<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Teroris, UNS Lakukan Pendataan Ulang Mahasiswa</title><description>Rektorat UNS, Solo akan melakukan pendataan ulang terhadap mahasiswa untuk mengantisipasi teroris yang berkedok mahasiswa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/25/337/356303/antisipasi-teroris-uns-lakukan-pendataan-ulang-mahasiswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/25/337/356303/antisipasi-teroris-uns-lakukan-pendataan-ulang-mahasiswa"/><item><title>Antisipasi Teroris, UNS Lakukan Pendataan Ulang Mahasiswa</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/25/337/356303/antisipasi-teroris-uns-lakukan-pendataan-ulang-mahasiswa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/25/337/356303/antisipasi-teroris-uns-lakukan-pendataan-ulang-mahasiswa</guid><pubDate>Minggu 25 Juli 2010 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/25/337/356303/QaW2EhB9yC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi teroris (Foto: Agung/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/25/337/356303/QaW2EhB9yC.jpg</image><title>ilustrasi teroris (Foto: Agung/okezone)</title></images><description>SOLO - Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo menanggapi serius fenomena banyaknya mahasiswa yang tertangkap akibat terlibat jaringan teroris akhir-akhir ini. Pihak rektorat, akan melakukan pendataan ulang para mahasiswa, terutama yang berasal dari luar kota Solo.&amp;ldquo;Meskipun banyak mahasiswa yang tertangkap karena ikut dalam jaringan teroris, tapi saya berani menjamin di UNS ini tidak ada mahasiswa yang terlibat. Dan saya akan mendata ulang, mahasiswa UNS, terutama yang berasal dari luar Kota Solo yang kuliah di UNS ini,&amp;rdquo; jelas Samsulhadi, usai Seminar Nasional Peran Serta Generasi Muda Indonesia Dalam Bela Negara Pada Era Globalisasi, di Audotorium UNS, Solo, kemarin.Menurut Samsulhadi, pihaknya tidak akan melakukan pemantauan hingga ke tingkat UKM dan kost-kosan yang berada di lingkungan kampus. Pihak kampus, hanya bertanggungjawab dalam hal belajar mengajar. Diluar itu, tidak lagi tanggungjawab pihak kampus.&amp;ldquo;Noordin (tersangka teroris) pernah masuk ke dalam lingkungan kampus, itu katanya bukan. Saya tidak mau berkomentar bila dikaitkan dengan bangunan-bangunan ibadah yang ada di lingkungan kampus, yang katanya pernah dijadikan tempat persembunyian. Saya hanya berani bertanggung jawab dalam hal belajar mengajar saja, di luar itu bukan tanggung jawab saya lagi,&amp;rdquo; tandasnya.Ditambahkan Samsulhadi, banyaknya mahasiswa yang terlibat dalam jaringan teroris, disebabkan adanya ketidakadilan di masyarakat. Kondisi tersebut memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah, agar generasi muda, terutama mahasiswa, tidak tersedot dalam jaringan teroris. (rfa)</description><content:encoded>SOLO - Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo menanggapi serius fenomena banyaknya mahasiswa yang tertangkap akibat terlibat jaringan teroris akhir-akhir ini. Pihak rektorat, akan melakukan pendataan ulang para mahasiswa, terutama yang berasal dari luar kota Solo.&amp;ldquo;Meskipun banyak mahasiswa yang tertangkap karena ikut dalam jaringan teroris, tapi saya berani menjamin di UNS ini tidak ada mahasiswa yang terlibat. Dan saya akan mendata ulang, mahasiswa UNS, terutama yang berasal dari luar Kota Solo yang kuliah di UNS ini,&amp;rdquo; jelas Samsulhadi, usai Seminar Nasional Peran Serta Generasi Muda Indonesia Dalam Bela Negara Pada Era Globalisasi, di Audotorium UNS, Solo, kemarin.Menurut Samsulhadi, pihaknya tidak akan melakukan pemantauan hingga ke tingkat UKM dan kost-kosan yang berada di lingkungan kampus. Pihak kampus, hanya bertanggungjawab dalam hal belajar mengajar. Diluar itu, tidak lagi tanggungjawab pihak kampus.&amp;ldquo;Noordin (tersangka teroris) pernah masuk ke dalam lingkungan kampus, itu katanya bukan. Saya tidak mau berkomentar bila dikaitkan dengan bangunan-bangunan ibadah yang ada di lingkungan kampus, yang katanya pernah dijadikan tempat persembunyian. Saya hanya berani bertanggung jawab dalam hal belajar mengajar saja, di luar itu bukan tanggung jawab saya lagi,&amp;rdquo; tandasnya.Ditambahkan Samsulhadi, banyaknya mahasiswa yang terlibat dalam jaringan teroris, disebabkan adanya ketidakadilan di masyarakat. Kondisi tersebut memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah, agar generasi muda, terutama mahasiswa, tidak tersedot dalam jaringan teroris. (rfa)</content:encoded></item></channel></rss>
