar.</content:encoded></item></channel></rss>
