<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Bertemu PPATK Bahas Rekening Gendut Polri</title><description>Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dengan Kepala Pusat Pelaporan dam Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein terkait rekening gendut petinggi Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/26/339/356481/dpr-bertemu-ppatk-bahas-rekening-gendut-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/26/339/356481/dpr-bertemu-ppatk-bahas-rekening-gendut-polri"/><item><title>DPR Bertemu PPATK Bahas Rekening Gendut Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/26/339/356481/dpr-bertemu-ppatk-bahas-rekening-gendut-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/26/339/356481/dpr-bertemu-ppatk-bahas-rekening-gendut-polri</guid><pubDate>Senin 26 Juli 2010 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/26/339/356481/Hm6qnfWxTe.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/26/339/356481/Hm6qnfWxTe.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dengan Kepala Pusat Pelaporan dam Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein terkait rekening gendut petinggi Polri.Hal itu dibenarkan oleh anggota Komisi III Nudirman Mudir, sesaat sebelum rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/7/2010). &amp;ldquo;Kita akan tanya soal rekening Pati Polri. Mulai dari 15 rekening dan 1.026 rekening,&amp;rdquo; ujarnya.Setelah itu, kata dia, Komisi III juga akan meminta keterangan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, kenapa Polri menolak pembentukan tim independen utnuk menyelidiki rekening gendut ini.&amp;ldquo;Ya memang kita sudah diklarifikasi sama Polri, tapi kita sudah minta untuk dibentuk tim independen supaya masyarakat bisa menilai dan tidak timbul negative thinking, kenapa mereka menolak dibentuk tim independen. Kita akan menanyakan kenapa ditolak,&amp;rdquo; jelasnya.Selain itu, Komisi III juga akan meminta keterangan Polri soal bocornya data-data yang seharusnya dirahasiakan itu. &amp;ldquo;Kita akan minta klarifikasi soal rekening janggal. Tak hanya Polri, Kejagung, juga rekening Kemenkum HAM dan seluruh birokrasi pemerintahan, termasuk DPR,&amp;rdquo; kata Nudirman.Kesan adanya tarik ulur antara PPATK dengan Polri, tegas Nudirman juga akan ditanyakan. &amp;ldquo;Mungkin ada pihak tertentu yang ingin memprovokasi. Kita hanya ingin tahu jumlahnya berapa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dengan Kepala Pusat Pelaporan dam Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein terkait rekening gendut petinggi Polri.Hal itu dibenarkan oleh anggota Komisi III Nudirman Mudir, sesaat sebelum rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/7/2010). &amp;ldquo;Kita akan tanya soal rekening Pati Polri. Mulai dari 15 rekening dan 1.026 rekening,&amp;rdquo; ujarnya.Setelah itu, kata dia, Komisi III juga akan meminta keterangan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, kenapa Polri menolak pembentukan tim independen utnuk menyelidiki rekening gendut ini.&amp;ldquo;Ya memang kita sudah diklarifikasi sama Polri, tapi kita sudah minta untuk dibentuk tim independen supaya masyarakat bisa menilai dan tidak timbul negative thinking, kenapa mereka menolak dibentuk tim independen. Kita akan menanyakan kenapa ditolak,&amp;rdquo; jelasnya.Selain itu, Komisi III juga akan meminta keterangan Polri soal bocornya data-data yang seharusnya dirahasiakan itu. &amp;ldquo;Kita akan minta klarifikasi soal rekening janggal. Tak hanya Polri, Kejagung, juga rekening Kemenkum HAM dan seluruh birokrasi pemerintahan, termasuk DPR,&amp;rdquo; kata Nudirman.Kesan adanya tarik ulur antara PPATK dengan Polri, tegas Nudirman juga akan ditanyakan. &amp;ldquo;Mungkin ada pihak tertentu yang ingin memprovokasi. Kita hanya ingin tahu jumlahnya berapa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
