<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Asing Bolak-Balik Curi Ikan di Banyuasin</title><description>Puluhan kapal asing yang diduga berasal dari Thailand marak di dekat  Perairan Sembilang, Kabupaten Banyuasin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358034/kapal-asing-bolak-balik-curi-ikan-di-banyuasin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358034/kapal-asing-bolak-balik-curi-ikan-di-banyuasin"/><item><title>Kapal Asing Bolak-Balik Curi Ikan di Banyuasin</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358034/kapal-asing-bolak-balik-curi-ikan-di-banyuasin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358034/kapal-asing-bolak-balik-curi-ikan-di-banyuasin</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2010 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tazmalinda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358034/0ybSROaczE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358034/0ybSROaczE.jpg</image><title>ist</title></images><description>PANGKALAN BALAI - Puluhan kapal asing yang diduga berasal dari Thailand marak di dekat Perairan Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Parahnya, kapal asing tersebut diduga menggunakan pukat harimau sehingga membuat hasil tangkapan nelayan setempat berkurang.
&amp;nbsp;
Tokoh masyarakat Sungsang, Darwin Arohim mengatakan, aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan kapal asing tersebut sudah diketahui sejak lama. Anehnya, pihak pemerintah dan aparat terkait tidak juga melarang aktivitas penangkapan yang meresahkan nelayan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;(Keberadaan kapal asing) diketahui sudah sejak beberapa pekan lalu. Jika siang hari, kapal asing tersebut memang melakukan penangkapan di luar Perairan Sembilang, ya sekitar 10-20 mil dari Perairan Sembilang. Namun, jika malam hari, kapal asing tersebut makin mendekati perairan, setidaknya mencapai 2-4 mil dari Perairan Sembilang,&amp;rdquo; ujarnya kepada Kamis 29 Juli.
&amp;nbsp;
Dengan kapasitas kapal yang besar, ungkap Darwin, sebagian kapal asing yang berawak orang Indonesia tersebut sengaja menggunakan pukat harimau dalam melakukan penangkapan ikan. &amp;ldquo;Sudah kapalnya besar, juga pakai pukat harimau. Jelas, tangkapan ikan nelayan menjadi berkurang. Apalagi, sebagian dari kapal asing tersebut makin terus merapat ke Perairan Sembilang,&amp;rdquo; cetusnya.
&amp;nbsp;
Terkait aktivitas kapal-kapal asing yang menggunakan pukat harimau, Darwin bersama ratusan masyarakat, dalam hal ini nelayan Sungsang, berencana melaporkan langsung kepada Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelumnya, masyarakat nelayan juga sudah pernah menyampaikan masalah ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab Banyuasin). Tetapi, beberapa aparat keamanan hingga pemerintah di kecamatan belum mampu memberikan solusi atas keberadaan kapal asing yang meresahkan masyarakat tersebut,&amp;rdquo; tukasnya.
&amp;nbsp;
Terpisah, Camat Banyuasin II Roni Utama membenarkan keberadaan kapal-kapal asing tersebut. Namun, posisi kapal-kapal asing itu berada di lautan Cina Selatan, tepatnya di luar batas perairan Banyuasin, sehingga tidak ada hal yang dilanggar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, jika pada malam hari mereka mendekati Perairan Sembilang, saya tidak tahu persis akan hal tersebut,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kadis Perikanan Banyuasin Zulmaidi menerangkan, keberadaan batas laut perairan Kabupaten Banyuasin yang diizinkan pengambilan manfaatnya oleh pihak luar, yakni berjarak 4 mil dari bibir pantai perairan Banyuasin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nah, jika sudah berada di batas pengambilan ikan (masuk perairan Banyuasin), keberadaan kapal asing tersebut memang harus ditindaklanjuti sesuai jalur hukum. Namun, saat ini petugas kita masih mengumpulkan keterangan dari nelayan dan pemerintahan tingkat kecamatan,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>PANGKALAN BALAI - Puluhan kapal asing yang diduga berasal dari Thailand marak di dekat Perairan Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Parahnya, kapal asing tersebut diduga menggunakan pukat harimau sehingga membuat hasil tangkapan nelayan setempat berkurang.
&amp;nbsp;
Tokoh masyarakat Sungsang, Darwin Arohim mengatakan, aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan kapal asing tersebut sudah diketahui sejak lama. Anehnya, pihak pemerintah dan aparat terkait tidak juga melarang aktivitas penangkapan yang meresahkan nelayan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;(Keberadaan kapal asing) diketahui sudah sejak beberapa pekan lalu. Jika siang hari, kapal asing tersebut memang melakukan penangkapan di luar Perairan Sembilang, ya sekitar 10-20 mil dari Perairan Sembilang. Namun, jika malam hari, kapal asing tersebut makin mendekati perairan, setidaknya mencapai 2-4 mil dari Perairan Sembilang,&amp;rdquo; ujarnya kepada Kamis 29 Juli.
&amp;nbsp;
Dengan kapasitas kapal yang besar, ungkap Darwin, sebagian kapal asing yang berawak orang Indonesia tersebut sengaja menggunakan pukat harimau dalam melakukan penangkapan ikan. &amp;ldquo;Sudah kapalnya besar, juga pakai pukat harimau. Jelas, tangkapan ikan nelayan menjadi berkurang. Apalagi, sebagian dari kapal asing tersebut makin terus merapat ke Perairan Sembilang,&amp;rdquo; cetusnya.
&amp;nbsp;
Terkait aktivitas kapal-kapal asing yang menggunakan pukat harimau, Darwin bersama ratusan masyarakat, dalam hal ini nelayan Sungsang, berencana melaporkan langsung kepada Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelumnya, masyarakat nelayan juga sudah pernah menyampaikan masalah ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab Banyuasin). Tetapi, beberapa aparat keamanan hingga pemerintah di kecamatan belum mampu memberikan solusi atas keberadaan kapal asing yang meresahkan masyarakat tersebut,&amp;rdquo; tukasnya.
&amp;nbsp;
Terpisah, Camat Banyuasin II Roni Utama membenarkan keberadaan kapal-kapal asing tersebut. Namun, posisi kapal-kapal asing itu berada di lautan Cina Selatan, tepatnya di luar batas perairan Banyuasin, sehingga tidak ada hal yang dilanggar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, jika pada malam hari mereka mendekati Perairan Sembilang, saya tidak tahu persis akan hal tersebut,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kadis Perikanan Banyuasin Zulmaidi menerangkan, keberadaan batas laut perairan Kabupaten Banyuasin yang diizinkan pengambilan manfaatnya oleh pihak luar, yakni berjarak 4 mil dari bibir pantai perairan Banyuasin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nah, jika sudah berada di batas pengambilan ikan (masuk perairan Banyuasin), keberadaan kapal asing tersebut memang harus ditindaklanjuti sesuai jalur hukum. Namun, saat ini petugas kita masih mengumpulkan keterangan dari nelayan dan pemerintahan tingkat kecamatan,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
