<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggota Serbu Polres, Pangdam Sriwijaya Minta Maaf</title><description>Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Mochammad Sochib,  meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) atas insiden  perusakan kantor Polres Muaraenim oleh anggotanya Minggu 4 Juli lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/08/340/350718/anggota-serbu-polres-pangdam-sriwijaya-minta-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/08/340/350718/anggota-serbu-polres-pangdam-sriwijaya-minta-maaf"/><item><title>Anggota Serbu Polres, Pangdam Sriwijaya Minta Maaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/08/340/350718/anggota-serbu-polres-pangdam-sriwijaya-minta-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/08/340/350718/anggota-serbu-polres-pangdam-sriwijaya-minta-maaf</guid><pubDate>Kamis 08 Juli 2010 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Uzair</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/08/340/350718/YaJDoLUYyA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/08/340/350718/YaJDoLUYyA.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>PALEMBANG &amp;ndash; Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Mochammad Sochib, meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) atas insiden perusakan kantor Polres Muaraenim oleh anggotanya Minggu 4 Juli lalu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Sochib, anggota TNI yang terlibat dalam perusakan markas polisi di Muaraenim saat ini dalam pemeriksaan intensif. Jika semua berkas telah terkumpul maka segera dilimpahkan ke Ouditur Militer untuk dituntaskan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Saya minta maaf kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan masyarakat Sumsel atas tindakan anggota TNI karena telah melakukan kekacauan di wilayah Sumsel,&amp;rdquo; tegas Pangdam saat bertemu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di kantor Gubernur, kemarin. Saat ini lanjut Sochib, kondisi keamanan di Muaraenim cukup kondusif dan masyarakat tidak perlu khawatir.
&amp;nbsp;
Pangdam belum dapat memastikan jumlah anggota yang terlibat. Sebab, pihaknya masih meminta keterangan saksi-saksi yang ada. Yang jelas menurut Pangdam, perusakan ini sebuah tindakan pidana dan tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Untuk itulah, bagi anggota TNI yang terlibat atas kejadian tersebut akan diproses hukum tanpa terkecuali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kejadian ini dipicu salah paham kedua belah pihak. Untuk itu, kita akan cari apa penyebab pastinya kejadian tersebut agar permasalahan tidak simpang siur,&amp;rdquo; tegasnya. Pangdam juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada prajuritnya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
&amp;nbsp;
Apalagi, jika kejadian tersebut terjadi karena hal-hal sepele yang dapat dituntaskan dengan musyawarah. Sementara terkait perbaikan kantor Mapolres yang dirusak, pihaknya bersama Polda, Bupati, dan Gubernur telah melakukan koordinasi untuk bersama-sama memperbaiki kantor Polres yang rusak.
&amp;nbsp;
Dengan begitu, jika kantor sudah diperbaiki maka diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan. Sementara Gubernur Alex Noerdin mengatakan, pihaknya saat ini sedang memikirkan berbagai langkah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Untuk itulah, diharapkan semua pihak tidak memperkeruh suasana sehingga suasana makin memanas. Gubernur juga meminta baik media dan semua pihak bisa meredam persoalan ini agar tidak meluas dan tidak perlu dibesarbesarkan.
&amp;nbsp;
Sementara itu,memasuki hari ke-4 pascaperusakan perkantoran Polri di Muaraenim, kini baik Markas Polres Muaraenim, Sat Lantas Muaraenim dan Polsek Lawang Kidul sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Pantauan di lapangan, tiga kantor tersebut tampak mulai dibersihkan. Bahkan police line yang semula dipasang di tiga perkantoran tersebut sudah tidak lagi terlihat.
&amp;nbsp;
Kapolres Muaraenim AKBP Yohanes Soeharmanto membenarkan, sejak kemarin kantor Polres Muaraenim telah dibersihkan dan pelayanan mayarakat sudah dijalankan.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>PALEMBANG &amp;ndash; Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Mochammad Sochib, meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) atas insiden perusakan kantor Polres Muaraenim oleh anggotanya Minggu 4 Juli lalu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Sochib, anggota TNI yang terlibat dalam perusakan markas polisi di Muaraenim saat ini dalam pemeriksaan intensif. Jika semua berkas telah terkumpul maka segera dilimpahkan ke Ouditur Militer untuk dituntaskan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Saya minta maaf kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan masyarakat Sumsel atas tindakan anggota TNI karena telah melakukan kekacauan di wilayah Sumsel,&amp;rdquo; tegas Pangdam saat bertemu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di kantor Gubernur, kemarin. Saat ini lanjut Sochib, kondisi keamanan di Muaraenim cukup kondusif dan masyarakat tidak perlu khawatir.
&amp;nbsp;
Pangdam belum dapat memastikan jumlah anggota yang terlibat. Sebab, pihaknya masih meminta keterangan saksi-saksi yang ada. Yang jelas menurut Pangdam, perusakan ini sebuah tindakan pidana dan tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Untuk itulah, bagi anggota TNI yang terlibat atas kejadian tersebut akan diproses hukum tanpa terkecuali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kejadian ini dipicu salah paham kedua belah pihak. Untuk itu, kita akan cari apa penyebab pastinya kejadian tersebut agar permasalahan tidak simpang siur,&amp;rdquo; tegasnya. Pangdam juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada prajuritnya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
&amp;nbsp;
Apalagi, jika kejadian tersebut terjadi karena hal-hal sepele yang dapat dituntaskan dengan musyawarah. Sementara terkait perbaikan kantor Mapolres yang dirusak, pihaknya bersama Polda, Bupati, dan Gubernur telah melakukan koordinasi untuk bersama-sama memperbaiki kantor Polres yang rusak.
&amp;nbsp;
Dengan begitu, jika kantor sudah diperbaiki maka diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan. Sementara Gubernur Alex Noerdin mengatakan, pihaknya saat ini sedang memikirkan berbagai langkah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Untuk itulah, diharapkan semua pihak tidak memperkeruh suasana sehingga suasana makin memanas. Gubernur juga meminta baik media dan semua pihak bisa meredam persoalan ini agar tidak meluas dan tidak perlu dibesarbesarkan.
&amp;nbsp;
Sementara itu,memasuki hari ke-4 pascaperusakan perkantoran Polri di Muaraenim, kini baik Markas Polres Muaraenim, Sat Lantas Muaraenim dan Polsek Lawang Kidul sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Pantauan di lapangan, tiga kantor tersebut tampak mulai dibersihkan. Bahkan police line yang semula dipasang di tiga perkantoran tersebut sudah tidak lagi terlihat.
&amp;nbsp;
Kapolres Muaraenim AKBP Yohanes Soeharmanto membenarkan, sejak kemarin kantor Polres Muaraenim telah dibersihkan dan pelayanan mayarakat sudah dijalankan.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
