<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tabung Gas Berharap Bantuan Istana</title><description>Seorang ibu rumah tangga, Susi Haryani, yang menjadi fenomena ledakan  tabung gas melon sore ini mendatangi Istana Negara. Susi ingin meminta  pertolongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas ledakan gas yang  diduga bocor itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/19/337/354407/korban-tabung-gas-berharap-bantuan-istana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/19/337/354407/korban-tabung-gas-berharap-bantuan-istana"/><item><title>Korban Tabung Gas Berharap Bantuan Istana</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/19/337/354407/korban-tabung-gas-berharap-bantuan-istana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/19/337/354407/korban-tabung-gas-berharap-bantuan-istana</guid><pubDate>Senin 19 Juli 2010 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Rosidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/19/337/354407/ZypictbpQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penggunaan tabung gas melon. (Foto: pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/19/337/354407/ZypictbpQs.jpg</image><title>Ilustrasi penggunaan tabung gas melon. (Foto: pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga, Susi Haryani, yang menjadi fenomena ledakan tabung gas melon sore ini mendatangi Istana Negara. Susi ingin meminta pertolongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas ledakan gas yang diduga bocor itu.Akibat ledakan gas melon itu, anaknya Ridho Januar (4,5), menderita luka bakar yang sangat parah. Susi meminta bantuan Presiden untuk mengobati luka bakar anaknya.&quot;Saya minta tolong untuk operasi lanjut anak saya. Operasi plastik,&quot; kata Susi saat ditemui wartawan di sekitar Istana Negara, Senin (19/7/2010).Susi melanjutkan, pemerintah kota Surabaya sudah memberikan pengobatan awal bagi putranya. Namun untuk pengobatan lanjutan, yakni mengembalikan keadaan putranya seperti sediakala, dia butuh bantuan dari Presiden. &quot;Saya hanya minta tolong untuk ke pemerintah, karena untuk masyarakat di Jawa Timur sudah banyak yang membantu saya. Karena saya sudah nggak kerja dan bapaknya sudah nggak kerja, kita hanya ngurusin anak ini saja,&quot; tuturnya sambil menangis.Dia mengaku, jika pemerintah tidak mengulurkan tangan, Susi mengaku tidak tahu harus minta tolong pada siapa lagi. Karena luka parah yang diderita putranya, membuatnya sangat sedih. &quot;Saya udah kebingungan, saya harus minta tolong ke mana. Saya asli warga Bengkulu, tapi saya pernah datang ke Gubernur Bengkulu nggak bisa. Wali Kota Bengkulu juga saya nggak bisa ketemu, saya nggak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah Bengkulu. Sedangkan saya punya KTP dan KK warga Bengkulu,&quot; paparnya.Susi menuturkan, ledakan itu terjadi di kamar kontrakannya di Desa Mojokampung, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 Maret lalu. Saat itu dia tidak mengetahui jika tabung gas yang dipakainya bocor. Tidak seperti biasa, kompor gas yang dipakainya sehari-hari tidak mau menyala. Saat Susi mencoba menyalakan untuk keempat kalinya, ledakan itu terjadi.Kontrakannya yang hanya berupa kamar petakan itu pun dalam sekejap sudah dipenuhi api. &quot;Di sana tempat saya masak, di sana tempat saya tidur. Jadi anak waktu itu pagi-pagi masih tidur,&quot; ceritanya. Akibatnya, Ridho yang saat itu masih tertidur, tubuhnya diselimuti api.Susi sendiri tak luput dari lumatan api. Dia menunjukkan bekas luka bakar yang berada di tangan dan kakinya. Seraya kembali menangis, Susi, bertutur tidak tahu hingga berapa lama dirinya bertahan untuk meminta bantuan Presiden. Di Jakarta, Susi menumpang di rumah sanaknya yang berada di Tangerang.&quot;Untuk di Jakarta saya nggak punya tempat. Saya bingung saya mau ke mana kalau saya nggak pulang ke Tangerang. Tapi saya minta tolong dengan sangat ke pemerintah tolong bantu saya untuk operasi anak saya untuk kesembuhan anak saya,&quot; harapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga, Susi Haryani, yang menjadi fenomena ledakan tabung gas melon sore ini mendatangi Istana Negara. Susi ingin meminta pertolongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas ledakan gas yang diduga bocor itu.Akibat ledakan gas melon itu, anaknya Ridho Januar (4,5), menderita luka bakar yang sangat parah. Susi meminta bantuan Presiden untuk mengobati luka bakar anaknya.&quot;Saya minta tolong untuk operasi lanjut anak saya. Operasi plastik,&quot; kata Susi saat ditemui wartawan di sekitar Istana Negara, Senin (19/7/2010).Susi melanjutkan, pemerintah kota Surabaya sudah memberikan pengobatan awal bagi putranya. Namun untuk pengobatan lanjutan, yakni mengembalikan keadaan putranya seperti sediakala, dia butuh bantuan dari Presiden. &quot;Saya hanya minta tolong untuk ke pemerintah, karena untuk masyarakat di Jawa Timur sudah banyak yang membantu saya. Karena saya sudah nggak kerja dan bapaknya sudah nggak kerja, kita hanya ngurusin anak ini saja,&quot; tuturnya sambil menangis.Dia mengaku, jika pemerintah tidak mengulurkan tangan, Susi mengaku tidak tahu harus minta tolong pada siapa lagi. Karena luka parah yang diderita putranya, membuatnya sangat sedih. &quot;Saya udah kebingungan, saya harus minta tolong ke mana. Saya asli warga Bengkulu, tapi saya pernah datang ke Gubernur Bengkulu nggak bisa. Wali Kota Bengkulu juga saya nggak bisa ketemu, saya nggak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah Bengkulu. Sedangkan saya punya KTP dan KK warga Bengkulu,&quot; paparnya.Susi menuturkan, ledakan itu terjadi di kamar kontrakannya di Desa Mojokampung, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 Maret lalu. Saat itu dia tidak mengetahui jika tabung gas yang dipakainya bocor. Tidak seperti biasa, kompor gas yang dipakainya sehari-hari tidak mau menyala. Saat Susi mencoba menyalakan untuk keempat kalinya, ledakan itu terjadi.Kontrakannya yang hanya berupa kamar petakan itu pun dalam sekejap sudah dipenuhi api. &quot;Di sana tempat saya masak, di sana tempat saya tidur. Jadi anak waktu itu pagi-pagi masih tidur,&quot; ceritanya. Akibatnya, Ridho yang saat itu masih tertidur, tubuhnya diselimuti api.Susi sendiri tak luput dari lumatan api. Dia menunjukkan bekas luka bakar yang berada di tangan dan kakinya. Seraya kembali menangis, Susi, bertutur tidak tahu hingga berapa lama dirinya bertahan untuk meminta bantuan Presiden. Di Jakarta, Susi menumpang di rumah sanaknya yang berada di Tangerang.&quot;Untuk di Jakarta saya nggak punya tempat. Saya bingung saya mau ke mana kalau saya nggak pulang ke Tangerang. Tapi saya minta tolong dengan sangat ke pemerintah tolong bantu saya untuk operasi anak saya untuk kesembuhan anak saya,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
